
Sampai di ruangan dokter mereka semua duduk di kursi yang berada di ruangan dokter tersebut.
"Langsung saja ya. Maaf, sepertinya nona Brigitha kehilangan sebagian memorinya atau di sebut amnesia. Jadi Saya minta jangan paksakan Brigitha untuk mengingat kejadian yang sudah dilupakan oleh Brigitha karena takutnya nanti kejadiannya seperti tadi." ucap dokter tersebut menjelaskan.
"Apakah anak kami bisa sembuh dan kembali ingatannya, Dok?" tanya Mommy Felicia.
"Seiring berjalannya waktu Brigitha akan ingat semuanya termasuk kejadian waktu kecelakaan itu." Jawab dokter tersebut
"Apakah kecelakaan ini ada hubungannya dengan kejadian Brigitha lupa ingatannya, Dok?" tanya Mommy Felicia memastikan.
"Kemungkinan seperti itu benturan besi pada lampu yang besar itu mengenai kepalanya sehingga mempengaruhi ingatannya." Jawab dokter tersebut.
"Bolehkah Brigitha sekarang kami bawa pulang?" Tanya Mommy Felicia.
"Boleh saja karena saya melihat juga kondisinya sudah mulai stabil." jawab dokter tersebut.
"Kalau begitu, hari ini kami akan membawanya pulang." ucap Daddy Alvaro.
"Baik, silahkan." ucap dokter tersebut.
Akhirnya Brigitha beserta keluarganya pulang ke mansionnya untuk tinggal bersama untuk berkumpul bersama keluarga di mansion milik Daddy Alvaro.
__ADS_1
xxxx
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana Alvonso dan Arlan setelah menemui Brigitha mereka pergi menemui sahabatnya Michael di rumah sakit. Hati kecil Alvonso ingin sekali menemui Brigitha kembali tapi karena tadi melihat Daddy Alvaro dan saudara-saudara kembar Brigitha membuat Alvonso mengurungkan niatnya.
Selesai bertemu dengan sahabatnya Alvonso meminta sepupunya Michael untuk menemui Brigitha kembali. Awalnya Michael menolak tapi karena Alvonso memaksanya terus akhirnya mereka berdua ke ruangan icu di mana Brigitha di rawat.
Baru saja ke dua kakinya melangkah tampak orang tuanya Brigitha dan ke empat saudara kembar Brigitha sedang mengobrol di salah satu sudut ruangan membuat Alvonso membatalkan bertemu dengan Brigitha. Alvonso berencana besok saja bertemu dengan Brigitha.
xxxx
Pagi harinya Alvonso dan Michael bertemu dengan klien mereka meating setelah dua jam kemudian akhirnya ada kesapakatan kerja sama di antara mereka, merekapun menandatangani berkas - berkas dokumen.
Tampak ruangan icu sepi, Alvonso dan Michael keluar dan berjalan menuju resepsionis menanyakan keberadaan Brigitha.
"Mau menanyakan atas nama Nona Brigitha yang berada di ruang icu sekarang berapa di ruang rawat nomer berapa ya?" tanya Alvonso dengan nada dingin.
"Sebentar." Jawab perawat sambil mengedipkan matanya ke arah Alvonso.
Alvonso tidak memperhatikan perawat itu karena Alvonso sedang mengecek email lewat ponselnya.
"Nona Brigitha sudah dipindahkan dari rumah sakit." ucap perawat tersebut dengan perasaan kecewa karena Alvonso cuek.
__ADS_1
"Kemana?" tanya Alvonso dengan nada terkejut sambil mendongakkan kepalanya ke arah perawat itu.
"Maaf rahasia keluarganya." ucap perawat tersebut sambil tersenyum manis melebihi rasa gula.
"Sejak kapan?" tanya Alvonso yang tidak mempedulikan tatapan memuja wanita tersebut.
"Sejak kemarin setelah sadar langsung di bawa pulang." Jawab perawat tersebut.
"Sudah sadar?" tanya ulang Alvonso sambil tersenyum bahagia.
"Ya sudah sadar." Jawab perawat tersebut sambil tersenyum.
'Aduh tampan pria yang ada di depan mataku ini.' sambung perawat tersebut dalam hati.
"Terima kasih." ucap Michael.
"Sama - sama tuan." jawab perawat sambil tersenyum manis tapi tidak diperdulikan oleh mereka berdua.
Akhirnya mereka pergi dari rumah sakit, Alvonso kecewa tidak bertemu padahal baru saja kemarin mereka bertemu.
Michael memberi nasehat bijak, kalau jodoh tidak akan kemana. Alvonso mengajak Michael pulang apalagi kerjaan juga sudah selesai dikerjakan.
__ADS_1