
Ketika Alvonso ingin menjawab bersamaan ponsel milik Alvonso berbunyi. Alvonso langsung memasang earphone dan menggeser tombol warna hijau.
("Hallo tuan." panggil anak buahnya).
("Apa kalian sudah melakukan penyerangan?" tanya Alvonso tanpa basa basi).
("Sudah tuan, tapi maaf tuan Kami hampir saja menang melawan Mereka tapi tiba - tiba datang bala bantuan dan Kami kalah telak karena Kami kalah jumlah terlebih Mereka semua bisa bela diri." Jawab anak buahnya dengan perasaan takut).
("Bagaimana keadaan Mereka?" tanya Alvonso dengan nada kuatir).
("Ke dua remaja itu terluka." jawab anak buahnya).
("Apakah gadis itu terluka?" Tanya Alvonso dengan nada kuatir).
("Ya Tuan, gadis itu terluka." Jawab anak buahnya dengan perasaan takut).
("Akukan bilang serang dan lukai yang pria tapi kenapa kalian melukai gadis itu." bentak Alvonso dengan suara menggelegar).
("Maaf tuan tadi teman saya menyerang pria itu tapi gadis itu memeluknya hingga gadis itu terkena pukulan." ucap anak buahnya menjelaskan).
__ADS_1
("Terus apa yang terjadi, selanjutnya?" tanya Alvonso).
("Gadis itu tidak sadarkan diri kemudian di gendong oleh remaja itu. Ketika anak buahku menyerang remaja itu ada seorang wanita menolong mereka berempat sepertinya orangtuanya karena mereka memanggil Mommy dan Daddy." Jawab anak buahnya).
Deg
("Apa? Mereka memanggil Mommy dan Daddy?" Tanya Alvonso dengan jantung berdetak kencang).
("Benar Tuan terlebih wajah mereka sama seperti ke dua orang tuanya tapi cenderung ke pria itu." Jawab anak buahnya).
("Lalu?" Tanya Alvonso dengan jantung masih berdetak kencang).
("Wanita itu langsung menggendong gadis itu sedangkan seorang pria membantu ke dua remaja dan tidak berapa lama bantuan datang lagi dan kami kalah telak." Jawab anak buah itu menjelaskan kejadiannya).
("Apakah di antara kalian ada yang tertangkap?" tanya Alvonso takut pasalnya kalau sampai ketahuan otomatis keluarganya tidak akan setuju dengan hubungan mereka berdua).
("Tidak tuan." Jawab anak buahnya).
("Kalian istirahatlah!" Perintah Alvonso merasa lega karena anak buahnya tidak ada yang tertangkap).
__ADS_1
tut tut tut tut
Alvonso mematikan ponselnya secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari anak buahnya. Kemudian Alvonso menghubungi para anak buahnya untuk mencari keberadaan Brigitha di rumah sakit dengan mengirimkan foto Brogitha.
Alvonso mengambil foto Brigitha secara diam-diam sewaktu Brigitha berada di apartemen miliknya ketika Brigitha konsentrasi meretas cctv mansion milik orang tua Alvonso.
"Kembali ke mansion!" Perintah Alvonso.
"Baik Tuan." Jawab bodyguard yang merangkap sebagai sopir.
Sopir itupun memutar mobilnya ke arah apartemen milik Alvonso. Sedangkan rasa penyesalan teramat sangat di alami oleh Alvonso karena rasa cintanya sangat besar membuat Alvonso cemburu buta dan mengakibatkan melukai kekasihnya tanpa bertanya terlebih dahulu.
Sejak kenal dengan Brigitha Alvonso sudah menganggap Brigitha kekasihnya dan Alvonso sangat berharap bisa menikah dengan Brigitha.
'Kuharap kamu baik - baik saja sayang, Aku sangat takut kehilanganmu.' ucap Alvonso dalam hati dengan wajah sendu.
'Aku akan menghubungi orang kepercayaanku untuk mengetahui siapa yang mengirim pesan ke ponselku. Jika sudah ketahuan maka Aku tidak segan-segan menghukumnya." ucap Alvonso sambil menghubungi orang kepercayaannya.
Alvonso menghubungi orang kepercayaannya untuk bisa mengetahui siapa yang mengirim foto-foto Brigitha dengan beberapa pria hingga membuat dirinya melukai kekasihnya dan saudara - saudara kekasihnya.
__ADS_1
'Maafkan aku yang terlalu cemburu buta.' sambung Alvonso dalam hati.