Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Bertemu Kembali


__ADS_3

"Emmm... itu?" ucap gugup Daddy Alvaro ingin menerangkan kata yang tepat.


" Maksud daddy ingin menghukum Mommy berdiri di depan pintu terus ke dua telinga di pegang pakai ke dua tangan kemudian satu kaki di angkat. Apa itu maksud Daddy?" tanya Bruno penasaran.


"Jadi karena kelamaan berdiri kaki Mommy pegel tidak bisa berdiri, itu maksud Daddy?" tanya Bruno secara beruntun.


"Iya itu benar, kok kalian tahu? jangan - jangan kalian pernah ya?" tanya Daddy Alvaro mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Tidaklah Dad, mana mungkin kami pernah di hukum." ucap Bruno


"Teman kami yang sering kena karena anaknya nakal di kasih tahu guru selalu melawan, makannya di beri hukuman." ucap Brian menjelaskan kepada Daddy Alvaro.


"Baguslah kalau begitu sekarang Daddy mau istirahat dulu." ucap Daddy Alvaro.


"Istirahat atau mau menghukum mommy?" tanya Bruno curiga.


"Dua - duanya." jawab Daddy Alvaro sambil cengir kuda.


"Sudahlah Dad, daddy kan memang sudah tua kenapa mesti menghukum mommy." ucap Bruno sambil berlari takut di jewer oleh Daddy Alvaro.


"Bruno!!!" teriak Daddy Alvaro kesal karena anaknya ikutan memanggilnya tua.


"Sudahlah dad, jangan marah - marah nanti cepat tua seperti yang Mommy dan Kak Bruno bilang." ucap Brian sambil berlari karena takut di jewer karena jika anak - anaknya kalau berbuat salah maka Daddy Alvaro suka menjewer telinga mereka.


"Brian!!!" teriak Daddy Alvaro kesal karena anaknya ikutan memanggilnya tua.


"Daddy jangan teriak - teriak nanti cepat tua." Ucap Benediktus sambil ikut berlari.


"Benediktus!" Teriak Daddy Alvaro dengan nada kesal.


"Tidak Mommy, tidak Bruno, tidak Brian dan Benediktus memanggilku tua? Apakah memang Aku sudah tua?" guman Daddy Alvaro sambil memegang ke dua pipinya.


"Awas ya kamu Mom, Daddy akan hukum Mommy." ucap Daddy Alvaro menaiki anak tangga untuk menghukum istrinya.


Daddy Alvaro masuk ke dalam kamarnya dengan membuka pintu secara perlahan kemudian menutupnya dengan pelan. Daddy Alvaro memandangi kamarnya tapi istrinya tidak ada kemudian berjalan menuju ke meja kerja yang terhubung dengan kamarnya.


Daddy Alvaro berencana ingin melanjutkan pekerjaan yang masih menumpuk tapi baru saja melangkah terdengar suara gemercik air.


Daddy Alvaro tersenyum menyeringai kemudian melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


Tampak istrinya lagi menghadap ke tembok menikmati gemericik air hangat yang menyentuh tubuhnya.


Daddy Alvaro langsung memeluk Mommy Felicia sambil memainkan dua gunung kembar milik istrinya dan menggerakkan pinggulnya membuat Mommy Felicia mendesah.


Daddy Alvaro memasukkan tombak saktinya untuk menyatukan tubuh mereka. ******* demi ******* keluar dari mulut mereka berdua hingga setengah jam kemudian laharnya keluar.


Daddy Alvaro dan Mommy Felicia membersihkan diri kemudian Daddy Alvaro memakaikan jubah handuk ke istrinya juga dirinya.


Daddy Alvaro mengangkat tubuh Mommy Felicia dan membawanya ke ranjang sambil berciuman.


Daddy Alvaro merebahkan istrinya secara perlahan kemudian menaiki tubuh istrinya. Daddy Alvaro benar - benar menghukum Mommy Felicia hingga Mommy Felicia sangat lelah karena di gempur terus.


Daddy Alvaro yang melihat istrinya sangat lelah mengeluarkan laharnya secara cepat kemudian menarik tombak sakti nya lalu menggulingkan tubuhnya ke arah samping istrinya, Mereka tidur saling berpelukan.


xxxx


Di tempat lain.


"Kak Alvonso aku dapat undangan pesta dari temanku di mana kakaknya ulang tahun dan para tamunya memakai topeng. Aku malas karena tidak ada teman jadi maukah kak Alvonso menemaniku?" tanya Michael penuh harap.


"Aku lagi malas ingin istirahat." ucap Alvonso.


"Ayolah, siapa tahu kak Alvonso ketemu dan kenal gadis lain." ucap Michael berusaha membujuk Kakak sepupunya.


"Aku tidak suka pesta." ucap Alvonso.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita datang dulu karena tidak enak karena Aku dapat undangan. Nanti kalau kak Alvonso merasa bosan dan ingin pulang, kita langsung pulang yang penting kita sudah datang." bujuk Michael.


Alvonso menghembuskan nafasnya secara kasar.


"Baiklah, tapi jika aku bilang pulang, langsung pulang ya?" ucap Alvonso akhirnya.


"Iya, aku janji. Terima kasih Kak Alvonso memang kakakku yang baik." ucap Michael sambil memeluk Alvonso tapi Alvonso langsung menghindar dan mendorong tubuh Michael.


"Aku masih normal, jangan memelukku." pekik Alvonso


"Aku juga normal kali." ucap Michael sambil mendelik matanya ke arah Alvonso.


Xxxxx


Jam 6.30


Bruno, Brian, Benediktus, Brigitha dan Briana sudah memakai pakaian pesta dan juga mengenakan topeng. Bruno, Brian dan Benediktus memakai kemeja dan jas dan celana panjang serba hitam sedangkan Brigitha dan Briana memakai dres tanpa lengan berwarna hitam dengan belahan sampai ke paha membuatnya ke dua gadis tersebut sangat seksi.


Mereka berangkat ke gedung tempat pesta berlangsung. Banyak yang sudah datang, sesuai permintaan Bruno, Brian dan Benediktus, Brigitha dan Briana mengikuti kemana ke tiga kakak kembarnya pergi.


Alvonso dan Michael sudah sampai di gedung pesta dan belum ada setengah jam Alvonso merasa bosan dan meminta Michael pulang.


"Mohon perhatian semuanya adakah yang ingin menyumbang lagu spesial untuk yang berulang tahun?" tanya petugas mc


Tidak berapa lama muncul tiga pasangan laki - laki dan dua perempuan maju ke arah panggung.


Laki - laki dan perempuan itu mengambil mic masing - masing. Laki - laki itu membisikkan sesuatu ke bagian pengiring musik. Suara instrumen pun keluar. Mereka berdua bernyanyi bergantian.


Brian Hyland | Judul Lagu: Sealed With A Kiss


Tho we gotta say goodbye for the summer


“Kita harus mengucapkan selamat tinggal pada musim panas nanti


Darling I promise you this


Sayang aku berjanji ini


I'll send you all my love every day in a letter


Saya akan mengirimkan semua cintaku setiap hari dalam sebuah surat


Sealed with a kiss


Guess it's gonna be a cold lonely summer


Tebak itu akan menjadi musim panas yang sepi


But I'll fill the emptiness


Tapi aku akan mengisi kekosongan itu


I'll send you all my love every day in a letter


Saya akan mengirimkan semua cintaku setiap hari dalam sebuah surat


Sealed with a kiss


I'll see you in the sunlight


Sampai jumpa di bawah sinar matahari


I'll hear your voice everywhere


Aku akan mendengar suaramu di mana-mana

__ADS_1


I'll run to tenderly hold you


Aku akan lari untuk memelukmu dengan lembut


But darling you won't be there


Tapi sayang kau tidak akan ada di sana


I don't wanna say goodbye for the summer


Saya tidak ingin mengucapkan selamat tinggal


pada musim panas ini


Knowing the love we'll miss


Mengetahui cinta yang akan kita lewatkan


Oh let us make a pledge to meet in September


Oh mari kita membuat janji untuk bertemu di bulan September


And seal it with a kiss


Dan segel dengan ciuman


Guess it's gonna be a cold lonely summer


Tebak itu akan menjadi musim panas yang sepi


But I'll fill the emptiness


Tapi aku akan mengisi kekosongan itu


I'll send you all my love every day in a letter


Saya akan mengirimkan semua cintaku setiap hari dalam sebuah surat


Sealed with a kiss


Sealed with a kiss


Sealed with a kiss


deg


deg


deg


Alvonso baru saja satu langkah mendengar suara yang sangat familiar menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.


Semua orang bertepuk tangan setelah mereka menyelesaikan lagunya. Mereka sangat senang mendengar suara merdu mereka. Para tamu undanganan memandang pasangan itu yang saling bergandengan tangan tanpa terkecuali Alvonso. Ada rasa cemburu di hatinya jika gadis itu benar - benar Brigitha.


Selesai dua orang itu bernyanyi dua orang itu turun dari panggung dan di sambung dua laki-laki dan satu perempuan, Mereka bertiga menyanyikan lagu yang tidak kalah merdunya.


Alvonso menatap ke arah gadis itu tanpa berkedip. Michael yang tadi sudah jalan dan bicara dengan Alvonso tapi tidak di jawab langsung menengok ke arah samping tapi Alvonso tidak ada.


Michael membalikkan badannya dan menatap Alvonso sedang berdiri beberapa langkah darinya. Michael mendekati Alvonso yang sedang berdiri mematung dan menepuk punggung Alvonso membuat Alvonso menjengit kaget.


"Kak Alvonso ada apa?" tanya Michael


"Suara itu seperti sangat familiar di telingaku." ucap Alvonso.


"Mungkin hanya perasaan Kakak saja." ucap Michael.

__ADS_1


"Entahlah tapi aku penasaran dan ingin memastikan lebih dulu, kalau kamu ingin bertemu dengan temanmu aku tinggal di sini saja karena Aku ingin berkenalan dengan gadis itu dan kuharap dia Brigitha." ucap Alvonso penuh harap.


"Aish... aku sudah pamitan masa balik lagi sich!" omel Michael.


__ADS_2