
"Kak Bruno, Kak Brian dan Kak Benekditus bukannya Aku belain Kak Alvonso tapi apa yang Aku katakan benar adanya." Ucap Briana.
Ke tiga pemuda tampan tersebut hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena Mereka tahu kalau adik bungsunya tidak suka berkelahi ataupun bertengkar kecuali terpaksa sama seperti Brigitha.
Tidak berapa lama datang Daddy Alvaro dan Mommy Felicia menemui Mereka.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Daddy Alvaro dengan wajah kuatir begitu pula dengan Mommy Felicia.
Bruno menceritakan apa yang telah terjadi sedangkan ke dua orang tuanya hanya diam mendengarkan cerita putra sulungnya.
"Itulah yang terjadi Mom." Ucap Bruno mengakhiri ceritanya.
Daddy Alvaro dan Mommy Felicia terdiam beberapa saat sambil berusaha mengingatnya.
"Iya mommy masih ingat, apakah mereka dulu saling kenal?" tanya Mommy Felicia penasaran.
"Sepertinya begitu mom karena Alvonso sempat bernyanyi dengan Brigitha." jawab Brian.
"Kok bisa?" tanya Daddy Alvaro penasaran.
" Karena aku dan Brigitha bernyanyi bersama terus tidak berapa lama Alvonso meminta Brigitha untuk bernyanyi bersamanya." Jawab Bruno.
__ADS_1
"Kalau pria itu datang ke sini akan Daddy pukul." ucap Daddy Alvaro sambil menahan amarahnya.
"Iya Dad kami setuju." ucap mereka bertiga dengan serempak
"Tapi mommy tidak setuju." ucal Mommy Felicia sambil matanya menatap tajam ke arah mereka berempat membuat Mereka bersamaan menelan saliva takut dengan Mommy Felicia.
"Kenapa tidak setuju sayang?" tanya Daddy Alvaro dengan wajah bingung.
"Mungkin dengan kehadiran Alvonso bisa membuat Brigitha mengingat semua." jawab Mommy Felicia.
"Dia itu anak nakal mom siapa tahu Dia ada niat buruk terhadap adik kami." ucap Bruno menjelaskan.
"Kita tidak boleh asal menuduh sebelum ada bukti." jawab Mommy Felicia memberi pengertian kepada mereka berempat.
"Lebih baik kita doakan semoga adik kalian Brigitha sadar dan ingatannya segera pulih." ucap Mommy Felicia melanjutkan.
"Baik mom." jawab Bruno, Brian dan Benediktus bersaman.
Daddy Alvaro hanya diam dan tidak menjawab apa yang dikatakan istrinya hanya mendengarkan istrinya berbicara.
ceklek
__ADS_1
Pintu terbuka tampak seorang dokter keluar dari ruangan ugd dan membuka maskernya.
"Bagaimana Jim?" tanya Daddy Alvaro.
"Brigitha sudah sadar dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruangan perawatan." ucap dokter Jimmy.
"Terima kasih Jim." ucap Mommy Felicia dan Daddy Alvaro menjawab bersamaan.
Dokter Jimmy hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter Jimmy berjalan menuju ruangan pribadinya untuk melepas seragamnya. Tidak berapa lama pintu ugd terbuka dengan lebar dan Mereka melihat dua perawat mendorong brangkar di mana Brigitha berbaring.
Kini mereka semua masuk ke dalam ruangan rawap inap vvip sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan lebih tepatnya di sisi lorong yang terhalang tembok dekat ruangan ugd.
Alvonso dan Michael mendengar semuanya dan Kini Alvonso sudah tahu kalau Brigitha hilang ingatan. Alvonso akan berusaha agar Brigitha ingat akan dirinya.
"Kak Alvonso, sepertinya sangat sulit bagi kita masuk ke dalam keluarga besarnya karena semuanya pada kumpul." ucap Michael.
"Iya benar." ucap Alvonso.
"Apakah kita pulang sekarang ? Atau kak Alvonso mau mengobati wajah kak Alvonso yang habis dipukuli oleh ke tiga kakaknya." tanya Michael.
"Tidak nanti juga sembuh, kita pulang saja badanku sangat lelah dan suruh dua orang anak buah mafia kita untuk menjaga dan melindungi Brigitha." ucap Alvonso yang tidak ingin Brigitha pergi lagi dan di lupain oleh orang lain.
__ADS_1
"Ok." jawab Michael sambil memberikan tanda hormat.
Alvonso hanya tersenyum melihat tingkah sepupunya. Merekapun pulang ke mansion untuk beristirahat.