
Callista mulai mengerjakan kedua bola matanya sinar matahari telah mengenai wajahnya dan rasa lapar mulai menyerang perut ratanya. Callista bangun dan melihat wanita paruh baya membawakan nampan dan menaruh di atas meja kecil.
"Nak, kau pasti lapar makan, 'lah!"
"Terimakasih Mbok," ucapnya pelan. Secara perlahan Callista sarapan pagi begitu lahap dan tidak memperdulikan Mbok yang melihat ia miris dan memprihatinkan.
"Maaf Mbok aku sudah merepotkan," ucap Callista setelah selesai sarapan.
"Tidak apa-apa Nak," Callista memeluk Mbok begitu erat dan air matanya kembali keluar.
"Nak, kalau tidak keberatan cerita kepada Mbok," ucap Mbok sambil menguap punggung Callista pelan.
"Mbok aku tidak mau kembali ke rumah," isaknya.
"Kenapa, Nak?"
"Mbok Ibu ... Ibu telah menjebakku," kembali tubuh Callista bergetar hebat.
"Tenang Nak pelan-pelan cerita," ucap Mbok lembut.
"Ibu tega Mbok melakukan hal tidak wajar kepadaku dia ... dia."
Callista menceritakan semuanya yang terjadi dengan ia semalam Mbok begitu terkejut dan memegang dadanya menahan detakan yang begitu kencang.
"Nak!" Mbok memeluk Callista begitu erat sekali dan memberikan kehangatan. Mbok tidak habis pikir Kanita tega melakukan hal tersebut kepada Callista.
__ADS_1
"Mbok aku tidak ingin siap yang mengetahui keberadaanku aku ... aku takut Mbok," tangisnya.
"Bagaimana dengan Tuan muda, Nona?"
Callista terdiam dan pandangannya kosong bagaimana tidak dari kemarin ia belum mengabari Willy.
"Nona anda baik-baik saja?"
Callista buang nafas kasar lalu beranjak dari tempat tidur menatap keluar sebentar pikirannya saat ini buntu, hal yang baru saja ia alami adalah hal yang tidak pantas lagi di miliki siapapun pada dirinya. Mungkin ini terdengar berlebihan namun, bagi Callista ini tidak.
Kedua bola mata Mbok terbelalak melihat Callista melepaskan benda yang ada jari manisnya dan menyerahkan kepada Mbok.
"Mbok berikan ini kepada Willy melalui kurir ekspres dan ia akan tahu aku kenapa mengembalikan miliknya ini!"
"Ke-kenapa, Nak?"
"Pria itu hanya menyentuh tengah kamu Nak dan Tuan muda tidak akan mengetahuinya jika anda tutup mulut," ucap Mbok sedih.
"Mbok aku tidak mau mengecewakan Willy aku gagal Mbok menjaga diriku," Callista memeluk tubuhnya membayangkan Ronald telah menjamahnya.
"Nak tenang, 'lah!" Mbok memeluk tubuh langsing Callista tanpa Mbok sadari air matanya menetes sakit dan sesak apa yang telah di alami oleh Callista.
"Mbok aku sudah tidak kuat berikan benda itu kepada Willy aku mohon!" Callista histeris dan menangis di pelukan Mbok dan air matanya sudah membasahi pakaian Mbok.
Mbok tidak pernah habis pikir dengan Callista di tatapnya benda yang sudah di bungkus begitu rapi, hati Mbok tidak kuat hendak memberikan benda tersebut kepada kurir yang sebentar lagi akan sampai ke tangan Tuan muda Willy.
__ADS_1
"Semoga anda mengerti suatu saat Tuan muda jangan membenci Nona Callista."
Mbok masuk kembali ke dalam dan melihat Callista sudah siap hendak meninggalkan tempat tinggal Mbok yang sudah ia anggap Ibu kandungnya selama ini.
"Nak!"
"Mbok terimakasih sudah menolongku aku akan pergi Mbok dari kota ini," ucapnya berusaha tegar.
"Nak kau akan tinggal di mana nanti? Kuliah kamu bagaimana?"
"Deg!"
"Aku ... aku sudah tidak membutuhkan itu lagi Mbok!"
***
Hay Kak jangan lupa diberi🙏
\=>Vote
\=>Like
\=>Komen
\=> Share ke tiap Grup chat
__ADS_1
Salam hangat dari author PERA🤗