Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Air Panas


__ADS_3

Alvonso masih menunggu kliennya dan tidak berapa orang yang di tunggu datang. Namun entah kenapa Alvonso tidak bisa konsentrasi, arah pandangnya tertuju ke arah Brigitha.


Tapi karena Alvonso ingin fokus bekerja dan membuang jauh perasaannya membuat Alvonso bertekad untuk melupakan Brigitha terlebih mengingat usianya masih muda.


Mereka berdua berbicara serius dan akhirnya menyetujui kerjasamanya. Kini kliennya pergi menuju ke rumahnya untuk istirahat sedangkan Alvonso yang merasa bosan bila berada di rumah akhirnya memutuskan untuk lebih lama di restoran sambil menatap wajah cantik Brigitha yang tidak pernah membosankan.


'Brigitha gadis berbeda, semua gadis menatapku dengan tatapan seperti wanita murahan sedangkan Brigitha berbeda ketika aku menatapnya terus dan Brigitha tiba - tiba menatapku hanya tersenyum dan melanjutkan obrolannya dengan temannya tanpa mengedipkan matanya.' ucap Alvonso dalam hati.


Brigitha dan temannya Belia masih asyik mengobrol tiba - tiba ponselnya berdering. Brigitha membuka tasnya dan mengambil ponselnya. Brigitha pun mengangkatnya dengan menggeser tombol berwarna hijau setelah tahu mommy Felicia yang menghubungi dirinya.


(Hallo mommy cantik." panggil Brigitha sambil tersenyum manis).


("Kapan pulang? sudah sore, kamu itu baru juga pulang kemarin siang, sekarang pergi lagi kan mommy kangen." ucap Mommy Felicia).


("Baik mommy cantik Brigitha pulang sekarang." ucap Brigitha sambil masih tersenyum).


("Baik hati - hati di jalan." ucap Mommy Felicia.


("Baik Mommy cantik." jawab Brigitha sambil sesekali menatap ke arah Alvonso kemudian tersenyum manis).

__ADS_1


tut tut tut tut


Ponselpun terputus oleh Mommy Felicia kemudian Brigitha memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya.


"Maaf Belia, aku pulang ya? katanya Momny masih kangen sama aku." ucap Brigitha.


"Dasar anak mommy." ledek Belia dengan nada kesal.


"Biarin, weeeee." balas Brigitha sambil menjulurkan lidahnya.


Contohnya seperti ini 😋


Alvonso senang ternyata Brigitha gadis penurut di suruh pulang langsung pulang tidak seperti gadis si ulet bulu, sampai namanyapun Alvonso lupa sehingga menamai gadis tersebut si ulet bulu yang bikin tubuhnya terasa gatal.


Brigitha melambaikan tangannya, Alvonso yang mengira Brigitha melambaikan tangannya untuk dirinya membalas lambaian tangan Brigitha. Tidak berapa lama seorang pelayan datang dan Brigitha meminta tagihan makanannya.


Alvonso merasa malu sekali ternyata Brigitha melambaikan tangan ke arah pelayan.


'Sial bikin malu saja, Aku pikir melambaikan tanganku ternyata ke arah pelayan yang ada di belakang ku. Kamu kenapa sih Alvonso menatap Brigitha terus? Kenapa ketika Brigitha menjulurkan lidahnya rasanya ingin meluma*t bibirnya? Sial adik kecilku jadi tegang.' Ucap Alvonso dalam hati.

__ADS_1


'Alvonso sadar langkahmu masih panjang lupakan Brigitha.' Sambung Alvonso dalam hati yang tidak ingin jatuh cinta.


Pelayan itu datang menyerahkan nota tagihan yang mesti dibayar oleh Belia. Namun Belia meminta di traktir dan Brigitha tidak merasakan keberatan.


Brigitha membayar tagihan makan dan minuman milik Belia. Brigitha pun memberikan selembar uang tip berwarna biru. Tentu saja pelayan itu senang dan mengucapkan terima kasih. Sedangkan Belia yang melihatnya langsung mengomel dengan alasan kebanyakan. Brigitha hanya tersenyum mendengar omelan Arin.


"Belia, kata Mommyku kalau kita hidup berkecukupan kita juga harus bisa saling berbagi." ucap Brigitha dengan kata bijaknya.


"Terserah kamulah Brigitha, kamu memang terlalu baik." ucap Belia.


Mereka berdiri dan berjalan dengan santai namun baru beberapa langkah Brigitha dengan tatapan elang yang diwarisi oleh daddy Alvaro, Brigitha melihat seorang gadis pelayan yang tadi di tampar oleh Alvonso berjalan perlahan seperti ingin menuangkan dua gelas tahan panas sehingga jika dipegang tangannya tidak akan melepuh.


Gelas itu penuh dengan air panas terlihat dari asap yang masih mengepul, pelayan itu menuju ke arah pemuda tersebut yang bernama Alvonso.


'Sepertinya pelayan itu ingin menyiram air panas itu ke pria itu.' Ucap Brigitha dalam hati.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2