Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Alvonso dan Brigitha


__ADS_3

"Tetap saja Daddy tidak setuju." ucap Daddy Alvaro.


"Baiklah terserah Daddy, Mommy mau pulang ke mansion salah satu anak Kita." Ucap Mommy Felicia dengan nada kesal.


"Sayang, kenapa sih kalau ngancam jangan ngancam yang itu?" tanya Daddy Alvaro dengan nada protes.


"Ngancam apa?" tanya Mommy Felicia pura - pura tidak tahu.


"Tidur di luar atau tidak di kasih jatah atau tidur di salah satu mansion anak Kita. Kamu tega sich sama aku." gerutu Daddy Alvaro.


"Pffffttt.. " Mommy Felicia tertawa melihat suaminya.


"Huh." ucap Daddy Alvaro memalingkan wajahnya.


'Nanti malam aku kasih jatah dobel mau tidak?' bisik Mommy Felicia yang tidak tega melihat suaminya ngambek.


"Jangan meledek gimana mau ngasih jatah." ucap Daddy Alvaro sambil mendengus kesal.


"Di kamar mandi, mau tidak? komplain lagi batal." ancam Mommy Felicia.


"Iya setuju." ucap Daddy Alvaro daripada bantah tidak dapat jatah lebih baik menuruti.


"Bagus, sekarang pesan makan dan minum Mommy laper." ucap Mommy Felicia.


"Ok. Daddy akan pesan makanan." ucap Daddy Alvaro.


Daddy Alvaro memesan makanan buat dirinya juga buat istri tercintanya Mommy Felicia.


xxxx


Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana Brigitha di rawat di ruang perawatan dengan di temani Alvonso. Sepeninggal ke dua orang tua Brigitha, Mereka berdua agak canggung dan bingung ingin bicara apa.


hening

__ADS_1


hening


hening


"Apakah ada yang sakit?" tanya Alvonso memecahkan kecanggungan mereka berdua.


"Hanya kepalaku kalau di buat berpikir terasa sakit." Jawab Brigitha.


"Bolehkah aku memelukmu?" tanya Alvonso ragu.


"Kenapa Kak Alvonso ingin memelukku?" tanya Brigitha dengan wajah bingung.


"Biasanya kalau aku ada masalah pekerjaan kamu suka memelukku." ucap Alvonso berbohong.


'Maaf terpaksa Aku berbohong karena saat ini Aku ingin sekali memelukmu dan mencurahkan semua kerinduan yang selama ini menyiksaku.' sambung Alvonso dalam hati.


"Benarkah?" tanya Brigitha dengan wajah masih bingung.


Brigitha yang tidak tega melihat mata Alvonso hanya menganggukkan kepalanya. Alvonso yang mendapat persetujuan tidak menyia - nyiakan kesempatan tersebut.


Alvonso memeluk tubuh Brigitha membuat perasaan Alvonso sangat nyaman dan bau rambut Brigitha yang membuat pikirannya sangat tenang.


Sedangkan Brigitha memejamkan matanya sambil membalas pelukan Alvonso. Brigitha merasa kenal dengan bau harum yang terasa familiar membuat Brigitha berusaha untuk mengingatnya. Hingga Brigitha melihat sekelebatan bayangan hitam seorang gadis memeluk seorang pria.


"Akhhhhhhhh .... Kepalaku sakit." rintih Brigitha sambil melepaskan pelukan Alvonso kemudian memegang kepalanya dengan ke dua tangannya.


Alvonso yang mendengar Brigitha merintih melepaskan pelukannya.


"Ada apa Brigitha?" tanya Alvonso takut terjadi sesuatu dengan Brigitha.


"Kepalaku sakit sekali." rintih Brigitha lagi.


"Jangan dibuat berpikir dan jangan di paksa untuk mengingat nanti kamu pingsan terus aku dipukuli oleh Daddymu, masa kamu tega sich wajahku yang sangat tampan ini dipukuli oleh Daddymu." ucap Alvonso berusaha melucu agar Brigitha berfikir yang lain.

__ADS_1


Brigitha menatap Alvonso dengan senyum dan berusaha melupakan yang telah terjadi.


Alvonso yang melihat Brigitha tersenyum membuatnya gemas.


cup


Alvonso mengecup bibir Brigitha dengan lembut kemudian menjalani bibirnya.


"Kak Alvonso kenapa menciumku? Itukan ciuman pertamaku!" protes Brigitha.


"Kata siapa ciuman pertama?" tanya Alvonso dengan wajah polos.


"Apa? Apakah dulu kita sering berciuman?" tanya Brigitha dengan wajah merona.


"Sering, malah Kamu yang sering menciumku." ucap Alvonso bohong.


"Masa sih aku seperti itu? " tanya Brigitha dengan wajah bingung sambil berpikir.


"Iya, kamu sering memelukku dan mencium Aku." ucap Alvonso berbohong sambil memperhatikan Brigitha yang wajahnya semakin bertambah merah.


"Apakah aku cewek murahan yang sering berciuman dan berpelukan?" tanya Brigitha sedih sambil menundukkan wajahnya.


"Kamu bukan cewek murahan. Kamu hanya melakukan itu hanya sama aku saja dan aku sangat suka." Jawab Alvonso jujur.


"Sungguh?" tanya Brigitha sambil memandang wajah tampan Alvonso.


"Ya sungguh. Kamu mau minum?" tanya Alvonso mengalihkan pembicaraan.


"Boleh, kebetulan aku juga haus."jawab Brigitha


Alvonso mengambil minuman untuk Brigitha dan Brigitha meminum dengan menggunakan sedotan bertepatan dengan Mommy Felicia dan Daddy Alvaro datang membuka pintu ruang perawatan.


Alvonso dan Brigitha menengok ke arah pintu yang terbuka. Tampak Mommy Felicia tersenyum hangat sedangkan Daddy Alvaro menatap tajam padanya membuat Alvonso menelan ludahnya dengan kasar.

__ADS_1


__ADS_2