CINTA PALSU

CINTA PALSU
Hadiah


__ADS_3

di sudut ruangan Tyo senyum-senyum setelah melihat hasil test kehamilannya


flashback


saat Erik berkutat dengan leptop mempersiapkan ujian Tyo merasakan kram perut dan segera mengajak salah satu Tondua ke Dokter disalah satu klinik terdekat


tak perlu menunggu lama dan menerima penjelasan dengan pertanyaan yang banyak dan puas dengan pejelasan itu selesai, tidak langsung kekampus memilih pulang menganti rok jeans dengan baju longdress karena anjuran dokter sesampainya dirumah tanpa heboh segera masuk dan kembali dengan balutan dresspanjang kekinian serta berjalan kembali keluar dengan tas selempang yang tadi dikenakan


"Bund Tyo menyusul maz kekampus dulu ya, mungkin sudah pengumuman" "Iya hati hati"bunda


On


Dengan kecepatan sedang Tondua bergantian mengantar peri kecilnya dan sampai di tujuan Tyo mengatakan "Tondua pulang dulu saja, ntar aku pulang sama maz Erik" melanjutkan tujuan dengan melangkah cepat dengan celingak ceinguk melihat tempat ujian sepi dan melihat pengumuman ada nama suami di atas sendiri A+


Selamat sayang tapi dimana ?batinnya, Tyo bukan menelpon tapi langsung menuju parkiran dekat taman dan sontak saja melihat banyak wanita memberikan selamat dengan genit menghela nafas panjang dan memberikan pesan

__ADS_1


maz aku gak jadi datang send


Erik membaca tulisan itu dan kembali menekan tombol dan berderinglah telp Tyo pasti terdengar dari depan dengan sigap melihat ke beberapa arah Erik sudah menangkap keberadaan Tyo yang mematung


"Sayang tunggu disitu tidak usah datang aku yang kesitu" sudah didepan dan memeluk istrinya tanpa ragu


"Selamat yaang dapat terbaik, maaf tidak bisa menemani cuman aku ada hadiah kecil ini" Tyo dengan sengaja membuka tas kecil dan menarik hasil usg dengan dokter bukan memberikannya langsung tapi... membuat jeda "maz janji jangan marah ya ?" Tyo " iya, kenapa sayang "Erik


Maaf tadi aku bohong sama maz "Tyo dengan sedikit kaget dan mengernyitkan dahi Erik menatap intens sang istri dan mengatakan "Tadi kemana sayang ?"Erik dengan penekanan sedikit kecewa


"Tadi pas maz lagi belajar perutku kram, takut maz ga fokus aku putuskan ke klinik diantar tondua "Tyo


Senyum Tyo mengembang melanjutkan dengan memberikan foto gambar buram tepat di diantara mereka berdiri


"sayang ini apa ? "Erik

__ADS_1


"Tiket kencan" Tyo dengan sebel berharap lebih "bentuknya gak jelas sayang "Erik "Bentar maz, kepalaku pusing kita kemobil aja tiba-tiba pengen makan sambal mangga" Tyo "Yang jangan jangan kamu hamil ? "Erik dengan mendekap tubuh munggil istrinya dengan mendudukkan di kursi taman kampus "maz sini dibacain ini tanggal hari jam ini nama pemilik pernyataan" Tyo dengan mengelus perut datarnya Erik masih ekspresi datar seakan belum percaya menatap penuh pertanyaan....


"Eh setan datang" gumam Tyo masih bisa terdengar


"Kak selamat yaa"Ayu dengan tak melihat Tyo seenaknya bergelanjut pada Erik, dengan sopan menepis sembari mengucapkan "makasih" makin menjadi kecentilan "bisa dirayakan kak, ayo" Kembali Ayu sebuah ajakan dengan sedikit pemaksaan.


Tyo mengerti itu tak mudah, memilih beranjak ingin pergi tangan Erik menghalangi dengan tatapan penuh permintaan "Ayu, maaf aku tidak ingin merayakan apapun saat ini"Erik


Masih semangat Ayu membujuk Erik


Tyo menahan Kobar api dengan mengatakan "maz aku toilet bentar" hanya Anggukan ERIk "Anggukan


Cairan bening sudah merguguran Tyo memilih kursi panjang di koridor parkiran dengan menghapus air matanya dengan memegang malaikat kecil dalam perut datarnya menjadi kekuatan untuk pergi melangkah bukan untuk kembali melainkan mencari celah keluar dari rasa sakit dengan menghindar kembali kesalahan yang harusnya tidak dilakukan


"sayang sayang" Erik dengan panik sedikit berlari meraihnya dalam pelukannya Erik menemukan jawaban atas pertanyaannya

__ADS_1


Flashback


saat Tyo pergi ke toilet


__ADS_2