Cinta Para CEO Muda

Cinta Para CEO Muda
Menunjukkan perhatiannya


__ADS_3

Malam itu Willy tidak bisa tidur terus menatap layar ponselnya Cinta dan pujaan hatinya yang sudah lama hilang bak di telan bumi akhirnya muncul dengan wajah yang beda dan terlihat dewasa.


Tunggu aku Callista kali ini kau tidak akan lolos dari jangkauanku." Willy memeluk ponsel miliknya seketika tidur tanpa minum obat.


Rayan mendapat perintah dari Willy mengawasi Callista duapuluh empat jam, memberitahukan semua kegiatannya tidak boleh lewat sedikitpun terlebih lagi, tugas yang memberatkan Rayan saat ini mencari tahu kenapa Callista bisa berakhir dan meninggalkan keluarga.


Pagi buta Willy, terlebih dulu bangun dan meraih ponsel miliknya melihat laporan Rayan kegiatan Callista. Wajah tampan Willy memerah, keras pemandangan indah Callista bersama dengan seorang pria dan anak kecil.


"Callista kau." Tenggorakan Willy tercekat melihat mereka yang sudah seperti keluarga harmonis.


Willy, Baron dan Rahadian belajar keras untuk meraih gelar mereka menjadi CEO terbaik kelak nanti bisa menggantikan posisi orang tua mereka. Jam istirahat seperti biasa Dita, menghampiri mereka di ruang terbuka.


"Hai!" sapa ya sambil melambaikan tangan Baron merespon sedikit tersenyum.


"Hai," balasnya. Willy dan Rahadian mendengus kedatangan Dita yang mengganggu konsentrasi mereka yang sedang belajar.


"Apa aku mengganggu kalian, maaf?"


"Tidak." Dita duduk di samping Baron sesekali melirik Willy yang begitu tampan sekali.


"Apa kau sudah makan siang, Dita?" tanya Baron untuk pertama kalinya menunjukkan perhatiannya kepada Dita.


"Belum aku baru saja keluar dari perpustakaan dan melihat kalian di sini," jawabnya lembut, dalam hati Dita begitu senang Baron secara perlahan mulai menunjukkan perhatiannya kepadanya ketimbang dua pria es batu di sampingnya.


"Bang, Rahadian kalian tidak lapar?"

__ADS_1


"Tidak!" jawab mereka berdua bersamaan.


Willy dan Rahadian saling pandang melihat Baron menggenggam tangan Dita. Willy merasa ingin mengeluarkan sesuatu dari perutnya meihat pemandangan tersebut, kecewa kepada Baron telah berpaling hatinya kepada Dita dan melupakan Emma begitu saja.


"Wanita penjilat," dengus Willy.


"Siapa, Bang?"


"Tidak ada."


Willy bergegas meninggalkan Rahadian dan memilih menyendiri memperhatikan video yang baru dikirim Rayan perihal Callista.


"Kenapa aku merasa kau sudah tidak ada lagi di hatimu Callista lihat saja kau akan aku buat berketuk lutut kembali kepadaku."


"Dita boleh aku bertanya?'


"Boleh silahkan,"


"Maaf kalau boleh tahu keluargamu dari clan mana?"


"Deg!"


"Kenapa?"


"Jangan katakan itu Baron," ucapnya sedih.

__ADS_1


"Maaf aku bukan bermaksud, aku tidak akan pernah membicarakan soal ini lagi,"


"Tidak apa-apa Baron." Dita tersenyum kecil.


"Kalau dia mengetahui aku keluarga clan paling kecil mau taruh di mana wajahku?" ucap Dita dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


Mereka kembali ke ruangan mengikuti pelatihan dari CEO terbaik di dunia mempelajari lebih dalam dunia bisnis dan ekonomi.


Enam bulan telah berlalu, Willy semakin giat meraih impiannya demi wanita pujaan hatinya, menunggu delapan bulan lagi mereka akan kembali ke tanah air. Godaan apapun yang dialami Willy selama menimba ilmu di negeri orang tidak pernah tergoda sedikitpun.


Jadilah pria yang gentleman's dan pemberani melindungi orang yang anda sukai by Pera.


***


Hay Kak jangan lupa diberi🙏


\=>Vote


\=>Like


\=>Komen


\=> Share ke tiap Grup chat


Salam hangat dari author PERA🤗

__ADS_1


__ADS_2