Cinta Para CEO Muda

Cinta Para CEO Muda
Melupakan tempat ini


__ADS_3

Semua mahasiswa yang ada di kampus melakukan kegiatan masing-masing sama halnya dengan Willy, Baron dan Rahadian mereka fokus belajar agar bisa secara bersamaan lulus dan magang ke luar negeri untuk melakukan pelatihan khusus menjadi calon pemimpin yang baik.


"Willy sebentar lagi kita akan lulus," ucap Baron.


"Terus kalau lulus kenapa?" jawabnya cuek.


"Hei kau dingin sekali tentu kau tidak ingin ikut ke luar negeri bersama kita?"


"Akan aku pikirkan," ucapnya datar.


"Willy kau butuh suasana baru biar pikiran sempit yang bersarang itu tidak buntu,"


"Baron aku-"


"Tinggalkan negara ini Willy kau butuh refreshing saat ini."


"Betul Kak apa yang dikatakan Kak Baron cobalah pergi ke luar negeri menenangkan pikiran Kakak, lagian kita tiga selalu bersama jadi apapun yang terjadi di antara kita mari membantu," tambah Rahadian.


"Kenapa isi kepalamu encer, Rahadian?" ledek Baron.


"Baru aku isi Kak,"


"Pakai apa?"

__ADS_1


"Ini." Rahadian menunjukkan botol air mineral yang baru saja dia beli ketika mau menghampiri Willy dan Baron.


"Dasar!"


Mereka bertiga tertawa bersamaan mendengar jawaban polos Rahadian yang sedikit menghibur.


Tidak ada lagi sapaan indah di terima Willy dari fans yang selalu memberinya semangat seketika hilang begitu saja sama halnya dengan Baron dan Rahardian mereka berdua stop memberikan ilmu gratis kepada mahasiswa semenjak kepergian Callista seketika kampus tidak ada warna lagi.


Willy pergi meninggalkan kedua saudaranya tersebut membawa mobil mewahnya ke tempat yang paling spesial buat dia dan Callista yaitu puncak.


"Aku kembali kau lihat tempat ini tidak ada berubah dan warna dan keindahan puncak ini telah hilang semenjak kepergianmu ... lihatlah mulai hari ini aku akan melupakan tempat ini."


Tidak tahu apa yang ada dipikiran Willy sampai meninggalkan puncak dengan wajah dingin dan datarnya lalu, kembali menuju ke Mansion langsung membersihkan diri tanpa menyapa kedua orang tuanya, bagi Letizia dan William sifat Willy saat ini mereka abaikan dan biarlah waktu mengembalikannya.


"Ada apa?' tanya William sambil melihat layar monitornya.


"Daddy Willy memutuskan memulai pelatihan di luar negeri bersama Baron dan Rahardian bulan depan," William terperanjat kaget lalu dia hentikan pekerjaannya menatap lekat wajah Putranya tersebut.


"Kau serius, Willy?" tanya William lagi.


"Iya Daddy,"


"Bagus, Rayan akan mengurus semua keperluanmu."

__ADS_1


Willy keluar dan menuju ke kamar pribadinya dihempaskannya tubuh kekarnya tersebut kalu menatap langit kamarnya yang berwarna biru.


"Callista," lirihnya sambil memejamkan kedua bola matanya.


Letizia menyuruh Maid memanggil Willy Leonore agar makan malam bersama terlihat jelas raut wajah Willy yang beda menikmati semua makan malamnya tanpa bicara dan menoleh sedikitpun, Letizia merasa sakit melihat Putranya itu namun William menggeleng membiarkannya.


Mereka semua berkumpul di ruang tengah sambil menikmati buah kesukaan keluarga tersebut yaitu strawberry.


"Daddy, Mommy Leonore ingin pelatihan di luar negeri setelah lulus boleh tidak?" ucapnya.


semua terperanjat kaget mendengar perkataan Leonore barusan bagaimana tidak, Wiliam mengetahui Willy sudah memutuskan untuk melakukan pelatihan dan terlebih lagi Leonore usianya sangat muda untuk ditinggalkan seorang diri di negara asing.


***


Hay Kak jangan lupa diberi🙏


\=>Vote


\=>Like


\=>Komen


\=> Share ke tiap Grup chat

__ADS_1


Salam hangat dari author PERA🤗


__ADS_2