
Dan sekali lagi ia mengguncang tubuh Danial. Dia memang mengagumi ketampanan Danial, tapi setelah kejadian ini, ia muak karena kecewa.
"Bangun Danial! Bangun!" kian keras ia mengguncang tubuh itu.
"Nggg..., " Danial hanya mengguman tak jelas.
"Hey! Bangun!"
"Ada apa sih? " ucapnya dengan suara serak.
"Kamu apakan aku semalam, ha?!" Tiara berteriak sambil terisak.
"Kamu kenapa sih?" Danial membuka matanya.
"Kamu apakan aku semalam?!" sambil duduk seraya menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut, ia memukul dada Danial.
"Nggak ada apa-apa kok, " sahut Danial santai.
"Jawab pertanyaanku! Kamu apakan aku semalam?!" teriak Tiara lagi.
__ADS_1
Danial malah mengulurkan tangannya dan meraih tubuh Tiara untuk memeluknya. Tentu saja Tiara menepis tangan itu dengan kasar.
"Tia...." Danial bergerak bangkit, lalu diraih kembali tubuh Tiara.
Sekali lagi Tiara menyingkirkan tangan Danial dengan kasar.
"Aku sayang kamu, aku akan bertanggung jawab, sayang, " ucap Danial lembut.
"Kamu bajingan! Aku benci kamu!" Tiara memukul lengan Danial.
"Tapi aku sayang kamu. Buktinya aku nggak lari kan? Padahal kalau aku mau, aku bisa aja lari, atau melemparkanmu keluar sana, atau ke jalanan. Tapi nggak kan? Jadi kamu nggak usah nangis. Percayalah, aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahimu jika kamu mau.... "
"Tapi kalau sekolahmu sudah selesai, kamu mau nikah denganku kan?" suara Danial terdengar lembut.
Tiara diam.
"Aku sayang kamu, Tia. Sungguh aku sayang kamu, dan kamu boleh tinggal di sini selamanya jika kamu tidak berani pulang. Sufahlah, relakan apa yang sudah terjadi, lagian aku melakukannya dengan cinta. Kau mau menerima cintaku kan?"
"Itu bukan cinta, itu...."
__ADS_1
Tiara memandang wajah tampan Danial yang tersenyum lembut pada Tiara seolah ia tidak melakukan dosa apa pun.
"Ayolah, sayang, maafkan aku. Aku khilaf, aku lupa diri karena kamu terlalu mempersona. "
"Tapi kenapa dengan cara ini kamu melakukannya?"
"Karena kamu gadis baik, dan seorang gadis yang baik, tidak akan merelakan seorang lelaki yang bukan suaminya mengambil miliknya yang paling berharga, karena itu aku melakukannya dengan cara seperti ini. Tapi sekali lagi maafkan aku. Sungguh aku melakukannya dengan cinta. Dan kamu juga cinta aku kan?"
Karena Danial terus membujuk dan merayu, Tiara pun luruh dan jatuh dalam pelukan laki-laki yang baru tadi malam dikenalnya.
Danial memeluk mesra tubuh Tiara, dan kembali ia mencumbu mesra Tiara denga kerelaan dan kepasrahan gadis lugu itu.
Tiara tidak lagi memberontak, apalagi marah. Dia benar-benar pasrah dan menyerahkan seluruh jiwa raganya untuk Danial yang dipujanya.
Sebenarnya Tiara tidak berani pulang ke rumah tapi dia harus pulang rumah. Jika tidak, bagaimana sekolahnya? Namun begitu ada ketakutan dalam dirinya, ia takut Mama melihat perubahannya. Dia merasa dirinya sudah berbeda. Karena itu ia selalu berusaha menghindari pandangan Mama. Tapi di luar dugaannya, Mama ternyata biasa saja. Bahkan yang paling mengejutkan Mama masuk ke kamarnya dengan wajah penuh senyum dan tidak nampak sedikit pun kemarahannya.
"Mama minta maaf, karena tadi malam Mama berteriak-teriak dan membentak kamu. Padahal seharusnya Mama sadar, kalau kamu sudah dewasa dan sudah berpikir sendiri mana yang terbaik menurut kamu, " ucap Mama pelan.
Tiara memandang Mama kasihan dan juga merasa bersalah.
__ADS_1