Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Kemarahan Alvonso


__ADS_3

"Betul juga kata Kakak, Aku akan hubungi Daddy." Ucap Brian sambil mengeluarkan ponselnya.


"Jangan Kak, nanti Aku tidak boleh pergi lagi." Ucap Brigitha.


"Daddy pasti ngijinin kamu pergi tapi kemungkinan besar tidak bebas seperti ini." Ucap Benediktus.


"Karena itulah Aku tidak mau Kak Brian menghubungi Daddy." Ucap Brigitha.


"Brigitha, Daddy melakukan itu karena Daddy, Mommy dan Kami semua sayang sama Kamu dan tidak ingin Adik kami yang cantik ini dilukai orang." Ucap Bruno.


"Aku setuju apa yang dikatakan Kak Bruno." Ucap Brian.


"Aku juga." Sambung Benediktus.


"Hanya kali ini saja jangan hubungi Daddy." Pinta Brigitha.


Ke tiga kakak kembarnya sama-sama menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Ingat tidak ada ke dua kali jika lain kali ada musuh menyerangmu maka Kami tidak segan-segan mengatakan ke Daddy." Ucap Bruno.


"Iya Kak." Ucap Brigitha patuh.

__ADS_1


"Tante, kami berempat pulang dulu ya." pamit Bruno Brian dan Benediktus dan Brigitha bersamaan.


"Ok. hati - hati."ucap Feodora.


"Terima kasih." ucap mereka bersamaan.


"Mana kunci mobilnya? Kakak saja yang menyetir." Ucap Benediktus.


"Ini Kak." Jawab Brigita.


Benediktus mengambil kunci mobil milik Brigitha yang di pegang oleh Brigitha. Bruno Brian dan Benediktus dan Brigitha keluar dari tempat butik milik Feodora.


Sedangkan Feodora menghubungi suaminya untuk berjaga-jaga kalau Bruno Brian dan Benediktus dan Brigitha terdesak jika melawan para musuhnya.


xxxxxxxxxx


Bruno sesekali tersenyum sambil membelai rambut Brigitha dengan lembut, Brian mengecup pucuk kepala Brigita sedangkan Benekditus memeluk pinggang Brigita dari arah samping.


Mereka tidak memperdulikan para pengunjung yang memperhatikan mereka, ada yang memuji betapa beruntungnya gadis itu karena diperlakukan seperti bak seorang putri oleh ketiga remaja tampan dan ada juga yang menghina betapa murahan gadis tersebut.


Sampai di tempat parkir mobil, Brigitha menunjuk mobilnya. Benediktus menekan remote mobil otomatis kunci pengaman terbuka. Brian dan Brigitha duduk di belakang pengemudi sedangkan Bruno duduk di samping pengemudi.

__ADS_1


Benediktus mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Tanpa sepengetahuan mereka berempat ada seseorang yang memotret kegiatan mereka disaat mereka keluar dari butik sampai mobil itu pergi meninggalkan butik kemudian dikirimkan oleh seseorang.


xxxxxxxxxx


Di tempat yang berbeda tepatnya di markas milik Alvonso di mana Alvonso keluar dari markas tersebut dan berjalan dengan santai. Alvonso sangat bahagia karena sudah menghukum mati Mama Valen dan tinggal menunggu kematian Moko.


Alvonso berjalan menuju ke garasi mobil namun baru saja duduk di dalam mobil, ponsel milik Alvonso berbunyi 6 kali tanda ada 6 pesan masuk.


tring tring tring


tring tring tring


Alvonso mengambil ponselnya di saku jasnya dan membuka ponselnya. Matanya membulat sempurna melihat enam foto Brigitha, gadis yang sangat dicintainya.


Foto pertama seorang remaja membelai rambut Brigitha dengan lembut, foto ke dua seorang remaja yang berbeda mengecup pucuk kepala Brigita, foto ke tiga seorang remaja memeluk pinggang Brigita dari arah samping.


Foto ke empat Brigitha tidur sambil berpelukan dengan seorang pria di ranjang yang sama, foto ke lima Brigitha berada di bawah sedangkan remaja tersebut berada di atas tanpa menggunakan sehelai benangpun. Foto terakhir di mana Brigitha berdiri dengan tubuh polos dan dari arah depan serta belakang di mana dua pria paruh baya menyatukan tubuhnya ke dalam tubuh Brigitha.


" Brigitha aku sangat menyesal bisa kenal denganmu? aku pikir kamu gadis berbeda tapi aku salah, kamu sama seperti mama tiriku, dasar gadis murahan, gadis ****** aku benci kamu!!!!" teriak Alvonso penuh amarah sambil meremas ponselnya.


" Gayamu sok suci, aku cium kamu malah menangis, aku sungguh sangat kecewa padamu, sial." ucap Alvonso dengan nada kesal.

__ADS_1


Kemarahan Alvonso yang teramat sangat membuat Alvonso akan memberikan pelajaran ke Brigitha dengan cara yang lebih menyakitkan melebihi Mama tirinya yaitu Mama Valen yang sudah mati terlebih dahulu.


__ADS_2