Cinta Para CEO Muda

Cinta Para CEO Muda
Anak yang tidak berguna


__ADS_3

Callista tiba di salah satu rumah kecil yang terletak dipinggir kota yang sudah terlihat buruk sekali dan seperti tidak layak lagi dihuni. Secara perlahan Callista mengetuk pintu dan terlihat sosok wanita paruh baya keluar dengan wajah yang baru saja tidur dan terganggu dengan kedatangan Callista.


"Callista ada apa dengan kamu, Nak?"


Mbok menyentuh seluruh tubuh Callista yang terlihat begitu acak-acakan sekali lalu Callista langsung tidak sadarkan diri untung saja Mbok dengan tanggap menagkap tubuh kecil itu.


"Astaga Nona apa yang terjadi Mbok membawa Callista ke kamarnya yang hanya memuat satu orang saja dan memperbaiki seluruh pakaian kali sayang begitu acak-acakan sekali.


"Bagaimana ini apa Tuan Willy sudah mengetahui keadaan Nona?" Mbok terlihat panik dan bingung harus melakukan apa dengan Callista lalu Mbok meraih ponsel Callista yang ada di dalam dompetnya namun Callista langsung terbangun dari pingsannya.


"Mbok," lirihnya


"Nak!" Mbok kembali meletakkan ponsel Callista dan mengambilkan air putih yang sudah tersedia di samping Callista.


"Minum dulu, Nak!"


"Nak, katakan apa yang terjadi?"


Tubuh Callista gemetaran ketika mengingat kejadian di Hotel bersama dengan seorang pria yang baru saja ia kenal hampir melakukan hal yang tidak wajar kepadanya terlebih lagi perkataan pria tersebut membuat tubuhnya bergetar hebat.


"Nak Callista ada apa?"

__ADS_1


"Mbok aku ... aku,"


"Katakan Nona!"


Tubuh Callista kembali bergetar dan langsung berlari ke kamar mandi untuk membasahi sekujur tubuhnya dengan air yang begitu dingin.


"Nona ini sudah malam apa yang anda lakukan," Mbok berusaha menghentikan tangan Callista yang terus membasahi tubuhnya.


"Mbok. Lepaskan aku sudah kotor dan tidak ingin disentuh oleh siapapun lagi!" berontaknya.


"Tidak, sudah mari kita masuk ke dalam kau bisa masuk angin nanti." Mbok menarik tangan Callista ke dalam sedikit kasar memaksa lalu mengeringkan tubuh yang sudah mulai membiru.


"Minum, Nak!"


"Nak, katakan ada apa cerita kepada Mbok,"


"Mbok," lirihnya lalu memeluk Mbok begitu erat sekali sambil menangis.


"Mbok tahu Nona belum siap ya sudah lebih baik Nona istirahat dulu tenangkan pikiran,"


"Maaf Mbok." Mbok hanya tersenyum lalu mengusap kepala Callista telan lalu beranjak keluar.

__ADS_1


Kini hanya Callista sendiri di dalam ruangan kecil tersebut sambil memeluk kedua lututnya air matanya bahkan terus bercucuran membasahi kedua pipi mulusnya.


"Aku kotor."


Calista kembali memeluk erat tubuhnya karena membayangkan aksi Ronald yang begitu mengerikan sekali, semakin larut Callista lelah dan tidak sadar sudah terlelap sambil memeluk tubuhnya.


Pagi hari di rumah sederhana Kanita mendapatkan laporan dari Ronald bisnis yang mereka harus batal karena Callista telah menolaknya dan tidak menunggu jawaban dari karnita, Ronald langsung memutuskan hubungan dan kembali ke luar negeri dengan perasaan kecewa dan kali ini dia ditolak oleh wanita.


"Anak yang tidak berguna aku begitu sulit mengatur rencana ini lalu kau dengan mudahnya menolak Ronald ... Callista tunggu kau harus kembali dan bekerja lagi denganku."


Kanita benar-benar sudah tidak waras lagi hanya karena uang dia rela membuat hidup Callista menderita tidak ad yang tahu kenapa Kanita selalu tidak pernah menyukai Callista dan lebih suka terus melihatnya menderita lalu langsung puas.


***


Hay Kak jangan lupa diberi🙏


\=>Vote


\=>Like


\=>Komen

__ADS_1


\=> Share ke tiap Grup chat


Salam hangat dari author PERA🤗


__ADS_2