
Willy menatap wajah sembab Callista yang begitu memprihatinkan terlihat sekali wajah Callista selama ini tertekan namun ia tidak menunjukkannya kepada dunia.
"Akan aku buat trauma yang kau alami itu berpindah kepada orang yang membuatmu seperti ini Callista," ucap Willy dalam hati dan rahangnya terlihat mengeras, kedua bola mata abunya bahkan merah, tidak bisa dibayangkan lagi bagaimana ekspresi wajah Willy saat ini.
Hampir dua jam Callista tidur secara perlahan kedua bola matanya mengerjap sesekali pertama kali ia melihat wajah tampan Willy yang begitu dekat dengannya sampai sedikit terlihat ada kegugupan.
"Aku pikir kamu tidak akan bangun Callista," canda Willy. Callista merasa malu dan akhirnya duduk sambil membetulkan posisinya karena saat ini ia berada di pangkuan Willy.
"Minumlah kau pasti haus!" Willy memberikan botol air mineral miliknya dan Callista menerimanya menghabiskan hampir setengah botol.
"Terima kasih," ucap Callista lembut, Willy terlihat tersenyum lalu kembali menatap wajah cantik Callista sedikit memerah.
Merasakan sedikit canggung di dalam mobil, Callista keluar sambil menghirup udara yang begitu segar lalu Willy juga menghampiri Callista berdiri tepat di sampingnya.
"Callista!" panggil Willy pelan sambil menatap lekat manik mata Callista lembut.
"I-iya ada apa, Willy?" sahut Callista gugup.
"Kamu mau menikah denganku?" ucap Willy sedikit bergetar karena takut Callista akan menolaknya mendengar lamarannya, kedua bola mata Callista seketika membulat mendengar perkataan Willy barusan, "Apa kamu masih ingat cincin ini, Callista?" tambah Willy sambil menunjukkan cincin yang dulunya yang pernah diberikan kepada Callista.
"Will aku ini." Callista menitikkan air matanya melihat kesungguhan Willy kepadanya. Sampai detik ini. Tidak tahu harus apalagi yang dikatakannya melihat perjuangan Willy kepadanya begitu kuat sekali.
"Menikahlah denganku Callista!" ucap Willy lagi tangannya masih menggantung karena Callista masih belum memberikan jawaban.
Tidak mau lagi membuat Willy sakit, akhirnya Callista menunduk kepalanya namun tidak berani menatap wajah tampan Willy karena sakin gugupnya. Untuk pertama kalinya wajah tampan Willy meneteskan air matanya lalu secara perlahan diraihnya tangan Callista dan apa yang terjadi membuat Callista tidak bisa bergerak sedikitpun.
"Callista lihat aku!" ucap lembut, secara perlahan Callista mendongak ke atas menatap kedua bola mata abu Willy. Willy menyatukan mereka berdua dan semakin dalam menikmati buah ceri alami mereka yang begitu manis sekali.
__ADS_1
Callista terbelalak kaget yang Willy lakukan kepadanya merupakan hal yang tak terduga baginya bagaimana tidak? Callista yang merasa dirinya kotor dan tidak pantas untuk Willy namun, apa yang dilakukan Willy membuktikan bahwa dia tidak jijik kepada pujaan hatinya itu.
Kembali lagi sebuah benda kecil tersemat kejari manis tangan Callista sedangkan Willy tidak melepaskan buah ceri yang masih menempel justru semakin memperdalamnya. Callista merasakan tangan kekar Willy sudah menarik pinggang rampingnya dan kini, apa yang dialami Callista selama ini dilupakannya sejenak dan mengikuti permainan indah Willy di tepi danau tersebut.
"Aku mencintaimu," bisik Willy pelan sambil mengatur napasnya yang memburu. Jika saja Willy tidak ingat bahwa mereka belum halal tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya.
"Willy ...," lirih Callista menunduk malu tidak berani menatap manik mata abu Willy karena ia juga begitu menikmati permainan tersebut.
"Lihat aku, Sayang!" ucap Willy lembut sambil menarik dagu Callista pelan kini, kedua bola mata yang berbeda itu saling pandang di sana semua terlihat begitu jelas kerinduan yang mereka alami tergambar dan tidak pernah bisa dilupakan sama sekali.
"Aku mencintaimu Sayang sangat. Kita mulai hidup baru lagi kamu mau, 'kan?" tanya Willy sambil menangkup kedua pipi tirus Callista. Callista hanya bisa meneteskan air matanya dan menikmati sentuhan tangan kekar Willy yang berada di pipi mulusnya.
"Aku janji tidak akan pernah membuatmu lagi menangis Sayang percaya padaku." Willy langsung memeluk Callista seperti tidak mau melepaskannya lagi, hanya suara isakan kecil terdengar kembali lagi di dada bidang Willy.
"Willy aku mau pulang," ucap Callista pelan karena tidak kuat berada dekat Willy lama-lama.
"Iya," jawab Callista begitu singkat sekali.
Hati Willy begitu bahagia sekali ini apa yang dia khawatir kan selama ini akhirnya terjawab sudah. Selama perjalanan, Willy tidak pernah melepaskan genggaman tangannya bahkan sesekali diciumnya tangan Callista sampai membuat pujaan hatinya itu tersipu malu.
para bodyguard yang melihat kedatangan mobil Willy, langsung bersiap mengamankan para warga yang ingin sekali mengenal sosok Willy yang begitu baik sekali mau membantu desa namun, mereka tetap tidak bisa menemui karena para bodyguard telah memberitahukan agar mereka memberikan privasi kepada Tuan muda dan calon Nona muda mereka.
Callista dan Willy sudah memasuki rumah sederhana milik pujaan hatinya lalu mereka disambut oleh Darwin dan Mbok. Begitu antusiasnya, Callista langsung berhambur memeluk Mbok begitu erat sekali tidak memperdulikan siapa pun yang berada di sekelilingnya saat ini.
"Ibu!" ucap Callista pelan.
"Nak. Ada apa ini kamu baik-baik saja, 'kan?" ucap Mbok sedikit khawatir.
__ADS_1
"Callista baik-baik saja, Bu," jawabnya halus. Mbok melepaskan pelukannya dan menatap wajah Callista yang sedikit terlihat sembab lalu Mbok menatap Willy sesaat yang berada di belakang Callista saat ini. Willy menunduk memberikan isyarat bahwa Callista baik-baik saja lalu, kembali menatap Callista yang lagi mengusap air matanya yang keluar. Mbok tersenyum kecil sambil mengusap pelan air mata Callista namun, tangannya menyentuh sesuatu di jari manis Callista yang saat ini ada benda yang pernah dia kembalikan kepada Willy dulu kini kembali ke tempat semula.
"Nak. Apa kalian telah." Mbok menutup mulutnya mengetahui Callista sudah kembali menerima Willy.
"Ibu. Maaf aku melamar Callista tidak sesuai yang kalian inginkan tapi, Willy janji akan kembali bersama dengan keluarga besarku," ucap Willy. Darwin merasa hatinya begitu sakit ketika tahu Callista dan Willy sudah kembali, tanpa disadarinya air matanya lolos begitu saja tanpa diundang.
"Nak, bagaimana denganmu?" tanya Mbok penasaran kepada Callista yang masih meneteskan air matanya.
"Iya, Bu," jawab Callista singkat, hati Mbok akhirnya tenang setelah mendengar jawaban Callista setelah penantian panjang.
Mbok dan Darwin memberikan privasi kepada Willy dan Callista dan memilih keluar untuk menemui para warga yang masih setia menunggu Willy. Mbok yang tahu sifat warga mengakali mereka untuk membicarakan soal air yang akan masuk sebentar lagi kedesa mereka.
Callista dan Willy kini tinggal mereka berdua dalam rumah sederhana milik kedua orang tua Callista dengan perasaan yang begitu gugup dan canggung.
***
Hay Kak jangan lupa diberi🙏
\=>Vote
\=>Like
\=>Komen
\=> Share ke tiap Grup chat
Salam hangat dari author PERA🤗
__ADS_1