Cinta Para CEO Muda

Cinta Para CEO Muda
Hotel milik anda


__ADS_3

Leonore rasanya ingin mengeluarkan sesuatu dari perutnya melihat penampilan wanita di hadapannya ini. Willy yang merasa tidak sabar lagi langsung menghampiri wanita tersebut.


"Kalian siapa?" tanya ya sambil memperhatikan Willy dan Leonore dari atas sampai ke bawah dengan tatapan sinis.


"Apa benar ini rumah Callista," ucap Willy sopan.


"Benar kalian siapa dan mau apa dengan wanita malas itu?" Leonore dan Willy saling pandang.


"Kami teman kampusnya kami mau bertemu dengannya,"


"Dia sudah pergi!"


"Kalau boleh tahu kemana Nona?" Willy berusaha tetap tenang dan menahan emosi kalau bukan ada Leonore mungkin Willy sudah tidak bisa di artikan lagi.


"Cari saja sendiri aku tidak peduli." Wanita tersebut masuk ke dalam dan membanting pintu begitu kencang.


"Dasar Tante-tante tidak ada sopan santun!" Leonore berteriak begitu keras kesal mendengar perkataan wanita tersebut. Willy lemas dan kedua tangannya terkepal begitu kuat.


"Kak, kau baik-baik saja?"


"Kita pergi Leonore hanya ada satu tempat di mana Callista saat ini berada,"


"Kemana, Kak?"


Willy tidak menjawab dan mengambil alih mobil Leonore langsung menancap gas membelah jalan raya yang cukup padat tidak memperdulikan pengendara lain sedang memaki mereka.


"Kak pelan-pelan aku masih ingin hidup!" teriak Leonore.


"Aku tidak mau kehilangan Callista Leonore apapun yang terjadi." Wajah Willy sudah mengeras dan ke dua bola matanya memerah.

__ADS_1


"Iya tapi bukan seperti ini, Kak!" Willy tidak menjawab dan akhirnya mereka telah tiba di Toko buah tempat Callista bekerja.


"Toko Buah CA?" ucap Leonore sambil melihat sekelilingnya dan orang-orang sibuk bekerja. Willy main masuk saja ke dalam dan tidak memperdulikan tatapan para karyawan Callista.


"Callista!"


Ruangan Callista tidak ada siapapun bersih dan rapi. Sosok wanita muda menghampiri Willy.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Willy menoleh kepada wanita.


"Callista ke mana?"


"Hari ini Kak Callista tidak datang Tuan,"


"Kenapa?"


"Kak lihat Paman Rayan sudah datang."


Semua orang yang melihat kedatangan orang nomer dua di grup Burk tersebut kaget karena mau menginjak kaki ke tempat kecil mereka ini.


"Tuan muda, Nona," hormat Rayan sopan. Semua orang yang melihat tidak percaya Willy yang mereka kenal adalah orang yang sederhana namun saat ini yang mereka lihat Willy ternyata anak seorang pengusaha nomer dua yang terkenal di dunia.


"Bagaimana Paman?" tanya Willy antusias dan tidak mempedulikan tatapan para warga di sana yang sudah tidak bisa di artikan lagi.


"Nona Callista saya tidak menemukan jejaknya Tuan," ucap Rayan menunduk.


"Temukan dia Rayan apapun yang terjadi kerahkan kemampuanmu!"


"Tuan tenangkan diri anda,"

__ADS_1


"Bagaimana bisa aku tenang Rayan Callista sudah pergi dan aku tidak tahu dia ada di mana saat ini," ucapnya lirih.


"Kak tenang, 'lah!"


"Tuan ada satu hal yang belum saya sampaikan bukti jejak terakhir ponel Nona ada di salah satu Hotel milik anda,"


"Apa?"


"Kak, Callista!"


Ke dua bola Willy dan Leonore terbelalak dan melotot seketika langsung teringat obrolannya terakhir kali.


"Paman!"


Wajah Willy memerah, mengeras dan mereka langsung meluncur ke Hotel Burk tempat Callista terakhir kali.


***


Hay Kak jangan lupa diberi🙏


\=>Vote


\=>Like


\=>Komen


\=> Share ke tiap Grup chat


Salam hangat dari author PERA🤗

__ADS_1


__ADS_2