
Alvonso yang belum sepenuhnya tersadar karena memperhatikan Brigitha tidak memperhatikan bahaya yang mengintai di belakangnya
Alvonso menatap Brigitha tanpa berkedip melihat Brigitha yang sudah membuka pintu mobil tiba - tiba menutupnya kembali dan berlari ke arah Alvonso sambil berteriak tapi Alvonso belum fokus mendengarnya.
Brigitha memeluk dirinya dari arah depan membuat Alvonso merasa nyaman dan memejamkan matanya menikmati aroma wangi dari rambut Brigitha sambil membalas pelukan Brigitha.
Alvonso baru tersadar setelah tubuh Brigitha terasa berat dan tangannya mulai basah membuat Alvonso membuka matanya. Alvonso sangat terkejut karena ternyata Brigitha memeluknya karena melindungi dirinya. Alvonso menahan pelukan Brigitha agar Brigitha tidak terjatuh.
Alvonso menatap tajam dan matanya memerah menahan amarah yang memuncak. Alvonso langsung menjentikan jarinya sambil masih memeluk tubuh Brigitha.
Dor
Salah satu anak buahnya melihat pergerakan aneh kemudian menembak pria tersebut hingga pria tersebut mati seketika.
"Tembak mereka semua dan bersihkan tanpa ada mayat di jalan ini!" Perintah Alvonso dengan nada dingin.
"Baik Tuan." Jawab para bodyguardnya.
Alvonso menggendong Brigitha dengan cara bridal style ke mobil milik Brigitha dan meletakkan di kursi pengemudi kemudian dipakaikan sealt belt.
"Bawa mobil ku ke rumah sakit Pelita Kasih!" Perintah Alvonso sambil menutup pintu pengemudi.
__ADS_1
"Baik Tuan." Jawab anggota mafia.
Setelah memberi perintah Alvonso berjalan dan masuk ke dalam mobil milik Brigitha untuk di bawa ke apartemennya karena Alvonso tidak mau seperti beberapa hari yang lalu Brigitha tiba-tiba di bawa oleh keluarganya.
Alvonso mengemudi mobil sambil tangan kirinya menggenggam tangan Brigitha dan mengecupnya.
"Kamu sudah dua kali menyelamatkanku dan Aku sangat berhutang budi padamu. Aku sudah jatuh cinta padamu dan setiap hari aku selalu memikirkan dirimu." ucap Alvonso dengan nada tulus
"Maaf aku bawa ke apartemenku karena aku masih merindukanmu." sambung Alvonso.
Alvonso menghubungi dokter keluarga untuk datang ke apartemen miliknya. dua puluh menit kemudian Alvonso sudah sampai di apartemennya. Alvonso keluar dari mobil dan menekan pin apartemen kemudian membuka pintunya agar terbuka lebar.
Ranjang Alvonso tidak pernah ditiduri oleh gadis manapun hanya Alvonso yang tidur di ranjang itu. Kini ranjang itu digunakan oleh Brigitha gadis yang merupakan cinta pertama Alvonso.
Alvonso melepaskan sepatu heels yang dipakai Brigitha kemudian menyelimuti tubuh Brigitha.
cup
cup
cup
__ADS_1
cup
Alvonso mengecup kening, pipi kanan dan kiri dan bibir Brigitha. Ketika bibir Alvonso mengecup bibir Brigitha membuat Alvonso menginginkan lagi.
cup
Alvonso mengecupnya kemudian ********** sambil ke dua tangannya memainkan dua gunung kembar milik Brigitha dan tanpa sadar Alvonso menjadi terhanyut dan menaiki tubuh Brigitha dan jarinya mulai membuka kancing kemeja milik Brigitha.
"Maaf Aku tidak bisa menahannya lagi dan tenang saja Aku akan bertanggung jawab." Ucap Alvonso sambil masih membuka kancing kemeja milik Brigitha.
Dari bibir turun ke leher, kemudian turun ke dua gunung kembar milik Brigitha dan memberikan dua tanda merah di gunung milik Brigitha.
"Ahhhhhh.."
Brigitha tanpa sadar mengeluarkan suara merdunya hal itu membuat Alvonso lepas kendali, Alvonso melepaskan segi bermuda milik Brigitha dan Alvonso membuka resleting celananya dan ingin menancapkan tombak saktinya ke gua paling dalam milik Brigitha yang belum pernah tersentuh.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1