
ingin rasanya lari pindah bumi andai bisa tapi apa yang terjadi saat lamunanku berlangsung sosok itu sudah di hadapanku
sifat angkuh arrogant itu masih sama, memang kami berbeda setrata ekonominya, inilah dunia penuh dengan teka teki juga kebetulan
Kamu ?!
sudah puas buatku malu Hah!!
Kenapa!! mau lari kemana kamu sekarang Hah!!!
Ayo ikut aku!! Perintanya
ndak ndak mau Maz, aku ndak mau
ayo!!!
kamu masih istriku
lepaskan maz pintaku berontak saat tanganku ditarik sesuka hatinya
sekuat kuatnya aku tetaplah wanita yang butuh perlindungan juga kepastian Tuhan bantu aku menatap ke sembarang arah berharap Maz Erik datang
aku pastikan segera mebatalkan semuanya, kamu istriku hanya untukku siapapun tidak boleh merebutnya dariku camkan itu!!!
ayo!! ikut aku
tidak!! aku tidak mau
__ADS_1
apa maumu?! hah!! semakin membuatku terpojok
kita sudah berpisah, dan itu maumu bukan mauku! mataku sudah penuh dengan sumber mata air alami
aku akan kembalikan semua! sembari memegang mukaku dengan angkuh
aku tidak mau dengan barisan air mataku yang mulai berbaris keluar
asalkan kamu tahu Aku tidak perduli !!
akanku lakukan apapun untuk mendapatkanmu!!
ayo !! pulang
tidak maz kita sudah pisah, dengan berontak atas semua perlakuan itu aku sudah tidak bisa bersamamu... aku tak mau mulai banyak mata tertuju pada kami membuatku tertunduk malu
masih menunduk
aku sudah katakan aku tidak perduli, aku inginkan semuanya kembali pulanglah bersamaku aku sudah mencarimu, aku tak ingin berpisah denganmu
maafkan kesalahanku kemarin
kenapa nada bicaranya mulai menurun batinku maz Erik segeralah kembali tuhan tolong aku masih dalam diamku dengan pelepasan tangisku
Tarikan tangan itu membawaku kearah yang lain dengan sesikit melihat hampir tidak percaya Maz Erik
Lepaskan, kalian sudah tidak ada ikatan
__ADS_1
Sekarang bahkan nanti dan ingat! berurusan dengannya aku sudah siap mati
Satu lagi jangankan satu orang sepertimu Hendra ribuanpun aku tidak perduli, kami permisi
Maz Erik merengkuhku dengan hati hati mengakhiri deritaku, sebentar kuambil barang tadi, ayo kita pulang anggukanku
dengan tetap saling berpegangan kamipun keluar menuju parkiran masuk dibukakan pintu maz Erik berputar masuk dan melihatku
aku tak bisa berkata hanya tertunduk dengan tangisanku
Sudahlah lupakan mimpi burukmu menatapku dengan teduh "maz Erik
ingin rasanya memelukmu mas menumpahkan semuanya aku takut akan semua itu
hapuslah air matamu dengan memberikan beberapa lembar tisu
anggukanku berusaha kuat meski belum seperti itu
istirahatlah kita kesuatu tempat pinta maz Erik
bagaimana bisa saat kenyataan tak lagi dengan sayang demgan kita harus istirahat bagaimana memejamkan mata kalau bayangan itu makin tajam menghujam pikiran, Tuhan apa yang harus aku lakukan ? berikan hamba jalan juga jawaban
pasang seatbeltnya kita jalan dengan memasangkannya muka dan bibir itu melintas dekat didepanku entah apa yang harus ku lakukan ?
mobil mulai melaju memecah keramaian kota entah kemana aku hanya diam tanpa kata, maz Erik yang beberapa kali melihatku tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sembari mulai mengatakan kita tidak pulang malam ini
aku hanya menatapnya tanpa kata kata disambut sebuah senyuman istirahatlah aku akan selalu ada untukmu dan biarkan sisanya aku yang menyelesaikan itu janjiku buatmu jangan ragukan itu, istirahatlah, tak akan ada lagi mimpi burukmu yang ada itu masa depan kita
__ADS_1