
Sesaat melangkah masuk Tono, "Den, ada yang bisa kami bantu"ungkapan Tono tanpa ragu
Hemm... dengan helaan nafas yang tertahan lebih terkesan berat Erik mengatan tentang percapakan pagi ini"Istriku mungkin nyidam, tapi aneh" "maaf Den, nyidam itu memang sering begitu"pungkas Tono "Aku kurang faham Ton, tapi bingung saat Tyo bilang ingin makan lalapan cuman cocolnya kepala botak "kembali Erik memberikan penjelasan "baiklah Den, Kami carikan"Tono sembari tersenyum penuh kegembiraan
Sekian menit mencari Ide dan memberikan instruksi ke beberapa anak buahnya tentang nyidam peri kecilnya.
Dan diluar dugaan ada koko yang suka makan di restouran besar dekat lokasi periksa nanti siang
dengan segera menyampaikan gambaran akan kabar yang ia dapat ke tuannya terjadilah peristiwa yang diinginkan.
On
__ADS_1
"Yang, sebelah sini"pinta Erik pahan akan ada botak di ujung ruangan tentu dengan persiapan mana ada kepala botak mau di cocol buat makan
"sini aja, sama aja pap"Tyo menjawab dengan malas "yakin ?"peetanyaan Erik berikutnya "Iya Pap"timpal Tyo lagi
Tak kurang akal Erik meraih beda pipih dan menekannya sekian menit menunjukkan hasil "liat ini"Erik menjelaskan suatu hal akan gambar yang baru diambilnya
"Pap,"Tyo nampak berbinar melihat sudut tertentu itu, "Iya, lakukanlah"Erik memberikan persetujuan
Dapat di pasti panas yg dirasakannya, hingga koko memegangi pucuk kepalanya "maafkan, kami"Erik mengungkapkan penyesalannya "Bukan masalah, semoga menjadi jagoon dan sukses Tuan"koko berlalu setelahnyabdengan senyum mengembang
"Pap sudah, makan yuk"dengan berbinar Tyo memberikan sepiring berisi makanan dan dengan laham menikmatinya
__ADS_1
"sudah yang ?"Erik mulai bingung menyikapi mood sang istri "hemmm enak sekali, pap, kurang berapa menit lagi ? Tyo memastikan jadwal periksa "15 menitan, mam"pungkas Erik.
Tampak mulai habis hidangan yang tersaji, Erik beranjak untuk membayarnya "Pap, ku tunggu di mobil ya ? "dengan senyum yang mengembang "iya mam, sebentar"Erik sembari berjalan ke kasir sebaliknya sang istri telah masuk dan merebahkan kursi penumpang sebelah kiri
Sejenak menunggu telah ada suami siaganya kini, Erik pun masuk dan menikmati pemandangan sang istri, dimana Tyo tengah merebahkan tubuhnya yang kini makin berisi dan tanpa di sadari saat begitu cepat membuatnya tertidur
Senyum Erik mengwmbang mungkin itu bawaan jagoannya, padahal ia belum tahu pasti janin itu cewek atau cowok.
Berlaham menyalakan meain mobil dan beranjak ke rumah sakit untuk periksa rutin, hanya butuh beberapa menit mereka sampai, nampak sang istri tengah asik dengan tidurnya, Erik tak kelhilangan akal untuk membangunkan sang istri, terlebih dahulu turun memutar dan membuka pintu penumpang disebelah kiri menatap sang istri dan kembali melakukan sentuhan lembut di perut sang istri sampai sang empunya mengerti ada hal yang mengusiknya disitulah Erik kembali memberikan kecupan di ujung kepala Tyo
"sayang, ayo turun sudah telah 10 menit, "Erik memberikan informasi "Hemmmm, dengan menggeliatkan tubuhnya Tyo mulai membukan mata dan mengatakan "iya maz ayo"ajakan itu seakan hal yang dinanti Erik
__ADS_1