Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Tidak Bisa Bangun


__ADS_3

"Iya donk, siapa dulu." bangga paman Jimmy


"Karena Tante Fransiska cantik makanya putrinya juga cantik." ucap Benediktus polos.


"Daddy, kak Benediktus ganteng nanti kalau Alena besar mau menikah dengan kak Benediktus." ucap Alena pada Paman Jimmy.


"Kamu cepat besar biar kakak bisa menikah denganmu." ucap Benediktus sambil membelai rambut Alena dengan lembut.


"Wah, sepertinya nanti kita jadi besanan nih." ucap Tante Feodora pada Mommy Felicia.


" Iya Feo, sepertinya begitu." ucap mommy Felicia sambil tersenyum bahagia karena salah satu anak kembarnya akan menikah dengan anak sahabatnya.


Mereka tertawa bersama dan tidak sabar menunggu mereka sampai dewasa.


"Mari kita makan bersama." ajak Mommy Felicia


"Ayo." jawab mereka serempak.


Merekapun makan bersama dalam diam, masing - masing menikmati makanannya. lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan.


Tante Fransiska dan Tante Feodora saling membantu Mommy Felicia membereskan meja makan dan mencuci piring sambil mengobrol hingga tidak terasa semua cucian piring selesai dikerjakan.


Untuk para pria tampan mereka mengobrol tentang masa lalu dan masa sekarang. Mereka kini hidup bahagia dengan pasangan masing - masing.


Tiga sahabat pria mendapatkan jodoh tiga sahabat wanita, sungguh di luar dugaan mereka. Di mana Mereka saling membantu jika mengalami kesulitan dan saling memberikan dukungan serta tidak ada dendam atau menjatuhkan di antara para pria ataupun wanita.

__ADS_1


Tidak terasa hari sudah malam merekapun pulang ke mansion masing - masing untuk istirahat.


xxxx


"Mommy, Daddy?" panggil Bruno, Brian dan Benediktus bersamaan.


"Ada apa sayang?" tanya Mommy dan daddy bersamaan.


"Nanti malam Bruno, Brian dan Benediktus dapat undangan pesta dari teman sekolah. Salah satu teman Kami ulang tahun dan para tamunya memakai topeng." ucap Benediktus menjelaskan.


"Bolehkah kami datang Mom dan Dad? tanya Bruno.


"Boleh." jawab Mommy Felicia dan Daddy Benediktus bersamaan.


"Kak Bruno, Kak Brian dan Kak Benediktus. Brigitha ikut ya? Bosan di rumah terus." ucap Brigitha sambil menunjukkan puppy eyes nya.


"Ish, kamu kan tidak di undang, Dek?" ucap Benediktus.


"Kak Benediktus hiks... hiks.. hiks... Brigitha ikut." ucap Brigitha sambil menangis.


Brigitha melakukan jurus andalannya karena Brigitha tahu kelemahan kakaknya Benediktus beda dengan Bruno dan Brian. Benediktus mendengar rengekan adiknya tidak tega dan menatap ke dua orang tuanya.


"Daddy dan Mommy bolehkah mengajak Brigitha?" tanya Benediktus.


"Boleh tapi kalian bertiga harus menjaga adikmu." pinta Mommy Felicia.

__ADS_1


"Tapi dad, seharusnya kak Benediktus donk yang menjaga Brigitha kan aku tidak mau? aku ingin bertemu dengan teman - teman lamaku." protes Bruno.


"Betul kata Kak Bruno." Sambung Brian.


"Kalau tidak mau menjaga adik kalian perginya batal." ucap Daddy Benediktus dengan nada tegas.


"Baik dad." ucap Bruno dan Brian pasrah secara bersamaan.


"Ingat ya dek, di sana kamu jangan centil, jangan bikin malu kakak." nasehat Bruno dan Brian bersamaan.


"Siap kakakku yang ganteng." ucap Brigitha sambil mengecup Bruno dan Brian kemudian berlari dengan kencang.


"Brigitha!" teriak Bruno dan Brian bersamaan dengan nada kesal pasalnya Merekq berdua paling kesal kalau adiknya mencium pipinya.


"Ish.. kenapa sih Kak Bruno dan Kak Brian mesti teriak?" tanya Benediktus.


"Habis adikmu itu nyebelin tahu." omel Bruno dan Brian bersamaan.


"Brigitha juga adik Kak Bruno dan Kak Brian juga kali." balas Benediktus ikutan ngomel.


"Sudah - sudah jangan ngomel nanti cepat tua mirip Daddy kalian." ucap Mommy Felicia sambil berlari meningalkan suaminya.


"Mommy! awas ya Daddy bikin tidak bisa bangun!" teriak daddy Alvaro yang ingin mengejar mommy Felicia tapi tangannya di tahan oleh Bruno, Brian dan Benediktus.


"Daddy, apa maksud Daddy bikin Mommy tidak bisa bangun?" tanya Bruno, Brian dan Benediktus bersamaan dengan wajah bingung.

__ADS_1


__ADS_2