Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Bosan


__ADS_3

"Bonus." ucap Daddy Alvaro sambil tersenyum menggoda.


"Baiklah." ucap Mommy Felicia pasrah.


Daddy Alvaro langsung menarik tangan Mommy Felicia ke arah kamar mandi kemudian menguncinya. Terjadilah apa yang diinginkan oleh Daddy Alvaro katakan.


xxxx


Di tempat yang berbeda di mana Alvonso pulang mengendarai mobil dengan hati bahagia walau belum ada kantong ijin dari Ayahnya Brigitha tidak apa - apa yang penting ada Ibunya Brigitha yang mengijinkannya.


"Untung Mommynya Brigitha baik coba kalau galak seperti Daddy nya aku culik Brigitha biar mereka setuju." ucap Alvonso.


"Semoga Daddy nya Brigitha dan ke tiga kakak kembarnya menyetujui hubungan kami." ucap Alvonso lagi.


"Bertahun - tahun aku mencari akhirnya bertemu kembali, mungkin Brigitha memang sudah jodohku." ucap Alvonso berbicara dengan dirinya sendiri.


Tidak terasa Alvonso sudah sampai di apartemen miliknya karena di tempat itulah Alvonso pertama kalinya menci*m bibir Brigitha yang kini menjadi candunya. Alvonso memegang bibirnya mengingat cium*n dengan Brigitha.


Alvonso memasukkan mobil ke garasi sambil tersenyum bahagia dan masuk ke dalam apartemen miliknya dengan menggunakan nomer pin.


Alvonso masuk ke dalam kamar miliknya dan membuka seluruh pakaiannya karena badannya sangat lengket karena itulah Alvonso mandi dengan air hangat. Selesai mandi Alvonso memakai pakaian tidur dan berbaring di kamar sambil memeluk foto Brigitha mengecupnya dan tidak berapa Alvonso tidur berharap mimpi indah bertemu dengan Brigitha.


xxxxxx


Pagi Hari Mommy Felicia membuka matanya dan melihat suaminya masih tertidur dengan memeluk dirinya. Tangan Mommy Felicia diarahkan ke wajah tampan suaminya yang bernama Daddy Alvaro.


"Suamiku semakin hari bertambah tampan, menggemaskan, setia, sayang padaku, aku sangat bersyukur bisa menjadi istrinya." ucap Mommy Felicia sambil tangannya membelai kening, pipi, hidung dan bibir.

__ADS_1


cup


"I Love You." bisik Mommy Felicia sambil mengecup bibir Daddy Alvaro.


"I Love You Too." ucap Daddy Alvaro sambil membuka matanya dan tersenyum menatap wajah istri yang sangat di cintainya.


"Maaf, Mommy mengganggu tidur Daddy." ucap Monmy Felicia.


cup


Daddy Alvaro mengecup bibir Mommy Felicia dengan singkat kemudian tersenyum menatap wajah cantik istrinya.


"Tidak sayang, aku merasa tidak terganggu." ucap Daddy Alvaro tersenyum


"Sejak kapan terbangun? Apa Daddy mendengar tadi yang aku katakan?" tanya Mommy Felicia.


Mommy Felicia merasa malu dan menutup wajahnya di dada suaminya. Daddy Alvaro hanya tersenyum melihat istrinya sampai sekarang masih malu.


Daddy Alvaro membelai rambut istrinya dengan lembut. Ada rasa kedamaian bila berada berdekatan dengan istrinya.


"Daddy, Mommy." panggil Brigitha


" Ya sayang." jawab Mommy Felicia dengan nada lembut.


"Ada apa sayang?" tanya Daddy Alvaro menjawab bersamaan dengan Mommy Felicia namun ucapannya berbeda.


Mereka berdua melepaskan pelukan dan berdiri masing - masing di samping kanan dan kiri Brigitha putri mereka.

__ADS_1


"Brigitha kapan keluar dari rumah sakit?" tanya Brigitha


"Kenapa?" tanya Daddy Alvaro.


"Brigitha bosan Daddy." Jawab Brigitha.


"Tunggu dokter ya? Nanti Daddy tanyain." ucap Daddy Alvaro.


"Mommy mau mandi dulu ya? " ucap Mommy Felicia


"Ok." jawab mereka serempak dengan singkat


"Daddy tungguin Brigitha jadi Mommy mandi saja." ucap Daddy Alvaro.


"Ok." jawab Mommy Felicia dengan nada lembut.


Mommy Felicia masuk ke kamar mandi dengan membawa pakaian ganti.


ceklek


Pintu terbuka tampak dokter dan seorang perawat masuk ke dalam dan memeriksa kondisi Brigitha. Setelah 5 menit kemudian dokter dan perawat sudah selesai mengecek kondisi Brigitha.


Ceklek


Mommy Felicia keluar dari kamar mandi dan sudah segar dan serta wangi. Mommy Felicia mendekati suaminya dan berdiri di samping suaminya.


"Bagaimana keadaan putri kami dok?" tanya Daddy Alvaro.

__ADS_1


__ADS_2