Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Valen dan Moko


__ADS_3

"Berhasil." Ucap Brigitha tiba-tiba.


Alvonso tersadar dari lamunan mesumnya ketika Brigitha berteriak kalau berhasil mendapatkan potongan rekaman cctv yang hilang.


Alvonso langsung fokus ke arah cctv tampak di rekaman cctv di mama Siska menghubungi seseorang tapi tanpa ada suara membuat Brigitha langsung menghentikan rekaman cctvnya.


"Kenapa dihentikan?" tanya Alvonso dengan wajah terkejut.


"Aku ingin mengetahui apa yang dibicarakan oleh mama tirimu." Jawab Brigitha sambil mengotak atik laptopnya.


"Apakah bisa?" tanya Alvonso penasaran.


"Ya bisalah." jawab Brigitha dengan perasaan bangga sambil mengotak atik kembali laptopnya.


xxxxx Rekaman CCTV On xxxxx


("Hallo Moko, mana obat yang mengandung racun buat suamiku yang sialan itu." tanya mama Valen).


("Sebentar lagi aku ke kamarmu." balas Moko).


ceklek


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka membuat Mama Valen menatap ke arah pintu dan melihat suaminy berjalan ke arah dirinya. Mama Valen langsung berdiri dan menatap ke arah suaminya sambil tersenyum tanpa memutuskan sambungan komunikasi.


("Telepon dari siapa Sayang?" Tanya suaminya).


("Dari temanku yang ingin mengajakku jalan - jalan." Jawab Mama Valen berbohong).


Papanya Alvonso hanya tersenyum kemudian berjalan ke arah istrinya dan memeluk istrinya dari arah depan sambil berciuman dan memainkan salah satu gunung kembarnya kemudian kembali masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah papa Alvonso masuk ke dalam kamar mandi, mama Siska keluar dari kamarnya dan menutup pintu nya dengan rapat.


xxxx Rekaman CCTV OFF xxxx


Brigitha yang melihat orangtua Alvonso sedang berciuman sambil memainkan salah satu gunung kembarnya membuat Brigitha langsung memalingkan wajahnya.


Sedangkan Alvonso tidak memperhatikan perubahan wajah Brigitha karena Alvonso sangat marah setelah tahu fakta kalau mama tirinyalah yang berencana membunuh papahnya.

__ADS_1


"Brigitha kenapa dihentikan rekaman cctvnya?" tanya Alvonso sambil matanya masih menatap ke arah layar laptop.


"Oh iya sebentar, rekaman cctv inikan hanya di kamar orangtua Kak Alvonso berarti aku harus meretas rekaman cctv di luar kamar." ucap Brigitha berusaha menguasai hatinya.


Alvonso hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti sambil matanya masih menatap rekaman cctvnya membuat Brigitha lega. Brigitha pun melanjutkan meretas rekaman cctv di luar kamar orang tua Alvonso.


'Untunglah Kak Alvonso tidak mengetahui kalau aku sangat malu melihat adegan ciuman dan memainkan salah satu gunung kembar istrinya.' Ucap Brigitha dalam hati sambil menghembuskan nafasnya dengan lega.


'Walau Aku sudah pernah di cium sekali oleh Kak Alvonso tapi aku tidak mau lagi karena kata Mommy, pria baik itu harus bisa menjaga kehormatan wanitanya dengan tidak menciumnya cukup pegangan tangan. Ciuman hanya boleh dilakukan jika sudah menikah, itu pesan Mommy.' Sambung Brigitha dalam hati.


xxxx Rekaman CCTV On xxxxx


Mama Valen keluar dari kamarnya dan menunggu seseorang dan tidak berapa lama seseorang pria yang wajahnya kurang jelas datang ke arah mama Siska. Mereka berpelukan dan berciuman kemudian memberikan sesuatu ke mama Siska.


xxxx Rekaman CCTV OFF xxxxx


"Siapa Paman itu?" tanya Brigitha penasaran.


"Aku tidak tahu karena kurang jelas gambarnya tapi biarkan saja Aku ingin tahu apa yang dilakukan wanita ular itu." jawab Alvonso sambil menahan amarahnya.


"Tidak lebih baik Kak Alvonso harus tahu, siapa pria itu." Ucap Brigitha sambil mengotak atik laptopnya.


Sepuluh menit kemudian, tampaklah gambar itu dimana Alvonso melihat gambar pria itu sangat familiar dan tidak menyangka sama sekali pria yang di kenalnya tega melakukan hal itu membuat Alvonso langsung berdiri dan menahan amarah yang meledak - ledak.


Brigitha yang tahu Alvonso menahan amarahnya menarik tangan Alvonso supaya duduk di sisi ranjang dan mengusap punggung kekar Alvonso agar tenang, setelah agak tenang barulah dilepasnya.


"Pria itu bernama Moko, belum menikah, keluarganya tidak jelas karena Moko berasal dari panti asuhan. Bekerja di perusahaan Antariksa Perkasa Corp. sebagai asisten CEO." ucap Brigitha yang membaca data pribadi Moko.


"Moko dulunya asisten Ayahku dan setelah Ayahku pensiun, Moko bekerja denganku sebagai asistenku juga. Sebenarnya aku sudah curiga di rekaman cctv ketika mama Siska sedang telepon menyebut nama Moko tapi aku berusaha menyakinkan diriku kalau bukan dia pelakunya" ucap Alvonso dengan wajah sendu.


Hatinya sangat terpukul orang kepercayaan papanya tega mengkhianati keluarganya. Brigitha yang mendengar cerita Alvonso membuat Brigitha memeluk Alvonso dari arah samping dan mengusap punggung Alvonso.


Alvonso menyandarkan kepalanya di bahu Brigitha dan Brigitha merasakan bahunya mulai basah. Brigitha tahu kalau Alvonso sedang menangis tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


Brigitha sering melihat kalau Daddy bahkan saudara-saudara kembarnya dan juga dirinya jika sedang sedih dan ada masalah maka Mommy Felicia selalu memeluknya dari arah depan atau dari arah samping hingga mereka tidak bersedih lagi.


Itulah yang dilakukan Brigitha agar Alvonso bisa mengurangi rasa sedihnya. Setelah Alvonso merasa tenang barulah Brigitha melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Kak Alvonso, mau di lanjutkan lagi atau berhenti?" tanya Brigitha.


"Lanjut." jawab Alvonso dengan singkat.


" Baiklah." jawab Brigitha juga singkat.


Brigitha pun kembali mengotak atik laptopnya setelah beberapa saat Brigitha menekan tombol play dan mereka melanjutkan kembali menonton rekaman cctv.


xxxx Rekaman CCTV On xxxx


"Berikan obat racun ini ke minuman tuan besar, obat ini bisa menghentikan jantung sehingga dokter hanya tahu kalau tuan besar terkena serangan jantung secara mendadak." ucap asisten Moko.


"Ok, terima kasih sayang." jawab mama Valen.


"Sama - sama sayang, tinggal kita menyingkirkan tuan muda Alvonso." ucap Moko.


"Waktu itu aku pernah menyewa segerombolan preman untuk membunuh anak tiriku tapi tidak ada kabar beritanya dan anak tiriku malah baik - baik saja." ucap mama Valen dengan nada kesal.


"Sabar sayang, ini aku juga lagi menyewa seseorang untuk menyobatase perusahaan milik tuan muda Alvonso agar perusahaannya bangkrut dan pindah atas nama kita." jawab Moko sambil tersenyum licik.


Grep


"Sayangku memang pintar, tidak sabar suamiku mati dan kita bisa menikah secepatnya." ucap mama Valen sambil memeluk tubuh kekar Moko.


"Begitu pula denganku juga tidak sabar menikah denganmu." jawab Moko sambil membalas pelukan Mama Valen.


"Nanti malam, ketika pria tua itu sekarat di rumah sakit kamu pura-pura pingsan dan ketika sadar Kamu minta pulang ke mansion. Karena Aku ingin merasakan kembali tubuhmu yang selalu membuatku candu." Ucap Moko sambil tangan satunya masuk ke dalam dress untuk membelai salah satu paha Mama Valen.


"Akupun juga sama ingin merasakan punyamu yang membuatku menjerit nikmat." Ucap Mama Valen sambil tersenyum.


"Sekarang Aku masuk kamar dulu si pak tua sebentar lagi selesai mandi." Sambung mama Valen.


"Ok, semoga berhasil sayang." ucap Moko.


Mereka berdua berciuman kemudian mama Valen membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam sedangkan Moko berjalan menuju ke arah tangga.


xxx Rekaman CCTV OFF xxxx

__ADS_1


"Mereka sangat jahat sekali." Ucap Brigitha sambil menahan amarahnya.


"Betul sekali, lanjutkan rekaman cctv karena Aku ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya." Pinta Alvonso.


__ADS_2