
Willy mengeryitkan dahinya menerima paket dari Maid berulang kali di bolak-balik dan melihat ada nama pengirim yaitu Callista. Willy membuka dan benda kecil terjatuh ke lantai, kedua bola mata Willy terbelalak karena benda itu merupakan pemberiannya kepada Callista.
"Callista," gumam Willy sambil memperhatikan cincin tersebut lalu tanpa Willy sadari sepucuk kertas kecil terselip bungkusan tersebut.
Wajah Willy mengeras dan ke dua bola matanya memerah membaca isi kertas tersebut.
"Kau meninggalkanku Callista, kau pergi dari hidupku tidak! Aku tidak terima tidak akan pernah Callista."
Benda yang ada di sekelilingnya seketika terbalik semua dan para penghuni Mansion kaget mendengar suara ribut. Letizia dan Leonore yang kebetulan berada di dapur kaget dan langsung menghampirinya Willy yang sudah tidak bisa di artikan lagi.
"Willy, Kak!"
"Mommy jangan menghentikan Willy!"
Leonore melihat tangan Willy sudah mengeluarkan darah segar dan mengenai lantai.
"Tangan kakak berdarah," pekik Leonore. Willy tidak peduli dan membalikkan meja yang ada sampingnya, Letizia dan Leonore menjerit melihat aksi Willy yang pertama kali seperti ini.
"Willy hentikan!" bentak William pertama kali untuk Putranya yang sudah terlihat kacau.
"Daddy, Mommy, Callista," ucapnya lemas lalu tergelatak di lantai dan air matanya untuk pertama kalinya Willy menitikan air matanya. Letizia merasa sakit melihat Putranya tersebut seperti ini lalu dia peluk begitu erat.
"Willy katakan ada apa dengan, Callista?"
"Callista pergi Mommy," ucapnya lirih.
__ADS_1
"Daddy bukankah ini cincin pemberian Kak Willy kenapa ada di sini?" tanya Leonore. William meraih cincin tersebut dan memperhatikan dengan seksama, wajah William terlihat datar.
"Katakan dengan jujur apa kalian sedang ada bermasalah?"
"Tidak Daddy," jawab Willy pandangannya kosong.
"Daddy akan menghubungi Rayan dan mencari tahu perihal ini,"
"Daddy aku yang akan pergi mencari Callista," Willy bangkit dan mengusap wajahnya baginya air matanya ini merupakan hal yang memalukan bagi dia yang sudah menunjukkan sisi lemahnya kepada keluarganya.
"Tidak boleh kau sedang tidak dalam baik Willy," tolak Letizia.
"Mommy, Daddy Leonore akan menemani Kak Willy,"
"Iya Mommy."
Leonore menatap wajah saudara kembarnya yang kelihatan dingin dan datar, untuk pertama kalinya Leonore melihat Willy seperti ini. Dalam perjalanan menuju ke rumah Callista, Willy sesekali mengubungi Callista tapi tidak ada jawaban.
"Kak tenanglah aku yakin Callista akan baik-baik saja,"
"Leonore kau tidak tahu perasaanku sekarang ini,"
"Kalau boleh tahu kenapa Callista mengembalikan pemberian Kakak?"
"Callista hanya mengatakan kami pasangan yang tidak cocok Leonore, Kakak tidak percaya hal ini tidak mungkin Callista melakukan ini kepadaku secara tiba-tiba,"
__ADS_1
"Tidak logika juga sih Kak," ucap Leonore dengan nada kecewa.
"Aku sangat mencintainya Leonore," lirih Willy.
"Aku tahu Kak. Oh ya aku merasa kog aneh kenapa Callista mengembalikan cincin Kakak secara tiba-tiba. Apa kalian sedang berantem?"
"Tidak Leonore hubungan kami baik-baik saja baru kemarin kami mengobrol dan ... dan pagi ini,"
"Tenangkan diri Kakak Callista akan baik-baik saja Kak."
Wajah Leonore bingung melihat bangunan sederhana namun terlihat mewah, Willy langsung menekan bel dan tidak lama wanita muda keluar dengan pakaian khas orang barat namun tidak cocok. Leonore terbelalak dan ingin mengeluarkan sesuatu dari perutnya melihat penampilan wanita yang ada di hadapannya ini.
***
Hay Kak jangan lupa diberi🙏
\=>Vote
\=>Like
\=>Komen
\=> Share ke tiap Grup chat
Salam hangat dari author PERA🤗
__ADS_1