
Aku ingin pulang seakan ingin kukatakan itu tapi tak sanggup
kita pulang ya..... Sekarang sabar ku bicarakan dulu dengan omku
wanda jaga istriku aku ada urusan, hanya memaku saat sahabat baruku memelukku air mataku melimpah ruah membasani pipiku menangislah aku bisa merasakan sakitmu pulang kerumahku yaa aku sendirian bisa berbagi sedihmu bersamaku ucapan wanda membuat kekuatan juga sayatan hanya bicara terima kasih ndah
Erik entah sejak kapan telah berdiri mematung melihat kami saat mata kami beradu segera menghampiriku
perawat yang mengikutinya juga melakukan itu dan memberikan pelayanan melepaskan jarum infusku dan pergi
hanya diam memandang satu sama lain sekian menit..... Keheningan terpecah saat erik mengatakan pulanglah kerumahku wanda, mulai sekarang dan seterusnya kamu jadi adikku temani istriku dirumahku kami hanya diam dan memilih berpelukan entah apa ? Rasa yang kami rasakan sudah ayo pulang..... Kamipun merapikan yang harus dirapikan dan mengekor......
Jujur hatiku makin tak menentu dengan kondisi seperti itu perjalanan kami hening.....
Sesekali akupun mencuri pandang ke arah erik yang nampak fokus mengemudi wanda dibelakang tertidur saat ku melihatnya akupun tersenyum cukup lama perjalanan kami sampai dirumah dengan pemandangan indah itu disisi lain kota baruku yang belum ku tahu mobil berhenti dipelataran
wandapun tak kunjung bangun tak harus menunggu dengan sigap erik menggendongnya seperti bayi.....
Aku hanya melihat tak berniat bersuara hanya memandang dengan mengikuti sampai diruangan kamar erik menaruhnya perlahan terus memandangku menatapku lekat kenapa ? Kamu jangan mikir aneh aneh apalagi cemburu aku sudah mengenalnya dari dulu sudah seperti itu hanya sebatas adik tidak lebih lain cerita denganmu ayo masuk kamarku yang sudah jadi milikmu sebentar lagi
anggukanku kembali mengekor menuju kamar besar lebih bagus dari yang dulu itulah kenyataanku begitu nyata kenyataan kembali mempermainkanku membalik semua kenyataan yang dulu
Tidurlah.... Nanti ketemu saat makan malam, aku mau keluar erik mengatakan dan berlalu mungkin akupun lelah seakan terhipnotis kata kata erik akupun tertidur
sesaat makan malam aku terbangun melihat wanda sudah di sampingku sudah lama ? aku masih bermalas malasan, besok kita ada kuliah gimana kamunya ? pertanyaan wanda
masuk saja ini buju kalian selebihnya besok belilah sendiri erik masuk dengan membawa beberapa bingkisan meletakkannya dimeja kamar melewati wanda dan mengecut diantara pelepisku mandilah sayang..... Aku menunggumu di meja makan
wanda memukul erik enaknya cium cium anak orang
__ADS_1
diamlah jadilah adik yang mendukung kebaikan kakakmu menyetil wanda dan keluar kami saling liat liatan diujung kembali terdengar bajumu dikamar depan dik, itu punya kakakmu saja
wanda riang....... Aku kekamar dulu kamu mandilah....
Anggukanku belum selesai wanda sudah menghilang pilihanku melihat tas kertas dimeja karena penasaran mendekat dan membuka bingkisan senyumku merekah saat nampak juga pedalaman wanita entah senyumku tiba tiba menghilang saat mengingat semua itu pernah diperlakukan seperti itu air mataku kembali datang dan kuputuskan mandi setelah segar ku rasakan kuakhiri semua dan keluar berbekal handuk menutup sebagian tubuhku menuju bingkisan itu ada baju terusan tanpa lengan yang kupikir pas untuk kukenakan mengganti pdw meraihnya begitu melihat erik lewat akupun bingung tak bisa menghindar tutup pintumu dan jangan kuwatir aku hanya memintanya saat semua halal buatku sembari menutup pintu
Senyumku malu sesegera menggunakan pdw baru terasa nyaman sekali ku kenakan selesai semua akupun keluar menghampiri Erik juga Wanda dan segera menikmati makanan yang sudah di pesankan
besok bareng kekampus baru pulangnya sendiri, setelahnya baru aku pikirkan erik menjelaskan
entahlah lamunanku seakan buyar meskipun aku juga mendengar samar sayang kamu kenapa ? Pertanyaan erik
endak apa aku dengar kok besok kita bisa pulang sendiri bukan masalah
hemmm...... atau memikirkan sesuatu, aku daftarkan saja ? Erik bergumam.... sedikit kudengar tapi aku tak begitu perduli masih asik membagi pikiranku sendiri
sesaat aku sendirian sebelum Erik menghampiriku
kenapa ? melihatku masih dengan berdiri
segera duduk dikursi sebelaku
aku hanya melihat tak menjawab
kenapa ? rumahnya kurang pas Besok kita cari yang sesuai denganmu
Dadaku penuh dengan pertanyaan kenapa mengapa hingga tak bisa ku menjawab hanya pelukanku untu Erik entah ingin sekali memeluk erat meyakinkan diri akan sebuah keputusan
Erikpun Diam dengan pemikirannya sedangkan aku hanya menangis diantara lengan yang tak begutu kekar tapi nyaman
__ADS_1
keheningan sesaat itu membawa ketenangan dalam batinku
sudahlah jangan menangis lagi, berikan aku waktu menyelesaikan semua ini dengan membelai rambutku
mengikis keraguanmu dengan mengobati lukamu terlebih dulu
jalani semua dengan baik aku akan selalu ada untukmu
kembali kata kata berjeda dengan durasi yang cukup membuatku tertidur dipelukannya
malam itu benar benar membuatku bingung dengan kata bagaimana dan seterusnya hingga nyaman itu membuatku tenang
seakan baru menutup mata tapi usilnya burung juga mentari menapaki mukaku
mengeliatlah aku mengakhiri tidurku melihat Sosok Erik di ujung kamar dengan meliatku, syukurlah jawaban itu
siap siaplah segera berangkat karena pagi nanti kita mampir dulu sebelum le kampus dengan menutup pintu dan berlalu
segera melangkah kekamar mandi meski dengan pertanyaan dalam hati
usai ritual pagi berganti baju pilihan Erik tanpa pilihan sebuah Rok panjang kukenakan kemeja motif bunga makin membuatku nampak ceria
melihat ke kaca melangkah dengan tas yang sama tas prasejarah, keluar dengan wajah ku buat seceriah mungkin sudah nampak wanda juga Erik di ruang tengah menantiku
Ayo kita sarapan diluar baru nanti ada yang bantu disini sekalian penjaga saat aku ada keperluan diluar dan tidak memungkinkan aku pulang sembari membuka pintu pembatas halaman dalam dengan luar
yang lebih luas lagi
melaju dan membuatku berinisiatif membukanya untuk kami dengan mengutarakan biar aku yang lakukan
__ADS_1