
Saling memberikan kehangatan menikmati kebersamaan sampai terjadilah yang mereka inginkan dengan penuh skema kenikmatan beberapa kali membuat mereka kesiangan keluar kamar toh rumah mereka tidak ada mertua juga bebas dong mau bangun siang
pukul 9 siang setelah melakukan ulah pagi Erik masih enggan untuk kembali kerutinitasnya memilih menenggelamkan kepalanya ke sikembar penuh sensasi milik istri manja sekali lebih dari sekedar bayi
Tyo : Pap bangun yuk mandi lapar dedek bayinya
Erik : bentar lagi sayang
Tyo : jadwal hari ini pap ke dokter jam satuan mau ikut ngantar ? Erik : benarkah itu dengan berbinar
Tyo : iya pap
Erik : dengan semangat 45 mengendong istri ke kamar mandi spontan membuat tyo terkejut
Tyo : maz hati hati
Erik : pasti sayang dengan segera meletakkan berlahan
Membiarkan airnya terisi dengan begitu punya waktu bermain sebentar dan satu jam baru selesai dan saling berganti baju dengan menada, Tyo terlebih dulu menyiapkan untuk Erik tidak kapel tapi gaya kekinian senada dengan gaya masing masing
Persiapan selesai mereka berjalan beriringan menuju ruang makan tiada yang berubah yang berubah hanyalah suasana yang makin hangat saja penuh harmoni
"Bik bibik bikin sarapan apa ?" Tyo
Bibik : Bubur ayam kuah kare ada non atau sayur sub tempe orek
"Hemmm.... minta dua duanya ya bik ," Tyo Laper
Bibik : Baik non dengan senang hati
Den ?
__ADS_1
Erik : apa saja bik ngikut
"baik permisi" Bibik
[beberapa saat]
makanan sudah tersaji dan semua ludes telah dinikmati seiring waktu membuat mereka segera beranjak dari meja makan
Maz boleh minta sesuatu ? Tyo menatap ragu akan suaminya
Erik : Iya sayang mau apa ?
"Mau makan siang lalapan boleh ?" Tyo
Erik : boleh sayang, ayo pingin yang dimana ?
" hemmmm cuman maunya nanti lalapannya dicocol kepala botak, "Tyo menjelaskan penuh ragu
Hee... hee... ketawa lirih Tyo saat melihat Ekspresi sang suami kebingungan dan hampir tak percaya
Bayangi aja tiba-tiba makan ditempat umum, dan mencari orang berkepala botak ditambah lagi makan lalapannya pakai dicocolin ke orang tersebut (ada yang lebih aneh lagi ? jejakin disini)
Erik : Ayolah yaang minta kayak gitu ? mana bisa ?? dengan nada bingungnya
"Ya udah biar anak kamu ileran saja"Tyo Dengan sewot memilih masuk kamar
[two hours later]
Erik dan Tyo menikmati kebersamaanya di salah satu restoran cukup ternama yang menyajikan banyak menu masakan termasuk lalapan
Tyo sendari tadi hanya diam tidak banyak kata, Erikpun demikian hanya mencoba beberapa kali mencairkan suasana tapi hasilnya nihil
__ADS_1
semua menu lalapan telah dipesankan yang kebetulan Tono dan Toni datang duluan sesuai instruksi majikan
Flahback
Setelah Tyo pergi dari meja makan Erik hanya bisa diam dan pasrah atas semua itu dengan kegalauannya, saat bersamaan Toni mengambil air minum di belakang tempat masak itu
Toni hanya bisa memandang dengan sedikit keingin tahuan melihat Erik diam dimeja makan, saat bersamaan Erik melihat Toni dan mata mereka saling bertahutan
"Den, permisi " Toni
Erik : Anggukan dan senyum simpul yang sedikit dipaksakan
Toni : Semoga bahagia Den dan tidak ada lagi masalah yang berarti sembari berlalu
hening......
"Ton Den Erik melamun," Toni
Tono : hanya tatapan penuh tanda tanya
"sungguh Ton, tidak seperti biasanya"Toni
Tono : Tak banyak kata melainkan langsung pergi masuk mencari tahu sendiri
Tono bertanya langsung ?
Iya
Tidak
Dua-duanya salah
__ADS_1