Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Senyam Senyum


__ADS_3

'Untung tadi pas cium dan meluk Daddy Brigitha tidak lihat kalau lihat bisa di cincang aku.' ucap Alvonso dalam hati.


Brigitha sudah selesai minum kemudian Alvonso meletakkan gelas ke atas meja dekat ranjang.


"Maaf Tante dan Om sudah malam saya mau pulang dulu." Pamit Alvonso.


"Syukurlah sudah mengerti kalau sekarang sudah malam." ucap Daddy Alvaro sambil memandang Alvonso dengan tatapan tajam.


"Iya nak Alvonso, hati - hati di jalan." ucap Mommy Felicia sambil tersenyum.


"Oh iya tante besok siang saya boleh menjenguk Brigitha lagi?" tanya Alvonso dengan ramah.


"Tidak boleh." ucap Daddy Alvaro.


" Boleh." ucap Mommy Felicia.


Mereka menjawab bersamaan namun ucapannya berbeda membuat Alvonso dan Brigitha saling bertatapan.


"Daddy Sayang." panggil Mommy Felicia lembut sambil tersenyum ke arah suaminya.


"Ya boleh." ucap Daddy Alvaro kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Terima kasih tante dan Om." ucap Alvonso tersenyum lega dan ramah


Alvonso mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman, Mommy Felicia yang mengerti membalas uluran tangan Alvonso dan Alvonso dengan sopan mengecup punggung tangan Mommy Felicia membuat Daddy Alvaro dan Brigitha terkejut membuat matanya membulat sempurna melihat betapa sopannya Alvonso.


Alvonso dan Mommy Felicia melepaskan tangannya kemudian Alvonso mengarahkan tangan kanannya ke arah Daddy Alvaro tapi Daddy Alvaro pura - pura tidak lihat.


Mommy Felicia yang melihatnya langsung menyenggol tangan Daddy Alvaro sambil menatap suaminya dengan tatapan seperti singa betina yang ingin menerkam dirinya.


Daddy Alvaro dengan setengah terpaksa membalas uluran tangan Alvonso karena takut melihat tatapan istrinya seperti singa betina.


Alvonso pun mengecup punggung tangan Daddy Alvaro kemudian melepaskan tangannya lalu Alvonso membalikkan badannya untuk menatap wajah cantik Brigitha.


"Aku pulang ya, maaf gara - gara aku membuatmu pingsan. Semoga lekas sembuh dan besok siang aku kesini, mau dibawain apa?" tanya Alvonso sambil tersenyum manis.


Brigitha yang melihat senyuman Alvonso membuat jantungnya berdebar - debar.

__ADS_1


" Tidak usah repot - repot, Kak Alvonso sudah datang aku juga senang." ucap Brigitha sambil tersenyum malu.


Alvonso hanya tersenyum dan mengacak - ngacak rambut Brigitha karena Brigitha sangat menggemaskan.


"Kak Alvonso rambutku tambah berantakan tahu." protes Brigitha


"Tidak apa - apa yang penting masih cantik." ucap Alvonso sambil tersenyum.


"Ehem, masih kecil tidak boleh pacaran." ucap Daddy Alvaro dengan nada kesal.


"Maaf om." ucap Alvonso dengan wajah takut.


"Ya sudah, katanya mau pulang." ucap Daddy Alvaro.


"Iya Om. Mari Om, Tante dan Brigitha aku pulang dulu." pamit Alvonso.


"Hati - hati nak Alvonso." ucap Mommy Felicia ramah sambil tersenyum.


"Terima kasih Tante." balas Alvonso sambil membalas senyuman Mommy Felicia.


"Hati - hati Kak Alvonso." ucap Brigitha


'Untung tidak bablas ngomong sayang soalnya kalau sampai Ayahnya Brigitha tahu bisa - bisa aku di cincang.' Ucap Alvonso dalam hati.


Alvonso pun keluar dari ruang perawatan meninggalkan Mereka bertiga di ruangan rawat inap. Walau sebenarnya ingin sekali menginap dan menemani Brigitha tapi Alvonso tahu hal itu tidak mungkin.


"Sayang, sudah malam tidur ya." pinta Mommy Felicia sambil merebahkan tubuh Brigitha agar berbaring di ranjang karena tadi masih duduk kemudian membenarkan selimutnya.


"Baik mom." ucap Brigitha sambil tersenyum bahagia.


"Kenapa kamu senyam senyum?" tanya Daddy Alvaro.


"Ehh.. oh.. Brigitha senang karena Mommy dan Daddy menemani Brigitha tidur." Jawab Brigitha dengan nada gugup.


"Benar begitu?" tanya Daddy Alvaro dengan curiga sambil menatap tajam Brigitha.


"Daddy sayang, Brigitha mau tidur sudah malam jangan di ganggu biar cepat sembuh." ucap Mommy Felicia mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Baik mom." ucap Daddy Alvaro.


"Terima kasih mom, Mommy memang yang terbaik." puji Brigitha sambil mengulurkan dua ibu jarinya.


"Memang Daddy tidak?" tanya Daddy Alvaro dengan wajah cemberut.


"Daddy juga terbaik. Terima kasih Mommy dan Daddy sayang sama Brigitha." ucap Brigitha dengan nada tulus.


"Sama anak pasti sayang Brigitha, apapun dikorbankan demi kepentingan anak." ucap Mommy Felicia dengan nada lembut.


"Betul kata Mommymu, apapun kami akan lakukan demi kebahagian kalian anak - anak Daddy dan Mommy." ucap Daddy Alvaro.


"Sekali lagi terima kasih mom dan dad." ucap Brigitha.


"Sekarang tidurlah." pinta Mommy Felicia dan Daddy Alvaro bersamaan.


"Ok." jawab Brigitha sambil tersenyum


Tidak berapa lama Brigitha sudah tertidur lelap karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam karena itulah tadi Alvonso di usir oleh Daddy Alvaro. Kemudian Daddy Alvaro dan Mommy Felicia duduk di sofa.


"Sayang." Panggil Daddy Alvaro.


"Ya." Jawab Mommy Felicia sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Kenapa ya kalau sama Mommy, Daddy itu tidak berani membantah alias tidak berkutik padahal semua pegawaiku tunduk dan menuruti semua perintahku." ucap Daddy Alvaro tanpa sadar.


"Kenapa bisa begitu?" tanya Mommy Felicia bingung


"Melihat tatapan mata Mommy seperti singa betina yang sedang menerkam di tambah ancaman Momny yang berupa tidur di luar dan juga tidak di kasih jatah itu yang membuat Daddy tidak bisa berkutik." Jawab Daddy Alvaro masih tanpa sadar jika dirinya bicara jujur.


"Oh Daddy menganggap Mommy itu singa?" Tanya Mommy Felicia sambil matanya mendelik ke arah suaminya.


"Iya eh ngga." ucap Daddy Alvaro dengan nada gugup.


"Benar." ucap Mommy Felicia sambil memajukan wajahnya ke arah suaminya.


"Benar sayang, oh ya katanya ada yang janji mau kasih jatah tiga ronde tapi mana ya?" tanya Daddy Alvaro mencoba mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Kok nambah sih?" Tanya Mommy Felicia dengan nada protes.


__ADS_2