CINTA PALSU

CINTA PALSU
Episode 4


__ADS_3

Tiara baru tersentak ketika tangan Danial menyentuh dadanya, dan dia segera melepaskan diri dari pelukan Danial. Itu sudah keterlaluan, dan Tiara tidak bisa menerimanya.


"Kamu jahat ah, " Tiara memukul gemas tangan Danial.


"Sorry, aku lupa. "


"Kebiasaan kali, " Tiara cemberut.


"Sembarangan, " Danial tertawa riang seraya mengacau sayang rambut hitam Tiara.


Tiara mengendap-endap masuk ke dalam rumah. ia berhasil masuk dengan kunci duplikat yang ia curi sore tadi di lemari mama. Lampu di rumah sudah dipadamkan semuanya, tapi karena Tiara sudah kenal liku-likunya, dia tidak akan mendapatkan kesulitan melangkah menuju kamarnya dalam keadaan gelap seperti itu.


Namun saat ia menginjakan kakinya ke ruang tengah, tiba-tiba lampu menyala terang. Tiara terkejut sekali. Dan di dekat tombol lampu ruangan itu, bediri Mama dengan muka berang dan marah.


"Dari mana kau?!" teriak mama menggelegar.

__ADS_1


Tiara tidak menjawab.


Mama melotot tajam padanya, dan menelusuri tubuh Tiara dari atas ke bawah dengan matanya yang menyala merah.


Tiara tertunduk


"Baju apa yang kamu pakai ini, heh?! Mama mendekati Tiara yang memakai gaun ketat dan mini. "Baju apa ini?! teriak Mama. "Mama nggak pernah mengajari kamu berpakaian seperti itu! Pada diobral kemana- mana, bahu terbuka aurat di pamerkan!"


Tiara diam saja.


"Kamu bilang kamu cuman main sebentar dengan Ersa, tapi apa ini yang namanya sebentar?! Lain kali Mama tidak akan izinkan kamu keluar malam lagi!"


" Menikmati dengan cara seperti itu?! Mama nggak suka! Mama nggak melarang kamu main, tapi kamu tahu waktu dan aturan dong! Lalu siapa yang mengatar kamu tadi dengan mobilnya?! Laki-laki kan?! Anak gadis macam apa kamu! Pulang di antar laki-laki tengah malam dengan berpakaian seperti itu?! dari mana kamu mendapatkan baju ini, heh?! Mama menarik bahu Tiara. "Dari mana?!


"Mama keterlaluan! Mama seperti tidak pernah kenal muda dan tidak pernah kenal laku-laki saja!" teriak Tiara akhirnya, memberanikan diri untuk melawan Mama.

__ADS_1


"Tentu saja Mama pernah muda dan pernah kenal laki-laki, tapi tidak seperti ini! Mama tidak pulang larut malam! Mama tidak...."


"Kalau begitu Tiara nggak usah pulang aja sekalian!" Tiara merbalik, dan bermaksud ke luar kembali.


"Tiara!" Mama menyambar lengannya.


"Tiara nggak suka dengan aturan-aturan Mama yang kelewatan!"


"Ini semua Mama lakukan untuk kebaikan kamu...."


"Kebaikan apa Ma? Tiara jadi kuper, jadi nggak tau apa-apa karena selalu Mama larang ini-itu. Malah nggak boleh pacaran juga. Apa Tiara juga ngga boleh pacaran juga. Apa Tiara juga nggak boleh kawin nantinya, Ma?"


"Tentu saja boleh, Mama malah sudah pikirkan tentang hal itu dari dulu-dulu, " suara Mama merendah kini.


"Apa Ma? Dari dulu-Dulu, " Tanya Tiara tidak mengerti dan kaget.

__ADS_1


Mama mengangguk lirih. "Susah cari suami yang baik di zaman sekarang ini, banyak laki-laki yang hanya mengumbar kata-kata cinta tapi itu semua hanya kedok untuk menari kepuasan dan melempiaskan nafsu...."


"Itu nggak betul, banyak cowok yang baik, " sanggahnya, tapi di dalam hati Tiara agak setuju juga. Buktinya Danial tadi, baru kenal sudah berani nyium, malah tangannya sudah berani merayap ke mana-mana, dan dia melakukan bukan atas cinta. Tapi, apa benar Danial seburuk perkiraan Mama tentang laki-laki zaman sekarang?


__ADS_2