
Seseorang yang tepat tak selalu datang tepat waktu, Kadang ia datang setelah Tyo lelah disakiti oleh seseorang yang tidak tahu cara menghargainya "sayang maz mau buka bahan ujian besok, gppkan ?" Erik " iya maz cuman aku gak mau sendirian"Tyo
"maz buka file di" Erik melihat dan mau menentukan tempat tapi Tyo menimpali "disini saja" "baiklah"Erik sebentar mengambil leptop untuk belajar sebentar dengan menyandarkan badannya kesandaran tempat tidur
Tyo nampak melihat sebelum aksi berikutnya sudah pindah tidur diatas pana suaminya menghadap kepusar dan memainkannya apa yang bisa Erik lakukan kecuali diam dan memainkan rambut istrinya sampai 20 menit ternyata Tyo tertidur pulas dengan berlahan memindahkannya bukan lagi belajar melainkan turun melihat keadaan dibawah
"Bund waktunya makan siang bebas masak sesuka senyamannya, nanti bibik bantu kesini. Tyo barusan tidur Bund dilantai 3, Bunda naik saja Erik mau belajar sebentar di ruang kerja," Erik Menyapa Keluarga barunya "le sudah kerja "pak lek "iya Pak" jawaban Erik dan segera permisi
__ADS_1
sorenya Tyo merasa enakkan dan keluar setelah segar mencari banyak orang ternyata kosong dan melihat pintu di lantai dua sedikit terbuka karena enggan menggunakan kotak ajaib
"Maaazz, sudah makan belum ?" Tyo "sayang masih nanggung,"Jawab Erik "hemm"Tyo dengan manjanya duduk dipangkuan suaminya melingkarkan tangannya dengan terlebih dulu memegang kedua pipi sauami begitu manja "sayang maz gak bisa konsen, ini bisa konsen cuman ke yang lain entar"jelas Erik "gpp itukan yang kuharapkan" Tyo sambil beranjak pergi "loh kenapa pergi ?" Erik merasakan perubahan pada pahanya "biar konsen kalau disitu ntar akunya yang konsen" Tyo "sini sayang" Erik meraih sang IStri "udah ach maz makan aja, biar kenyang! sakitnya tuh disini, dapet penolakan, apalagi dicuwekin auk ach"Tyo dengan gemas meraih tubuh istri dengan blus tanpa lengan "siapa yang nolak ? tiap hari siap kok, yang syukur bisa olahraga tiap saat beneran ?" Erik "janji loh ya ?!"Tyo "iya"Erik dengan mengecup bibir istrinya
"sekarang makan dulu yuk maz, besok juga ujiankan biar fit, nanti pemanasan juga boleh beneran boleh ?"Tyo menggoda kembali "ayo segerakan sayang" Erik semangat bertemu dengan semua bercengkrama sebentar kembali kekamar setelah makan malam "maz belajarnya besok pagi lagi lebih fresh, bsok nanti dibangunkan" Tyo anggukan Erik "maz gak pengen ?"Tyo katanya cap terpotong cup sedikit agresif mulaya suami agak kaget sudah seimbang dan perjadilah pergulatan malam panjang itu.
"le sukses ya" Bulek" makasik Buk" Erik
__ADS_1
"Bapak bangga padamu nak" dengan membungkuk mecium Kedua tangan orang tua barunya, iya pun berpamitan dengan kembali mencari bunda yang asik menata taman "bund Erik berangkat kuliah duluan" "iya sayang sukses sesuai yang diharapkan"Bunda dengan senyum penuh cinta untuk menantunya "istrimu pesan, nanti nyusul dianter Tondua, tadi pakai taksi" "iya bund, tadi Tyo ijin ke hypermat bentar"Erik memberikan informasi lebih dan beranjak pergi dengan melajukan mobil keluar halaman melaju dengan kecepatan sedang masih ada waktu 1 jam dari jadwal belum sarapan dengan menikmati perjalanan sudut mata Erik tertawan sebuah tepak makan dibukanya nampak sepotong roti isi kesukaan bikinan istrinya aneh cuman enak saat dikuyahnya dengan senang
makasih sayang kamu istimewa ungkapan Erik dalam benaknya
sampai dipelataran memarkir dan menuju ruang sidang menanti dan melaksanakan dengan sempurna pasti nilainya juga sempurna dengan kemampuannya banyak yang yakin akan itu, juga banyak wanita yang menyayangkan sikap dingin Erik
Hasil yang sebentar lagi keluar Erik masih menunggu dengan sedikit guratan kekecewaan istrinya sampai siang belum datang
__ADS_1
disisi lain tyo