
"Sudah mulai membaik dan selang infusnya kami lepas ya nona Brigitha." ucap dokter tersebut.
"Baik dok." Jawab Brigitha.
Perawat itupun melepaskan selang infus yang menempel di tangan Brigitha.
"Apakah nanti siang putri kami boleh pulang?" tanya Daddy Alvaro.
"Bisa yang penting jaga kesehatannya dan jangan mikir - mikir yang berat - berat." ucap dokter tersebut.
"Baik dok." ucap mereka serempak.
"Kalau begitu saya permisi dulu." pamit dokter.
"Terima kasih doker dan suster." ucap Mommy Felicia dan Brigitha bersamaan.
"Sama - sama nyonya dan nona." ucap dokter dan perawat tersebut dengan bersamaan sambil tersenyum ramah.
Kemudian dokter dan perawat keluar dari ruangan rawat inap dan pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Brigitha mandi dulu ya? Daddy terakhir mandinya karena Brigitha tidak betah dad." ucap Brigitha.
"Ok. Mandilah" jawab Daddy Alvaro.
Brigitha pun pergi ke kamar mandi sambil membawa pakaian ganti yang sudah disiapkan oleh Mommy Felicia.
Daddy Alvaro yang melihat putrinya masuk ke dalam kamar mandi tentu saja tidak menyia - nyiakan kesempatan yang sangat berharga.
Daddy Alvaro memeluk tubuh mungil istrinya dari arah belakang kemudian Daddy Alvaro menikmati harum wangi rambut istrinya yang membuat hatinya sangat tenang dam nyaman.
"Sayang lepas nanti kalau ada orang masuk ke dalam bagaimana?" Tanya Mommy Felicia sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya.
"Sudah tidak ada orang datang lagi, dokter dan perawat sudah datang sedangkan putri Kita sekarang ada di kamar mandi." ucap Daddy Alvaro sambil mengendus - ngendus hidungnya ke leher istrinya dan terkadang mengecupnya.
ceklek
"Daddy, Mommy." Panggil Bruno, Brian dan Benediktus serempak.
Mommy Felicia yang terkejut langsung melepaskan ke dua tangan Daddy Alvaro yang melingkar di perut Mommy Felicia.
Daddy Alvaro hanya bisa mendengus karena kesenangannya terganggu akibat ke datangan ke tiga anak kembar kesayangannya.
"Eh kalian sudah datang?" tanya Mommy Felicia sambil tersenyum untuk mengalihkan pembicaraan.
"Iya mom, Mommy dan Daddy lagi ngapain?" tanya Bruno penasaran begitu pula dengan ke dua adik kembar nya.
"Ini kepala Mommy pusing terus Daddy memegang tubuh Mommy biar tidak jatuh." jawab Mommy Felicia bohong
"Oh. Mommy mana Brigitha mana?" tanya Brian yang percaya dengan apa dikatakan oleh Mommy Felicia.
"Lagi mandi." jawab Daddy Alvaro yang menjawab pertanyaan Brian.
"Oh ya Briana kemana?" Tanya Mommy Felicia.
__ADS_1
"Menemani Alvian, Alvonso dan Albert." Jawab Bruno.
"Tadi mau ikut tapi Alvian, Alvonso dan Albert menangis minta di temani." sambung Brian.
Mommy Felicia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Sayang, kalian bertiga sudah makan?" tanya Mommy Felicia setelah beberapa saat Mereka terdiam.
"Belum mom." Jawab mereka bertiga bersamaan.
"Kita mau makan apa?" tanya Daddy Alvaro.
"Aku ingin makan makanan seafood." ucap Bruno.
"Sama aku juga." jawab mereka serempak.
"Ok kalian mau pesan apa?" tanya Daddy Alvaro.
"Kerang hijau dan kerang dara." ucap Mommy Felicia.
"Aku kepiting sama kerang hijau." ucap Bruno.
"Aku cumi dan kerang hijau." ucap Brian.
"Aku lobster dan kerang hijau." sambung Benekditus.
Daddy Alvaro mencatat pesanan ke tiga anak kembarnya dan juga pesanan istrinya kemudian Daddy Alvaro mengambil kunci mobil untuk pergi ke restoran seafood langganan Mereka.
"Biar Mommy yang pergi." ucap Mommy Felicia sambil mengambil kunci mobil di tangan suaminya.
"Daddy belum mandi, biar Mommy pergi di temani sama Bruno." Jawab Mommy Felicia.
"Ok." ucap Daddy Alvaro singkat.
Ceklek
Pintu terbuka tampak Brigitha sudah selesai mandi dan memakai pakaian dres warna merah maroon tampak cantik dan seksi, wajahnya memakai riasan natural menambah kecantikan alami.
"Mommy mau kemana?" tanya Brigitha.
Brigitha melihat Mommy Felicia membawa kunci mobil dan berjalan bersama Kakak kembarnya yang bernama Bruno.
"Mommy mau beli makanan seafood." jawab Mommy Felicia.
"Aku mau pesan juga donk mom." pinta Brigitha.
"Tidak boleh, Kamu makan makanan yang sudah disiapkan di rumah sakit dan itu sudah tersedia di atas meja." Jawab Mommy Felicia menolak putrinya memakan makanan seafood.
"Tapi mom?" ucapan Brigitha terpotong oleh Mommy Felicia.
"Tidak ada tapi - tapian, ingat ya pesan Mommy jangan suka membuang makanan karena masih banyak orang kelaparan." ucap Mommy Felicia dengan kata bijaknya.
"Baik mom." ucap Brigitha dengan patuh.
__ADS_1
Mommy Felicia dan Bruno pergi keluar untuk membeli makanan seafood sedangkan Daddy Alvaro pergi ke kamar mandi.
Ceklek
Pintu terbuka tampak remaja pria masuk ke dalam ruangan kamar vvip. Hal itu tentu membuat Mereka semua yang ada di ruang perawatan termasuk Brigitha menatap ke arah pintu untuk mengetahui siapa yang membuka pintu ruang perawatan vvip.
"Alvonso." ucap Brian dan Benediktus bersamaan dengan wajah terkejut sekaligus menatap tajam ke arah Alvonso.
Glek
Alvonso menelan salivanya dengan kasar melihat dua pria yang wajahnya sangat mirip seperti fotokopi terlebih Mommy Felicia tidak ada di ruang perawatan.
" Kak Alvonso." panggil Brigitha sambil tersenyum.
"Hallo." Panggil Alvonso sambil senyum pepsodent.
"Ngapain kamu ke sini? belum cukup buat adikku pingsan?" tanya Brian sambil menatap tajam ke arah Alvonso.
"Maafkan Aku, Aku hanya ingin bertemu dengan Brigitha." Jawab Alvonso.
"Tidak boleh, pergilah!" usir Brian.
"Kakak jangan begitu, ingat kata Mommy tidak boleh mengusir orang apalagi orang itu tidak ada niat jahat sama kita." ucap Brigitha berusaha menasehati Kakak kembarnya.
"Tapi Brigitha, Dia ...." ucapan Brian terpotong oleh Brigitha.
"Kak Brian, Brigitha mohon." mohon Brigitha sampai mengatupkan kedua tangannya sambil menatap kakaknya dengan tatapan sendu yang merupakan jurus andalannya.
"Aish, baiklah." ucap Brian dengan pasrah.
"Terima kasih kak Brian." ucap Alvonso sambil tersenyum bahagia sekaligus sangat senang.
"What, kakak, aku tidak salah dengarkah? Sejak kapan aku jadi kakakmu?" tanya Brian dengan nada kesal.
"Tidak salah kak, bolehkah aku panggil kakak?" tanya Alvonso sambil masih tersenyum.
"Tidak boleh, kamu sama aku lebih tua dirimu seharusnya aku yang memanggilmu kak Alvonso." protes Brian tidak terima jika dirinya di panggil Kakak.
"Tidak panggil aku Alvonso saja." ucap Alvonso.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka tampaklah Daddy Alvaro keluar dari kamar mandi sambil menatap tajam ke arah Alvonso membuat jantung Alvonso semakin berdebar kencang. Daddy Alvaro berjalan mendekati ke tiga anak kembar nya Brian, Benediktus dan Brigitha sambil masih menatap tajam ke arah Alvonso.
ceklek
Ketika Daddy Alvaro ingin bicara bersamaan pintu ruangan kamar vvip terbuka, membuat semua orang menatap ke arah pintu tampak Mommy Felicia dan Bruno masuk ke dalam ruang perawatan.
Bruno yang melihat ada Alvonso langsung berjalan hingga dekat meja ranjang Bruno meletakkan bungkusan makanan dan minunan ke meja kemudian dengan cepat tangan kiri Bruno menarik krah baju Alvonso sedangkan tangan kanannya ingin memukul wajah Alvonso.
"Mau ngapain ke sini!" bentak Bruno sambil bersiap memukul wajah Alvonso sedangkan Alvonso hanya pasrah dan menutup matanya karena ada ke dua orangtua Brigitha dan Brigitha gadis yang dicintainya.
Alvonso tidak mungkin melawan karena yang ada keluarga Brigitha akan semakin membenci dirinya. Selain itu Alvonso sangat yakin Mommy Felicia dan Brigitha akan membela dirinya.
__ADS_1
'Tante dan Brigitha, tolongin Alvonso.' Ucap Alvonso dalam hati.