Cinta Para CEO Muda

Cinta Para CEO Muda
Meninggalkan Negara ini


__ADS_3

Willy dan Baron saling menatap dan sesekali membuang nafas sedikit kuat. Apa yang mereka alami ini merupakan suatu pukulan besar bagi kedua pria tampan yang secara bersamaan digantung oleh para pujaan mereka.


"Abang!"


"Kenapa?"


"Nasib kita berdua kenapa begitu sama," ucap Baron sambil tersenyum kecut.


"Hanya para wanita kita yang tahu Baron ini pilihan mereka dan kita yang mengenainya," jawab Willy sambil meneguk wine.


"Sungguh begitu konyol Cinta itu menyakitkan, Bang!" Baron merasa sudah seperti tidak waras tertawa dengan sendirinya.


"Kau saja hanya ditinggal seperti itu Baron ... Calista sampai sekarang belum ada kabarnya," ucap Willy pelan.


Baron dan Willy kembali ke Mansion mereka masing-masing dan sepakat apa yang terjadi terhadap mereka berdua tidak boleh ada yang tahu apalagi dengan Willy yang saat ini sudah tergantung dengan obat-obatan. Baron sungguh miris melihat keadaan Willy saat ini yang begitu memprihatinkan.


"Bang jangan terlalu sering minum obat itu kau tahu efeknya nanti bagaimana!"


"Kau tenang saja Baron aku Willy yang tidak lagi lemah,"


"Lemah hanya dihadapan Callista," ucapnya datar.


"Hanya Callista obatku Baron,"


"Aku tahu Bang.Oh ya apa Paman Rayan sudah menemukan di mana Callista?"


"Tidak ada jejaknya Baron" lirih Willy sambil fokus menyetir.

__ADS_1


"Aku juga Bang tidak tahu kemana Emma pergi," batin Baron.


Mereka berdua kalut dalam pikiran masing-masing ke pujaan hati yang telah bersamaan meninggalkan mereka begitu saja.


Willy telah tiba di Mansion setelah mengantar Baron dengan wajah datar dan dingin. Willy masuk dan langsung menuju ke atas tanpa menyapa kedua orangtuanya yang menatapnya heran.


"Sayang biarkan saja Willy jangan bersedih," ucap William lembut sambil menggenggam tangan Letizia.


"Iya Sayang."


Leonore yang melihat Willy naik ke atas dihampirinya sampai ke kamarnya dan langsung main masuk saja tanpa mengetuk namun Willy tidak pernah marah sekalipun dengan Leonore


"Kak,"


"Ada apa aku di balkon Leonore!" Leonore menghampiri Willy dan mereka berdua duduk bersamaan sambil menikmati angin sore.


"Apa?"


"Apakah Baron mengetahuinya?" Willy langsung menghubungi Baron dan suara di sana begitu berat.


"Bang, Emma benar-benar pergi," ucapnya lirih.


"Bagaimana bisa kami berdua bersama seperti ini?" ucap Willy sambil memijit pelipisnya.


"Kak," panggil Leonore lembut.


"Callista," lirihnya.

__ADS_1


Leonore berdiri dan langsung memeluk Willy begitu erat sekali bagaimanapun perasaan Willy saat ini sama halnya dengan Baron.


"Dua wanita yang tidak tahu untung aku tidak akan pernah memaafkan kalian," Leonore mengepalkan kedua tangannya.


Satu bulan kemudian hari yang ditunggu telah tiba Baron, Willy dan Rahadian akhirnya tiba mereka secara bersamaan wisuda. Tidak ada raut wajah bahagia diantara ketiga pria tampan tersebut mendapatkan nilai yang begitu memuaskan dan semua memuji mereka dan memberi selamat.


"Bang!" panggil Baron dan Rahadian bersamaan.


"Malam ini kita meninggalkan negara ini kalian bersiaplah aku tidak mau berlama-lama di sini!" ucap Willy datar lalu menghampiri keluarganya yang tidak jauh dari tempatnya.


Baron dan Rahadian begitu kaget mendengar perkataan Willy barusan ini adalah hal yang mendadak dari rencana mereka akan berangkat ke Swiss satu minggu lagi.


Letizia, Leonore dan William memeluk Willy begitu erat dan memberikan selamat kepadanya Willy memeluk keluarganya.


***


Hay Kak jangan lupa diberi🙏


\=>Vote


\=>Like


\=>Komen


\=> Share ke tiap Grup chat


Salam hangat dari author PERA🤗

__ADS_1


__ADS_2