Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Kita pergi kemana Tuan?


__ADS_3

"Mumpung kalian kumpul di sini Daddy memutuskan Bruno, Brian, Benediktus, Brigitha dan Briana untuk kuliah di negara S menemani oma kalian karena Oma Kalian akan pindah dan tinggal di negara S. Nanti daddy akan mengurus pindahan kalian, jadi kalian berlima satu kampus." Ucap daddy Alvaro.


"Mommy setuju keputusan daddy karena jika kalian satu kelas kalian bisa saling membantu jika ada masalah." ucap Mommy Felicia.


"Baik Dad, Mom." ucap Bruno, Brian, Benediktus, Brigitha dan Briana dengan patuh.


"Setelah kalian lulus kuliah, untuk Bruno, Brian dan Benekditus kalian bertiga menggantikan Daddy sebagai CEO di tiga cabang perusahaan milik Daddy yang nantinya akan menjadi milik kalian." Ucap Daddy Alvaro.


"Untuk Brigitha dan Briana, Kalian berdua mengurus butik milik Mommy dan beberapa cabang perusahaan milik Daddy." Sambung Mommy Felicia.


"Daddy hanya pesan buat kalian semua, kalian semua adalah anak - anak kesayangan Daddy dan Mommy. Jadi semua harta milik Daddy dan Mommy buat kalian semua jadi jangan saling merebutkan harta atau saling menjatuhkan satu sama lain karena kalian semua dilahirkan dirahim yang sama." Sambung Daddy Alvaro.


"Mommy dan Daddy bahagia jika kalian saling membantu satu sama lain termasuk ke tiga adik kecil kalian Alvian, Alvonso dan Albert." pinta daddy Alvaro menasehati ke lima anak kembarnya.


"Baik Dad, Mom. Kami akan selalu mengingat pesan Daddy dan Mommy." ucap Bruno, Brian, Benediktus, Brigitha dan Briana bersamaan dengan patuh.


ceklek

__ADS_1


Pintu terbuka tampak Feodora dan dokter Jimmy berjalan masuk ke dalam menemui mereka.


"Bagaimana Brian dan Brigitha? apakah ada yang sakit?" tanya Feodora dengan wajah kuatir


"Tidak ada Tante, Kami sudah agak mendingan." ucap Brian dan Brigitha bersamaan.


"Bagus deh, Tante ikut senang." ucap Feodora tersenyum bahagia.


"Oh ya bagaimana kandungannya?" tanya Mommy Felicia.


"Ok, hati - hati di jalan." ucap mereka kompak.


Feodora dan dokter Jimmy keluar dari ruangan kamar vvip sedangkan mereka melanjutkan mengobrol nya.


xxxx


Di tempat yang berbeda tepatnya di apartemen milik Alvonso di mana Alvonso kini sudah sampai di apartemen miliknya. Alvonso langsung membersihkan dirinya dengan berendam di bath thup untuk menghilangkan kepenatan sambil memandangi ponselnya yang berisi foto - foto Brigitha dengan beberapa pria.

__ADS_1


"Brigitha, kamu adalah cinta pertamaku kenapa kamu mengikuti jejak seperti tante Valen? Kalau kamu butuh belaian aku juga bisa melakukannya." Ucap Alvonso dengan nada kesal sambil meremas ponselnya menahan amarahnya.


"Lebih baik Brigitha Aku culik dan Aku jadikan penghangat ranjang ku. Setelah bosan barulah aku membunuhnya karena jika langsung di bunuh terlalu enak buat Brigitha." Ucap Alvonso.


"Aku harus telephone anak buahku untuk menghentikan penyerangan karena aku tidak mau terjadi dengan orang yang kucintai." Sambung Alvonso.


Tut Tut Tut Tut


" Sial kenapa ponselnya tidak aktif? Apa mereka sudah sampai dan menyerang Brigitha dan para pria selingkuhannya? Aku harus susul karena aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan orang yang Aku cintai." Ucap Alvonso.


Alvonso langsung menyelesaikan ritual mandinya dan buru - buru memakai handuk untuk men lap tubuhnya yang basah. Alvonso mengambil pakaian di lemari dan memakainya dengan terburu - buru mengingat orang yang di sewanya adalah orang - orang yang di rekrut Alvonso dari lulusan karate tempat dimana Alvonso lulus.


Alvonso takut terjadi dengan gadis yang dicintainya sungguh Alvonso sangat menyesal bila sampai terlambat bertindak. Alvonso tak henti - hentinya menelephone anak buahnya tapi tetap saja ponselnya tidak aktif membuat Alvonso semakin frustrasi.


"Kenapa ponselnya tidak aktif?" Tanya Alvonso dengan nada kesal sambil kembali menghubungi anak buahnya.


"Maaf Tuan, Kita pergi kemana Tuan?" Tanya bodyguard yang merangkap sebagai sopir.

__ADS_1


__ADS_2