
Biik bibik
iyan Non maaf bibik ngelamunin apa ?
bibik kepikiran keponakan Bibik Non sidah lama tak ada kabar kembali aku mengingat wanda
ya nanti kita cari sama sama bik, jawabku kota sudah mau pulang bik
baik non saya kemasi dengan permisi masuk berberes, Sedankan Maz Erik baru selesai mandi dan nampak segar dengan hanya memakai celana pendek dan kaos
sudah ayo pulang setelah menyisir rambutnya dengan jari, anggukanku
Om sudah kasih obat serta jaga pola makanmu beberapa hari kedepan coba makan yang lembut dulu
Iya sudah menjelaskan berapa kali "Erik
jaga keponakanku ya dengan menepuk punggungku "baik Om
Dompet Kunci sudah kupegang dan dipelataran maz duduk dulu ya biar aku yang bawa bibik duduk.... belakang saja timpal Maz Erik
baik Den, Bibik
melaju Dengan Kecepatan Sedang beberapa menit sampai di tujuan
Bik nanti siang mumpung aku g kuliah kita belanja ya bik, sembari memarkir mobil
dan Done, yuk turun
aku yang sadar dipandangi Maz Erik kenapa maz ?
__ADS_1
tanpa menjawab langsung turun, maz jadi orang jangan nyebelin napa?! ngomel dan mengikutinya di belakang
bik minta tolong cuciin beras bisa ? baik non
memaruh kunci dan dompet disembarang tempat dan mendekat ke kulkas memilih beberapa sayuran segera ku cuci dan kupotong halus
ini non buat nasi lagi Non, iya Bik Buat Den Erik
terus sayurannya non buat dimasak sama ini bik, bikin nasi tem ada sayurnya, kalau bubur saja Den Erik dak suka semoga dengan ini suka memesak beberapa menit sudah siap ku mencobanya lumayan
dengan mengambil wadah juga sendok ku kekamarku lebih tepatnya kamar maz Erik sudah lebih dari seminggu bersamanya membuatku sekilas membuka lukaku
maz makan ini dulu cobain resep baru, dengan posisi tengkurang tak bergerak membuatku takut segera ku taruh makanan itu dan mengoncang kaki maz Erik blum takutku hilang tanganku secepat itu sudah didada bidangnya
Ma maz Gak apakan ? menyuman puas melihatku kawatir dan ciuman itu aku rindukan entah mulai kapan
maz makan dulu yuk ada banyak hal juga yang harus ku bicarakan dengan masih posisi diatas dan berbalik aku mencintaimu dan pergi melangkah teras belakang kamar yang strategis kemanapun bisa
aku tidak suka bubur "maz Erik
setidaknya hargai aku membuatnya untukmu memilih menaruh makanan itu dan pergi
Bik bibik kepalaku pusing, Bik dengan memegang pintu kamar
kamu kenapa sayang.... itu Den belum makan dari kemarin
Bik ponselku dimana di meja non, sengaja aku mengacuhkan maz Erik
ini non makasih bik, aku menepis pelat tangan maz Erik dan mencoba melihat ponselku
__ADS_1
Jangan keterlaluan!!! bentakan itu
aku yang sudah jengkelpun terpancing
Berbalik dan mengatakan, siapa yang keterlaluan?! aku?! iya aku memang keterlaluan berharap, iya berharap janjimu benar, berharap bisa disampingmu iya! iya!! aku keterlaluan takut bagaimana tanpamu, mana janjimu membuat lukaku sembuh melakukan sisanya untukku!!
pelukan itu menghentikanku, jangan diamkanku aku tak sanggup
aku makin berontak maumu apa maz?! mau sakit sampai kapan ? apa susahnya makan lunak toh.... ciuman itu membuatku sedikit berjijit tertarik maz Erik
pelukanku makin erat, dengan menikmati ciuman kemarahan ku berhenti saat harus bernapas dan mengatakan berjanjilah hidup lebih baik untukku, dan satu lagi jauhi minuman setan itu meski satu tetes hanya memandangku
Maz! iya janji
Sekali maz minum liat akupun akan lakukan itu untukmu ancamku
bik laper habis ngasih tausiah sama bayi besar,
Den "bibik
apa?! saat aku bingung melihatnya mengekor jarena setelah dengan mengancamnya aku keluar duluan
dengan tatapan itu aku tahu maz Erik ingin memakanku mmmaz aku laper
dengan memegang pingangku makin lekat, aku menyanyangimu jangan macam macam
satu macam dengan janjimu tadi, jangan macam macam ya kalau gak boleh tepati janjimu maz makin keras memegang pinggangku
kembali terdampar di dada maz Erik
__ADS_1
Erik yang aku tak begitu tahu asal usulnya ternyata anak seorang ternama didunia bisnis yang secara tidak langsung memisahkannya dengan orang tuanya karena kecelakaan pesawats saat dalam perjalanan bisnis