
Hari pertama memasuki suasana baru bagi Willy, Baron dan Rahadian yang masuk secara bersamaan dengan gaya masing-masing. Memilih duduk di depan ketimbang di belakang karena ingin fokus mendapatkan ilmu bukan menggosip. Sosok wanita muda masuk membuat para kaum Adam tidak akan berkedip melihatnya.
"Cantik sekali,"
"Bidadari,"
"Putri fair," bisik-bisik para siswa pelatihan.
Willy, Baron dan Rahadian tidak tergoda akan kedatangan wanita muda tersebut dan tetap fokus belajar sebelum kedatangan dosen yang mengajari mereka.
"Pria yang sangat menarik aku menyukainya," ucap wanita tersebut yang tidak lain adalah Dita. Mereka tunggu akhirnya datang dosen dan para pembimbing masuk.
"Tuan muda Burk!" ucap pria asing tersebut sambil menghampiri Willy.
"Halo Tuan," balas Willy ramah.
"Suatu kehormatan besar mendidik anda Tuan Burk," tambahnya.
"Thanks you Sir mohon bimbingannya," balas Willy sopan. Semua yang ada di ruangan berbisik-bisik mengenai Willy, mereka tidak mengetahui siapa Willy dan kedua saudaranya ini.
__ADS_1
"Siapa pria muda ini kenapa si Tua bangka itu begitu menghormatinya," ucap Dita sambil mengusap bibir tebalnya.
Pelajaran dimulai dan berbagai tentang dunia bisnis dan ekonomi telah dipelajari mereka hampir dua lamanya, semua yang ada di dalam ruangan tersebut hanya ada dua puluh orang saja yang terpilih. Masih satu hari Willy, Baron dan Rahadian menyesuaikan diri dan belajar banyak ilmu mereka raih. Semua memberikan pujian kepada Willy, Baron dan Rahadian.
Willy, Baron dan Rahadian hanya bisa tersenyum manis lalu kembali ke asrama untuk bersiap melakukan acara selanjutnya yaitu makan malam bersama dengan para petinggi kalangan CEO di seluruh dunia.
"Aku harus bisa memikat antara satu para pria tampan itu mereka adalah sumber uang berikutnya jika mengandalkan Ibu di kampung aku mana bisa sampai di sini," ucapnya sambil memoleskan lipstik merah cabai di bibir tebalnya.
Willy Baron dan Rahadian yang selalu kompak dan terus bersama malam ini bersamaan mengenakan setelan jas berwarna biru dongker. Memasuki hotel bintang lima di kota A, para wartawan tidak mau diam dan mengabadikan momen ketiga pria tampan tersebut yang begitu gagahnya.
"Bagaimana perasaan anda Tuan diundang ke acara ini?" tanya wartawan.
"Dan Tuan-tuan?"
"Mari kita menikmati dengan penuh bahagia," jawab mereka bersama membuat wartawan diam dan tidak mampu lagi bertanya.
Ternyata dibalik layar dengan senyuman manis Willy membuat wanita cantik di belahan bumi yang tidak ada satu orangpun yang mengetahuinya tersenyum sambil menitikkan air matanya.
"Senyumanmu tetap tulus Willy teruslah seperti itu," ucapnya sambil mengusap air matanya.
__ADS_1
Dita yang sudah berada di acara makan malam terlihat begitu cantik dan glamor begitu banyak pandang mata melihatnya begitu kagum akan kecantikannya namun, Dita menepiskannya dan fokus mencari ketiga pria tampan yang akan membuatnya semakin haus. Apalagi ini saatnya baginya untuk membangun kembali sumber uang masa depannya dengan bentuk cara apapun.
Senyum miring terlihat di bibir tebal Dita melihat ketiga pria tampan yang sudah sedari tadi ditungguinya memasuki ruangan dengan aura ketampanan mereka yang semakin membuat para kaum hawa menjerit-jerit.
"Malam ini kalian antara satu akan menjadi milikku lihat saja." Dita sambil menghampiri mereka bertiga berjalan dengan gaya yang begitu menggoda sekali.
***
Hay Kak jangan lupa diberi🙏
\=>Vote
\=>Like
\=>Komen
\=> Share ke tiap Grup chat
Salam hangat dari author PERA🤗
__ADS_1