
Gadis pelayan restoran itu terjatuh dan gelas yang dipegangnya tumpah mengenai kepala Alvonso.
Plak
Alvonso menampar gadis itu dan menatap tajam ke arah gadis pelayan restoran itu.
" Sial, kamu ngga punya mata ya? kalau jalan itu lihat - lihat hah!!" bentak Alvonso sambil mengambil saputangan dan mengelap wajahnya.
" Maaf tuan saya tidak sengaja." ucap gadis pelayan restoran itu ketakutan sambil memegang pipinya.
" Tidak sengaja enak saja kalau ngomong, tidak ada maaf buatmu!!" bentak Alvonso lagi sambil tangannya diangkat ke atas sedangkan gadis pelayan restoran itu hanya memejamkan matanya, di hatinya sangat menyesal gara - gara mengagumi pria tampan itu dirinya terkena masalah.
Grep
Alvonso yang hendak menampar gadis pelayan restoran tersebut namun tangannya ada yang menahannya.
Hal itu membuatnya bertambah murka dan memutar lehernya ke arah samping untuk memarahi orang yang menahan tangannya.
"Maaf kak, pelayan itu sudah meminta maaf dan juga tuan sudah menamparnya. Apakah hukuman itu belum cukup?" tanya gadis cantik dan seksi itu dengan suara lembut sambil tersenyum manis.
deg
deg
deg
deg
__ADS_1
'Kenapa jantungku berdebar menatap mata gadis itu, tatapannya sangat teduh dan suaranya sangat lembut dan tangannya sangat lembut memegang tanganku.' Ucap Alvonso dalam hati.
"Kakak tidak apa - apa?" tanya gadis cantik itu sambil masih memegangi tangan Alvonso.
Alvonso hanya diam hanya menatap gadis itu sedangkan gadis itu baru tersadar kalau tangannya masih memegang tangan Alvonso.
"Maaf." ucap gadis itu sambil melepaskan tangan yang tadi menggenggam tangan Alvonso.
'Perasaan pernah melihat, tapi di mana ya?' Tanya gadis cantik tersebut sambil berpikir.
"Ya, tidak apa - apa dan kamu pelayan bereskan semua kekacauan ini." perintah Alvonso.
" Baik tuan." ucap gadis pelayan restoran itu.
Gadis pelayan itu pamit dan pergi ke arah dapur.
"Silahkan." Jawab Alvonso dengan singkat.
Gadis itupun tersenyum dan pergi menuju ke meja restoran. Sedangkan Alvonso membersihkan kepala dan jas mahalnya. Dirinya yang tadi merasa bosan menunggu menjadi tidak bosan karena ada pemandangan yang sangat indah untuk di lihat untungnya saling berhadapan walau jaraknya hanya dibatasi dua meja.
'Bukankah itu Brigitha? Kok aku diam saja sich.' Ucap Alvonso dalam hati.
'Ingat Alvonso semua gadis itu hanya akan memperhambat karirmu dan kamu masih kuliah. Apalagi Aku harus berjaga-jaga jika Ibu tiriku ingin menguasai harta milik Ibuku.' Ucap Alvonso dalam hati.
Tidak berapa lama datang seorang gadis dengan gaya agak tomboy berjalan dan matanya melirik ke sana ke mari mencari seseorang setelah bertemu orang yang di cari langsung menuju ke arah gadis itu.
"Brigitha!" teriak gadis tomboy tersebut sambil berjalan dengan langkah cepat.
__ADS_1
Sontak semua orang termasuk Alvonso menatap gadis tomboy itu sedangkan yang ditatapnya hanya tersenyum.
Gadis itu duduk berhadapan dengan temannya bernama Brigitha anaknya Daddy Alvaro dan mommy Felicia.
Ternyata gadis yang tadi menahan tangan Alvonso agar tidak menampar pelayan adalah Brigitha di mana Alvonso dan Brigitha pernah bertemu waktu Mommy Felicia ulang tahun.
"Belia, kamu bisa ngga sih kalau manggil orang jangan teriak, malu tahu diliatin orang." ucap Brigitha dengan nada kesal.
"Cuek aja kali, kenapa mesti malu." ucap Belia dengan nada cuek.
"Kamu itu perempuan, kalau bicara yang lembut." ucap Brigitha berusaha menasehati temannya.
"Iya... Iya Aku usahain berubah." ucap Belia yang malas berdebat.
Mereka memesan makanan setelah selesai memesan makanan mereka mengobrol sambil tertawa bersama.
Sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana gadis pelayan restoran yang tadi wajahnya di tampar sangat kesal pasalnya gajinya di potong oleh managernya.
Gadis pelayan itu sangat dendam pada Alvonso dan ingin membalasnya. Karena gara - gara dirinya dia menerima tamparan dan makian dari Alvonso dan juga menerima amarah dari managernya.
Padahal dua gelas tersebut kosong tapi kenapa mesti marah dan menampar itu yang dipikirkan pelayan tersebut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1