
Aku janji menghindari Alkohol itu dan janggan macam macam sedikit meninggi
semua.... kalah dengan ciuman lembut itu
mmmaz aku mau makan kepalaku sedikit pusing menjelaskan dengan menghindari ciuman itu lebih lama
bik ambilkan nasi yang dimasak istriku
yang dibelakang ? tanyaku sudah habis sayang
oh........ membulatkan bibirku
ini Den, non pengen makan apa ? mau bakso cuman.... ndak apa bik aku jalan aja ke ujung ada bakso biasanya
hemmm ambilkan ponselku sayang ku telponkan iya bisa aku berlari dan meraih ponsel di kamar
dan benar setelah maz Erik menelpon tunggu saja di depan, ayo sambil menikmati nasi buatanku
Pak Mamat kok pucet ? saat melewatinya
Pak Mamat baik baik saja kan ? sedikit kurang enak badan non nanti juga baikan
hemm Pak mamat istirahat dulu ada nasi team minta bibik bilang saya yang suruh terus istirahat dulu yaa, kami dirumah aja hari inj
anggukan ragu pak mamat, sudah nanti Den Erik saya yang kasih tahu
Yaaang.... ups maz
boleh aku minta sesuatu ?
Anggukan ? "maz Erik
aku mulai gemes dengan sifat Diamnya itu
aku mengutarakan dengan ala ala bahasa isyarat kadarnya membuat mas Erik bingun
dan meraih gemas padaku maz geli maz ampun tak tahan tangan jail itu
__ADS_1
bicara jangan pakai bahasa isyarat pintanya dengan masih memelukku
siapa yang ngajari ? tanyaku
dengan isyarat kembali menunjuk lawan bicaraku
iya iya maaf, bicarakan minta apa sebelun aku lupa?
lupa ? tanyaku
lupa ingin memakanmu dan membuka gerbang jawaban itu membuatku banyak rasa
sampai kapan aku harus begini maz hanya jadi bagian bebanmu aku tak lagi kuat melihatmu dengan semua ini aku takut kehilanganmu
sayang itu baksonya datang, sayang "maz Erik
mamaaf maz kepikiran Pak Mamat tadi g enak badan meski itu hanya alasan aku menepis air mataku keluar
melangkah menghampiri bakso dan penjualnya
ambillah maz liat pak mamat dulu... iya dengan anggukanku
menikmati makanan dan ada yang datang Permisi Non
sontak aku bingung melihat dua Orang waktu itu, masuklah pintaku
Pak Erik ada Non ? belum jawaban keluar
Maz Erik datang "kalian makanlah dulu menunjuk gerobak bakso baru berbicara denganku jangan terlalu dekat dengan istriku!! nada peringatan
Ba Baik Pak salah satu dari orang itu
andai maz tahu betapa aku terganggu atas kata Istriku saat sejauh ini hanya jadi tamu juga bagaimana statusku Tuhan tunjukkan jalanmu
Sayang... hemm kembali fokus kembali menikmati baksoku
sayang setelah ini maz mau bicara sama kedua orang itu, maksudnya maz sudah tahu dan memikirkannya untukmu
__ADS_1
seakan dapat ikatan bunga aku bahagia meski hatiku ada tanya atas nama bagaimana ?
makasih maz,
habiskan makanmu segera masuk " maz Erik
Iya Maz "jawabku
hemmm sayang satu lagi soal Wanda juga sudah, Wanda ? tanyaku iya sayang soal kuliah juga kerjaanya
makasih Maz, hay kenapa Sedih melihatku gagal memberikan informasi apapun semua sudah kuatasi semua sebuah kebetulan sayang
apapun akan maz lakukan buat Istriku Seorang dan kembali melanjutkan langkah yang sempat terhenti
akupun sudah menghabiskan makanku, melihat salah satu preman masuk dan yang satu diujung pintu melewatinya dan memberikan mangkok bakso ke penjual makasih
sama sama nyonya " penjual bakso
anggukanku ini sok tahu pakek nyonya
akupun berbalik masuk dan pintupun ditutupnya
aku hanya melihat dan berlalu, sayang suara dari ujung kamar yang tak pernah ku tahu
menatapnya sini ada yang ingin ku bicarakan padamu
menghampori lewat ruang tamu sebelum masuk pintu gerbang dalam
iya maz, sayang gimana mereka bekerja dirumah menjagamu juga membantu pak mamat apa boleh ? ya bolehlah maz yang perlu itu...
maaf Tuan Nona kami bisa jadi sopir juga penjaga malam, bagus kalau gitu jawabku, biat pak mamat bisa jaga taman baik non kami siap membantu
sudah lakukan tugasmu, perintah Erik
terimakasih Tuan
Maz makasih, pelukanku mendarat dengan balasan yang lambat akupun memilih segera berlari untuk mandi dengan mengutarakan aku mandi dulu maz
__ADS_1
masuk dari sisi lain rumah yang belum sempat ku tahu, lumayan lebar juga ni rumah