
Alvonso melihat Daddy Alvaro bersama ke empat anak kembar nya Bruno, Brian, Benediktus dan Briana sedang duduk di depan ruangan icu sambil mereka berbicara.
"Siapa yang sakit? apakah Brigitha? kalau iya sakit apa?' Tanya Alvonso dalam hati bertanya - tanya.
Karena penasaran, Alvonso membisikan sesuatu ke Michael. Alvonso dan Michael berjalan menuju ke ruangan dokter kemudian Alvonso memakai pakaian seragam dokter dan memakai masker sedangkan Michael memakai pakaian perawat juga menggunakan masker.
Mereka berdua berjalan melewati Daddy Alvaro dan ke empat saudara kembar Brigitha, untunglah mereka tidak curiga kemudian Alvonso dan Michael masuk ke ruangan icu.
Michael menunggu di depan pintu untuk berjaga - jaga sedangkan Alvonso mendekati ranjang pasien.
deg
deg
deg
Jantung Alvonso berdebar dengan sangat kencang dan matanya membulat sempurna melihat gadis yang selama ini di carinya kini ada dihadapan matanya. Brigitha berbaring di ranjang dan banyak selang infus di tubuh Brigitha dan masih setia memejamkan matanya.
Alvonso melepaskan maskernya dan menggengam tangan Brigitha yang tidak ada jarum infus kemudia mengecup punggung tangan Brigitha, gadis yang telah mencuri hatinya.
__ADS_1
"Hallo sayang, apa kabar? Kamu sakit apa sayang? tahukah Kamu, Aku selalu mencarimu selama empat tahun dan hatiku Aku tutup untuk gadis lain karena namamu sudah terukir di dalam hatiku." ucap Alvonso dan tidak terasa air matanya keluar melihat gadis yang dicintainya diam dan terbaring lemah.
Alvonso mendekatkan wajahnya ke wajah Brigitha, mulut Alvonso membisikkan ke telinga Brigitha.
"Sayang, Aku sangat mencintaimu. Aku mohon sadarlah." lirih Alvonso sambil menangis.
tes
tes
Airmata jatuh ke pelupuk mata Brigitha membuat Alvonso menghapus air matanya dengan menggunakan ke dua ibu jari tangannya.
"Kak Alvonso dari jauh ada dokter, kita harus keluar dari sini nanti kita ketahuan." ucap Michael.
deg
deg
Brigitha menahan genggaman tangan Alvonso dan Alvonso refleks membalikkan badan dan melihat tangannya yang masih di genggam.
__ADS_1
"Kak Alvonso ayo cepat." ucap Michael.
Alvonso berusaha melepaskan genggaman tangan Brigitha dengan menggunakan tangan satunya.
"Sayang, Aku janji nanti Aku akan temui dirimu lagi." ucap Alvonso.
cup
Alvonso mengecup kening Brigitha bersamaan Brigitha melepaskan genggaman tangannya kemudian Alvonso memakai maskernya kembali dan keluar dari ruangan icu bersama Michael menuju arah lain agar tidak ketahuan.
Daddy Alvaro dan ke empat anak kembarnya yang bernama Bruno, Brian, Benediktus dan Briana terkejut melihat kedatangan dokter dan perawat.
"Daddy, bukannya tadi sudah datang dokter dan perawat?" tanya Bruno, Brian, Benediktus dan Briana bersamaan dengan wajah bingung.
Daddy Alvaro tanpa menjawab pertanyaan ke empat anak kembarnya lansung masuk ke dalam ruangan icu karena takut terjadi sesuatu dengan putrinya yang bernama Brigitha sedangkan Bruno, Brian, Benediktus dan Briana mengikuti Daddy Alvaro dari arah belakang.
'Kenapa Aku bisa kecolongan?' Tanya Daddy Alvaro merutuki kebodohannya.
'Semoga tidak terjadi sesuatu dengan Brigitha karena Aku akan merasa bersalah karena lalai menjaga adik kembar kesayanganku.' Ucap Bruno dalam hati.
__ADS_1
'Semoga Brigitha baik-baik saja kalau tidak maka Aku tidak segan-segan untuk membunuhnya.' Ucap Brian dan Benediktus bersamaan dalam hati.
'Semoga Kak Brigitha baik-baik saja karena Aku tidak sanggup jika Kak Brigitha terluka lagi.' ucap Briana dalam hati.