Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Merestui


__ADS_3

"Bruno." Panggil Mommy Felicia dengan nada dingin.


Mommy Felicia meletakkan makanan seafood ke atas meja dekat ranjang kemudian tangan kanannya menjewer telinga Bruno.


"Auch Mommy sakit." teriak Bruno sambil melepaskan tangannya yang menarik krah baju Alvonso kemudian tangan Bruno memegangi telinganya yang di jewer oleh Mommy Felicia.


Alvonso yang merasa krah bajunya di lepas dan tidak menerima pukulan di tambah mendengar suara Bruno kesakitan langsung membuka matanya.


Hingga Alvonso melihat Mommy Felicia sedang menjewer telinga anaknya yang bernama Bruno.


"Kamu itu baru datang langsung mau mukul anak orang, memang seperti itu yang Mommy ajarkan?" Tanya Mommy Felicia sambil melepaskan tangannya yang menjewer telinga Bruno kemudian menatap tajam ke arah putra sulungnya.


"Tapi mom, mau ngapain Alvonso datang ke sini? Pasti mau nyatikin adikku lagi." omel Bruno yang tidak mau disalahkan.


"Darimana kamu tahu kalau Alvonso akan menyakiti adikmu?" tanya Mommy Felicia.


"Tapi mom..?" ucapan Bruno terputus karena mendapat tatapan tajam Mommy Felicia.


"Daddy.." panggil Bruno meminta bantuan Daddy Alvaro sambil mendekati Daddy Alvaro.


'Daddy juga takut sama singa betina.' bisik Daddy Alvaro.


'Singa betina itu siapa Daddy?' Tanya Bruno ikutan berbisik.


'Siapa lagi kalau bukan Mommymu. Daddy takut sama Mommy jadi sudahlah mengalah saja daripada nanti telingamu panjang mirip kelinci.' bisik Daddy Alvaro.


'Hahhh... baiklah Dad.. nanti kalau Bruno menikah tidak mau kayak Daddy yaitu sama istri takut.' bisik Bruno.


Daddy Alvaro yang mendengar Bruno berbicara seperti itu langsung mendelikkan matanya ke arah anaknya membuat Bruno tersenyum kuda.


"Ada apa bisik - bisik?" tanya Mommy Felicia dengan nada curiga


"Tidak ada apa - apa mom, oh ya Daddy lapar kita makan yuk." Jawab Daddy Alvaro mengalihkan pembicaraan.


"Ayo Dad, kita makan bersama." jawab Mommy Felicia.


"Maaf Tante saya keluar dulu." Pamit Alvonso dengan sopan.


"Mau kemana nak Alvonso?" tanya Mommy Felicia ramah.


"Mau makan di kantin." Jawab Alvonso dengan sopan.


Alvonso memang sudah lapar tapi dirinya tidak mungkin makan bersama Mereka selain dirinya orang luar, Alvonso sangat yakin kalau makanan yang di beli oleh Mommy Felicia pas untuk keluarga besarnya.


"Kebetulan tante beli lebih, kita makan bareng yuk." Ajak Mommy Felicia dengan ramah.


"Maaf Tante jadi ngerepotin." ucap Alvonso merasa tidak enak hati.


"Ah tidak ngerepotin kok." ucap Mommy Felicia.

__ADS_1


Mommy Felicia memberikan kotak makanan ke suaminya yang bernama Daddy Alvaro, Bruno, Brian dan Benekditus.


"Brigitha, Mommy belikan untukmu tapi porsinya Mommy kurangi dan tidak pedas mengingat Kamu baru sembuh." Ucap Mommy Felicia sambil memberikan kotak makanan.


"Terima kasih Mommy cantik." Ucap Brigitha sambil tersenyum bahagia.


"Sama-sama sayang." Jawab Mommy Felicia.


"Nak Alvonso ini ada dua bungkusan, yang bungkusan pertama kerang hijau plus lobster dan yang satu lagi kepiting plus kerang hijau. Nak Alvonso pilih yang mana?" tanya Mommy Felicia dengan nada lembut.


"Terserah tante saja." ucap Alvonso sopan


"Tante apa saja semuanya suka jadi tenang saja jadi ambillah mana yang Kamu suka. Tidak perlu sungkan dengan tante." ucap Mommy Felicia.


"Kepiting plus kerang hijau boleh tante?" tanya Alvonso malu pasalnya Alvonso sangat suka dengan kepiting plus kerang hijau hanya tidak enak hati dengan Mommy Felicia.


"Boleh silahkan. Sebelum makan Kita berdoa bersama dulu. Ayo Daddy mimpin doa makan dulu." pinta Mommy Felicia.


"Ok." jawab Daddy Alvaro singkat.


Daddy Alvaro memimpin doa sedangkan Alvonso yang tidak pernah berdoa terasa kaku dan mengikuti mereka cara berdoa.


Selesai berdoa merekapun makan bersama begitu pula dengan Brigitha makan makanan seafood karena tadi sebelumnya dirinya sudah memakan makanan dari rumah sakit yaitu bubur.


Selesai makan Mommy Felicia dan Daddy Alvaro membantu membereskan bungkusan makanan dan membuangnya di tong sampah. Mereka mengobrol sambil meminum botol yang berisi air mineral.


Alvonso baru kali ini merasakan kehangatan keluarga besar Brigitha yang tidak pernah dirasakan seumur hidupnya.


Alvonso di ajak oleh Mommy Felicia dan dengan senang hati Alvonso mengikuti mobil mereka menuju ke mansion milik Daddy Alvaro.


Lima belas menit kemudian iringan mobil sudah sampai dan semua mobil masuk ke dalam parkiran yang luas termasuk mobil Alvonso.


Mereka semua kini sudah berkumpul di ruang keluarga. Bruno, Brian dan Benekditus membawa koper berisi barang milik orang tuanya dan milik Brigitha ke kamarnya masing - masing.


Mommy Felicia, Brigitha dan Briana pergi ke dapur untuk memasak karena para sahabatnya sebentar lagi datang terlebih sebentar lagi waktunya makan siang.


Satu jam makanan sudah siap bersamaan kedatangan sahabat Mommy Felicia dan sahabat Daddy Alvaro. Merekapun makan bersama Daddy Alvaro dan Mommy Felicia karena sudah makan hanya mengambil sedikit karena menghormati tamu, sedangkan Bruno, Brian, Benediktus, Brigitha, Briana dan Alvonso duduk di ruang tamu.


Bruno, Brian dan Benediktus menatap tajam ke arah Alvonso rasanya belum puas untuk memukul Alvonso tapi karena takut dengan Mommy Felicia membuat ke tiga pemuda tampan hanya bisa menahan diri.


Brigitha hanya tersenyum menatap wajah Alvonso sedangkan Alvonso membalas senyuman Brigitha dengan tersenyum agak kaku karena mendapat tatapan tajam Bruno, Brian dan Benediktus.


Selesai makan mereka para pria berjalan bersama pasangan Mereka masing-masing menuju ke arah ruang tamu kecuali Mommy Felicia dan Daddy Alvaro.


Merekapun melanjutkan mengobrolnya sedangkan para pelayan membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor.


Mommy Felicia membungkus makanan dan dimasukkan ke dalam rantang untuk diberikan oleh Alvonso kemudian rantang itu diletakkan di atas meja.


"Rantang itu buat siapa Mom?" Tanya Daddy Alvaro.

__ADS_1


"Buat Alvonso." Jawab Mommy Felicia sambil berjalan ke arah ruang keluarga.


"Mommy kenapa sih selalu perhatian sama Alvonso?" Tanya Daddy Alvaro dengan nada cemburu.


Mommy Felicia menghentikan langkahnya kemudian menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum sedangkan Daddy Alvaro yang melihat istrinya menghentikan langkahnya membuat Daddy Alvaro ikut menghentikan langkahnya.


"Daddy." Panggil Mommy Felicia dengan nada lembut.


"Hmmm..." jawab Daddy Alvaro berupa deheman.


"Mommy tahu kalau Daddy dan ke tiga anak kembar Kita masih kesal dan marah dengan Alvonso." Ucap Mommy Felicia.


"Kita semua tahu ke dua orang tua Alvonso sangat sibuk hingga tidak memperdulikan Alvonso. Hingga Alvonso tidak pernah mendapatkan kasih sayang orang tua." Sambung Mommy Felicia.


Daddy Alvaro merenungkan perkataan Mommy Felicia dan mendengarkan kalimat selanjutnya dari mulut Mommy Felicia.


"Kalau misalnya di balik Daddy tidak mendapatkan kasih sayang orang tua, bagaimana perasaan Daddy ketika Daddy menyukai seseorang namun keluarganya menentang keras dan tidak ada tempat untuk Daddy?" Tanya Mommy Felicia.


"Tapi Daddy kan ..." Ucapan Daddy Alvaro terpotong oleh Mommy Felicia.


"Mommy tahu, Daddy adalah pria yang sangat baik karena itulah Mommy bersedia menikah dengan Daddy. Tapi di sini Mommy hanya mengatakan jika seandainya di balik." Ucap Mommy Felicia.


Daddy Alvaro terdiam dan merenungkan kata demi kata yang diucapkan oleh istrinya sedangkan Mommy Felicia menggenggam tangan suaminya dengan lembut.


"Jadi bisakah memberikan kesempatan untuk Alvonso?" Tanya Mommy Felicia.


Daddy Alvaro menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya membuat Mommy Felicia tersenyum kemudian memeluk tubuh kekar suaminya.


"Mommy tahu di dalam hati terdalam Daddy, Daddy adalah pria yang sangat baik dan Mommy sangat bersyukur bisa menikah dengan suamiku yang paling tampan serta sangat kaya." Ucap Mommy Felicia.


"Pffffttt..." Tawa Daddy Alvaro sambil membalas pelukan istrinya kemudian mengusap rambutnya dengan lembut.


"Justru Daddy sangat bahagia bisa menikah dengan Mommy. Wanita yang sangat baik dan pengertian dan mengenai Daddy sangat kaya semua kekayaan milik Daddy silahkan Mommy habiskan.'' Ucap Daddy Alvaro.


"Sayangnya Mommy tidak suka belanja dan menghamburkan uang paling Mommy sangat suka memberikan sebagian harta Kita untuk orang yang tidak mampu." Ucap Mommy Felicia.


"Itulah yang membuat Daddy mencintai Mommy, perduli dengan orang lain." Ucap Daddy Alvaro sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Mommy Felicia.


Mommy Felicia hanya tersenyum kemudian Mereka melanjutkan langkahnya menuju ke ruang tamu untuk berkumpul bersama keluarga besarnya termasuk ke dua sahabatnya. Dua jam telah berlalu mereka pun pulang ke rumah masing - masing kecuali Alvonso.


Sedangkan Bruno, Brian, Benediktus dan Briana serta ke tiga adik kembarnya yang bernama Alvian, Alvonso dan Albert masuk ke kamarnya masing - masing. Kini tinggallah Daddy Alvaro, Mommy Felicia, Brigitha dan Alvonso.


"Nak Alvonso, apakah Kamu mempunyai saudara dari Ayah atau Ibumu?" Tanya Daddy Alvaro.


"Maksud om?" tanya Alvonso tidak mengerti


"Kamu mencintai putriku kan?" Tanya Daddy Alvaro tanpa basa basi.


"Tentu saja, Alvonso mencintai putri Om." Jawab Alvonso.

__ADS_1


"Kalau begitu datanglah ke sini untuk melamar putriku Brigitha." Ucap Daddy Alvaro.


"Om, merestui hubungan Kami?" Tanya Alvonso dengan wajah terkejut.


__ADS_2