
Betul saja Willy sudah nekat malam itu berangkat ke Swiss menimba ilmu lebih dalam dan lebih baik lagi bersama Baron dan Rahadian. Para orang tua telah mengantar mereka ke bandara dengan menggunakan jet pribadi milik Johan Burk yang sudah disiapkan membawa mereka ke negeri sebelah.
"Mommy maaf Willy pergi mendadak," ucapnya lirih.
"Tidak apa-apa Boy belajarlah dengan baik buat keluarga Burk semakin lebih baik jika kamu selesai pelatihan," ucap Letizia lembut.
"Kau harus lebih baik dari Daddy, paham!"
"Iya Daddy, Mommy."
Willy menghampiri Rayan yang begitu setia sekali mendampingi keluarganya sampai sekarang ini, semua anggota keluarga begitu sibuk dengan keberangkatan mereka bertiga.
"Paman," lirih Willy.
"Tuan muda saya akan berjuang terus mencari Nona Callista," ucap Rayan sambil menunduk hormat dan tidak berani menatap Willy merasa tidak layak karena tidak menemukan Callista sampai sekarang.
"Kau tahu Paman sampai kapanpun aku tidak akan melupakan Callista sebelum mengetahui kebenarannya, bagaimanapun keadaannya Paman ... temukan Callista!"
"Baik Tuan muda."
__ADS_1
Willy, Baron dan Rahadian berangkat ke Swiss malam itu jelas terlihat wajah sedih Letizia melihat keberangkatan Putra satu-satunya. Rayan memberi hormat dan berjanji akan menemukan Callista bagaimanapun keadaannya karena tidak mau gagal untuk kedua kalinya cukup dulu Nyonya Letizia membuatnya pusing.
Perjalanan menuju ke Swiss, Willy memejamkan kedua bola matanya terlihat bulir bening dari sudut. Baron yang sama halnya merasakan sakit memejamkan kedua bola matanya. Pujaan hati yang meninggalkan kedua pria tampan ini benar-benar mengubah diri mereka detik itu juga. Berbeda dengan Rahadian yang sedikit tertutup mengenai hubungan asmaranya yang lebih dulu diputuskan sang pujaan namun mampu menyembunyikan dengan wajah polosnya.
International education fair Swiss kampus terbaik yang pernah ada di negara tersebut, banyak orang-orang yang ingin bergabung namun hanya orang terpilihlah yang mampu bisa masuk ke dalam sana. Willy, Baron dan Rahadian mereka bertiga menapakkan kedua kaki panjangnya memasuki gerbang dengan gaya cool yang mampu menghipnotis para kaum hawa yang membuat hati mereka berdebar-debar.
"Bukankah mereka pria yang diisukan beberapa hari ini?"
"Kamu betul mereka adalah tiga pria tampan yang sudah ditunggu para kaum hawa di fair ini,"
"Mereka adalah calon-calon masa depan CEO muda,"
"Apa kalian sudah tahu mereka memiliki pasangan?"
"Siapapun pasangan mereka hanya Putri fair yang akan menaklukkan mereka lihat saja."
Mereka yang sebagian warga asing dan warga asli dari negara tersebut membicarakan Willy, Baron dan Rahadian tidak henti-hentinya seketika nama mereka langsung naik daun di kampus tersebut dan menjadi bulan-bulanan para kaum hawa.
Kira-kira siapakah Putri fair yang dikatakan para wanita kampus tersebut?
__ADS_1
Willy, Baron dan Rahadian yang sudah memasuki areal kampus mereka langsung menyusun barang bawaan mereka dan langsung belajar tanpa memperdulikan tubuh mereka yang sudah lelah akibat perjalanan panjangnya.
"Bang, aku bosan di sini?" ucap Baron sambil memandang keluar banyak pohon dan halaman yang begitu luas.
"Nikmati saja Baron!" jawab Willy sambil berkutat pada laptop miliknya.
"Jadi seperti ini namanya tinggal di asrama," gumam Baron sambil membayangkan sosok pujaan hatinya yang belum di tahu bagaimana kabarnya. Rahadian masuk wajah polos dan menghampiri mereka berdua.
***
Hay Kak jangan lupa diberi🙏
\=>Vote
\=>Like
\=>Komen
\=> Share ke tiap Grup chat
__ADS_1
Salam hangat dari author PERA🤗