
Melewati lorong sebuah kebetulan berpapasan dengan dokter yang tadi bertemu diruangan “Maaf Dok, menganggu”Tyo menyapanya, dengan gagahnya berbalik Tyo akan mengatakan keinginan bundanya “silahkan”timpal dokter itu “bunda pingin jus apa boleh ?, jus sirsat pintanya” Tyo kembali menjelaskan “boleh, asalkan makan dengan benar”dokter, “baik Dok, terimakasih”Timpal Tyo dengan berlalu, seakan tak perduli padahal dalam hatinya ada kekaguman sosok baik hati yang merawat bundanyaselama beberapa hari
terakhir.
Menyusuri koridor mencari kantin dan segera memesannya, setelah semua ingin telah dipenuhi
Tyopun kembali, tak tahu sosok tersayang yang menyayat hatinya
tlah datang diruangan bundanya dengan sedikit insiden
*flashback
Erik sudah tahu dengan tidak mudah mencari
sosok istrinya ternyata sudah berada dimalang, kebetulan sahabatnya satu
pesawat degnan istrinya dengan segera mengabarkan bahwa ia bertemu istrinya, tertidur dipesawat setelah menangis lama dengan begitu Erik bisa memberikan instruksi temannya untuk mengikutisang Istri yang telah ia cari.
Sukses sampai di rumah sakit, saat Erik datang dan saat bersamaan mendengar sebuah percakapan dengan
emosi “Kembalikan uang saya, Jeng atau saya perkarakan sama seperti anakmu” suara wanita “beri saya waktu”suara wanita yang lain dengan sebuah permohonan “baik jeng, saya minta uang saya besok !! tidak ada penawaran lagi !!”Suara makin meninggi
dari seorang wanita “tapi...”suara
yang belum selesai sudah di potong “anak saya, dipenjara juga tidak pakai tapi, kembalikan uang saya sekarang atau besok?!”kembali intimidasi
terdengar, suara isakan dari sisi
lain yang tidak bukan adalah mertuanya
Saat Erik sudah melihat pemandangan ruangan
itu dengan dingin juga angkuhnya Erik masuk di ruangan kelas Tiga itu, tak banyak bicara hanya meraih tangan mertuanya masih menyisakan ambigu
sosok yang belum mengenalnya, setelahnya mengatakan “tinggalkan nomer rekeningmu, nyonya dan segeralah pergi dari sini”Ucapan Erik tajam
“Siapa kamu, sok sekali!! bisa kamu bayar uang 100 juta
__ADS_1
dengan bunganya”suara
wanita mantan mertua istrinya yang melihat seakan mengintimidasi.
“Dit !!!”bentakan sedikit terpancing emosi “iya tuan muda”jawabnya “urus semua, aku tidak mau diganggu”Erik dengan angkuhnya tak lagi mau menatap lawan bicaranya “baik tuan muda”lelaki yang merupakan salah seorang kepercayaannya.
“Ton,kalian urus kepindahan mertuaku segera ke rauang terbaik disini”sebuah instruksi Erik “baik Tuan”Jawabnya kompak sekali
“Nak apa kamu tidak salah orang ?”sosok mertua Erik yang masih penuh ambigu, dengan sigap yang telah dengan mudahnya memberikan semua itu, “bunda perkenalkan saya Refan Erik Strada, beberapa hari lalu saya sudah menikah dengan
putri bunda anda, Tyo Aulia Cahyaning Pramarta di karena pertimbangan banyak hal maafkan atas
kelancangan saya menikah tanpa meminta restu pada anda”Erik Mencoba menceritakannya siapa dirinya
Mendengar itu matanya nanar dan menangis sontak memeluk menantunya “apa itu benar,Tyo menikah denganmu ?”Ungkapan perasaan Ibu yang telah menerima
kebahagiaan sekaligus sebuah tanda tanya, masih dengan posisi memeluk Erik menjawab “benar Bunda, kami sudah menikah” dan suara tertahan itu di sambut pertanyaan bunda Ami “resmi maksudnya?!, sedikit ragu mengungkapkan kegaduhan
dalam hatinya” “iya, karena kami menikah dengan diam-diam dan keluarga saya sudah mengurus secara legal”Erik kembali menjelaskan
kekawatiran mertuanya, helaan nafas lega dengan kata “syukurlah, jaga anakku jangan sakiti Tyo”Bunda Ami dengan menerawang Erik
masalalu, “iya telah melakukan itu..‘ kata bunda Ami belum sempat terucap lengkap terpotong
“Maafkan
Erik bunda, kami ada masalah khusunya Erik sudah salah
sudah menyakitinya bunda, sampai Tyo pergi dimalam kedua pernikahan
kami, Erik salah bunda, Erik takut kehilangan anak bunda” Nada yang tadinya penuh
cinta kini telah tertunduk dengan air mata yang sudah menitik meski sesaat Erik menunduk menghilangkannya tapi bunda Ami tahu itu
“sayang bunda tahu, kamu anak baik bunda akan membantumu karena bunda sudah
merestuimu tanpa kamu minta”Bunda Ami memberikan angin segar buat Erik membuatnya “terimakasih bunda,” merekapunberpelukan
__ADS_1
“Bunda, segera makan yaa” Erik melihat makanan belum tersentuh “iya, tadi bunda belum sempat memakannya”Bunda Ami menjawab
“Apa boleh, Erik yang suapi” berbuah anggukan agak ragu dengan bumbu cerita masa
lalu yang membuat kebahagian terpacar dengan telaten Erik menyuapi mertuanya seakan rasa rindu seorang ibu terobati
sampai habis dan memberikan obat,saat itulah pintu terbuka
**ON**
“Maz Erik” dengan mengerjapkan mata beberapa kali seolah
mimpi, bammm ini kenyataan
“saying, suamimu datang kenapa malah hanya diam, siapa yang mengajarimu kurang ajar seperti
itu”
Suara bunda Ami membawanya kealam sadar
“Baik bunda,”Tyo sedikit terbata dan menarik tangan Erik dan menciumnya, dapat dipastikan Erik sangat senang melihat begitu patuhnya istrinya
melakukan itu dan hatinya bisa tenang sesaat melihat semua seakan baik baik
saja
Tondua berikutnya masuk melihat peri mereka baik baik saja
mereka senang “Non maafkan kami” “sudah tidak usah dibahas lagi, aku tahu bukan kalian yang membawanya kesini”Tyo menekannya kata
selanjutnya “tapi cinta serakah!!ku”dengan melirik sang suami menariknya kembali
mencariku takut bangkrut mungkin ?
“Tyo jaga bicaramu saying, bukanya barusan mantan mertuamu sudah menarik uang Nak Erik, banyak buat membayar hutang bunda” kembali
perlindungan bunda untuk Erik membuatnya menahan tangis
__ADS_1
jangan luoa like n
vote ya sobat