
Tanpa terasa
sumber alamiku mengalir
Hai....!?
Kenapa harus menangis ? Bukankah dia seperti itu, kenapa denganku? Pergolakan
batiku makin tak menentu kenapa ada kecewa berlebih segera ku meraih ponselku
memainkan naik turun jariku, ada tulisan yang mengganggu di situ, pesan masuk
berjajar dan melihat satu persatu tanpa ingin tahu sampai di tulisan memey itu
sahabatku saat smp dulu
Menekan
tombol dan membacanya hay tyo apakabar ? Kenapa menikah gak kasih kabar ? Kamu
dimana sekarang ? Dewi bilang umak ikut suamimu ?
Senyumku
membuat ingatanku berulang masa masa kami bersama.... Tanpa beban dan semua hal
seperti sekarang
Lamunanku
membawaku kemasa sekalah menengan pertama, buliran sumber beningpun keluar
membuat tanganku menyekanya
Dengan
senyum getirku kembali membuka pesan dan membalas percakan memey
Hay mey, kabarku baik
Kabarmu bagaimana ?
Takperlu waktu lama kembali masuk pesan baru
****umak**
sekarang ikut suamimu ?
Kuliahmu
gimana** ?
Senyumku
melihat tulisan seakan ada memmey di depanku
*memang kami
beda sekolah saat smu cman bukan halangan buat kami bersama saat itu sebelum
memey ikut ayahkan keluar jawa karna dia anak seorang pejabat
Iya aku di
kota b, kuliahku dipindah juga kesini sesegera ku tekan send
Sesaat
__ADS_1
terdengar
Brakk
Maz segera
menghampiri tapi tatapan itu kembali membuatku ketakutan " tatapan tajam
seakan membunuhku lagi kudapatkan dengan bentakan kenapa?!!! Jangan harapkan
kamu dapatkan uang atau perhiasan seperti harapanmu dan akan kupastikan ini
nerakamu dan hanya penyiksaan itu yang pantas kamu dapatkan!!"
Hay sebuah
goncangan dibahuku membuatku kembali kedunia nyata
Mmmmaz makan
ikan bakarnya sudah jadi cuman sudah dingin, bukan jawaban cuma anggukan
Dipanasin
dikit ya maz ? Pertanyaanku
Sudah gitu
saja bawaban itu menyejukkan
Sesegera
mengambilkan nasi ini maz
Anggukan dan
sayur asem yang sengaja ku buat dengan harapan suamiku mau makan dan segera
mendekat kemeja makan
Maz bisa
makan sayur ini kalau mau ? Sayur asam jawabnya iya maz sedikit senang pas
sayang ambilkan buatku
Iiya maz ini
Buat nanti
malam masih ada ? Memmm.... Ma masih maz, wajah itu berubah menatapku dan
menrkankan kata kamu kenapa ?! Seneng liat maz makan trus kenapa gak ikut makan
nanti maz masih kenyang
Oh..... Bisa
dihabiskan berarti ini makanan boleh maz itu udang juga sudah ku masak asam
manis mau ? Beneran ? Iya maz sembari melangkah sebentar ya kuambilkan
Mencari
wadah dan menghidangkan ini sayang.... Membuat yang dipanggil menatap tajam dan
seketika bilang ma maaf maz ? Tatapan itu
__ADS_1
Menaruhnya
dan mencari gelas sembari bilang lemon tea atau jeruk panas maz ?
Maz ?
Mmmaz ?
Seakan
jengkel diacuhkan ku mendekat dan msngulang minumnya lemon tea atau jeruk panas
maz ?
Maz ?!
Sedikit menaikkan suaraku
Mmm....
Ngomong sama aku ? Iiiihhh nich orang gemesin banget sih entah dari mana
keberanianku membuat gerakan mencubit lengan itu sontak terdengar au....
Ma maaf maz
? Pintaku kembali merasa bersalah
Aku lebih
senang panggilan tadi "pelan tapi pasti maz hendra mengatakannya"
Aku hanya
menatap dengan tidak percaya apa yang barusan ku dengar
Berlalu
serta ku berikan dua minuman itu
Seketika
sunyi
Selesai
membawanya dan kembali melihat sosok suami tampanku menikmati masakanku
Enak?
Lumayan
Sedikit
kecewa cuman lupakan ini minumnya
Dua kan bisa
kekenyangan sayang
Pilih salah
satu yang maz mau nanti satunya buatku
Bentar ya
maz
__ADS_1
Berlalu