CINTA PALSU

CINTA PALSU
MASALALU


__ADS_3

ingin rasanya lari pindah bumi andai bisa tapi apa yang terjadi saat lamunanku berlangsung sosok itu sudah di hadapanku


sifat angkuh arrogant itu masih sama, memang kami berbeda setrata ekonominya, inilah dunia penuh dengan teka teki juga kebetulan


Kamu ?!


sudah puas buatku malu Hah!!


Kenapa!! mau lari kemana kamu sekarang Hah!!!


Ayo ikut aku!! Perintanya


ndak ndak mau Maz, aku ndak mau


ayo!!!


kamu masih istriku


lepaskan maz pintaku berontak saat tanganku ditarik sesuka hatinya


sekuat kuatnya aku tetaplah wanita yang butuh perlindungan juga kepastian Tuhan bantu aku menatap ke sembarang arah berharap Maz Erik datang


aku pastikan segera mebatalkan semuanya, kamu istriku hanya untukku siapapun tidak boleh merebutnya dariku camkan itu!!!


ayo!! ikut aku


tidak!! aku tidak mau

__ADS_1


apa maumu?! hah!! semakin membuatku terpojok


kita sudah berpisah, dan itu maumu bukan mauku! mataku sudah penuh dengan sumber mata air alami


aku akan kembalikan semua! sembari memegang mukaku dengan angkuh


aku tidak mau dengan barisan air mataku yang mulai berbaris keluar


asalkan kamu tahu Aku tidak perduli !!


akanku lakukan apapun untuk mendapatkanmu!!


ayo !! pulang


tidak maz kita sudah pisah, dengan berontak atas semua perlakuan itu aku sudah tidak bisa bersamamu... aku tak mau mulai banyak mata tertuju pada kami membuatku tertunduk malu


masih menunduk


aku sudah katakan aku tidak perduli, aku inginkan semuanya kembali pulanglah bersamaku aku sudah mencarimu, aku tak ingin berpisah denganmu


maafkan kesalahanku kemarin


kenapa nada bicaranya mulai menurun batinku maz Erik segeralah kembali tuhan tolong aku masih dalam diamku dengan pelepasan tangisku


Tarikan tangan itu membawaku kearah yang lain dengan sesikit melihat hampir tidak percaya Maz Erik


Lepaskan, kalian sudah tidak ada ikatan

__ADS_1


Sekarang bahkan nanti dan ingat! berurusan dengannya aku sudah siap mati


Satu lagi jangankan satu orang sepertimu Hendra ribuanpun aku tidak perduli, kami permisi


Maz Erik merengkuhku dengan hati hati mengakhiri deritaku, sebentar kuambil barang tadi, ayo kita pulang anggukanku


dengan tetap saling berpegangan kamipun keluar menuju parkiran masuk dibukakan pintu maz Erik berputar masuk dan melihatku


aku tak bisa berkata hanya tertunduk dengan tangisanku


Sudahlah lupakan mimpi burukmu menatapku dengan teduh "maz Erik


ingin rasanya memelukmu mas menumpahkan semuanya aku takut akan semua itu


hapuslah air matamu dengan memberikan beberapa lembar tisu


anggukanku berusaha kuat meski belum seperti itu


istirahatlah kita kesuatu tempat pinta maz Erik


bagaimana bisa saat kenyataan tak lagi dengan sayang demgan kita harus istirahat bagaimana memejamkan mata kalau bayangan itu makin tajam menghujam pikiran, Tuhan apa yang harus aku lakukan ? berikan hamba jalan juga jawaban


pasang seatbeltnya kita jalan dengan memasangkannya muka dan bibir itu melintas dekat didepanku entah apa yang harus ku lakukan ?


mobil mulai melaju memecah keramaian kota entah kemana aku hanya diam tanpa kata, maz Erik yang beberapa kali melihatku tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sembari mulai mengatakan kita tidak pulang malam ini


aku hanya menatapnya tanpa kata kata disambut sebuah senyuman istirahatlah aku akan selalu ada untukmu dan biarkan sisanya aku yang menyelesaikan itu janjiku buatmu jangan ragukan itu, istirahatlah, tak akan ada lagi mimpi burukmu yang ada itu masa depan kita

__ADS_1


__ADS_2