Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Alvonso Kecewa


__ADS_3

"Maaf Tuan, ini rahasia pasien dan kami tidak berhak untuk memberitahukannya." Jawab perawat tersebut.


"Baiklah, terima kasih." ucap Alvonso dengan wajah lesu.


'Aku sampai berdebat dengan Mama tiri ku agar Aku bisa melihat Brigitha namun ternyata sia-sia.' Ucap Alvonso dalam hati.


Alvonso pun meninggalkan ruangan resepsionis dan berjalan ke arah ruangan ugd bersamaan pintu ruang ugd terbuka. Alvonso dan Ibu tirinya berjalan ke arah dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan suami saya, Dok?" tanya mama Valen.


"Maaf suami nyonya koma, nanti akan kami pindahkan ke ruangan icu." Jawab dokter itu.


Mama Valen menangis mendengar suaminya koma membuatnya langsung tidak sadarkan diri. Sebelum terjatuh Alvonso menangkap tubuh mama tirinya dan meminta perawat membawanya ke ruang rawat. Dua perawat membawa mama Valen ke ruang rawat sedangkan Alvonso masih berdiri bersama dokter yang merawat papanya.


"Kenapa papa saya koma dok?" tanya Alvonso dengan wajah khawatir.


"Tuan besar terkena serangan jantung." Jawab dokter tersebut menjelaskan.


"Sudah lama papa saya tidak terkena jantung, kenapa bisa terkena penyakit jantung?" tanya Alvonso dengan wajah terkejut.


"Kemungkinan mendengar berita buruk atau makanan yang di langgar karena itu Tuan Besar terkena serangan jantung." Jawab dokter.


"Dokter, boleh saya menengok papa saya?" tanya Alvonso.

__ADS_1


"Sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang ICU, Tuan Muda bisa menengoknya." jawab dokter tersebut.


"Terima kasih dok." jawab Alvonso.


"Sama-sama Tuan dan sudah menjadi tugas saya merawat pasien." Jawab dokter tersebut.


"Kalau begitu saya pamit, ingin melihat pasien lainnya." Ucap dokter tersebut setelah beberapa saat mereka terdiam.


Alvonso hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter tersebut pergi meninggalkan Alvonso sendirian. Tidak berapa lama pintu UGD terbuka lebar, dua perawat mendorong brangkar di mana Papanya berbaring.


Kini Alvonso berada di ruang icu dengan memakai pakaian khusus untuk menengok papanya.


Papanya terbaring lemah hatinya sedih melihatnya, walau papanya sering bergonta ganti kekasih dan sibuk dengan pekerjaannya tapi kasih sayang papanya selalu ada untuknya, apapun yang di minta selalu dikabulkan oleh papanya.


Karena itulah Alvonso tumbuh menjadi anak manja dan bersikap semaunya namun semenjak papanya menikah lagi Alvonso mulai berubah hal itu dikarenakan Alvonso tidak sengaja mendengar percakapan papanya dengan tante Valen sebelum mereka berdua menikah.


Alvonso duduk di samping ranjang papanya dan memegang tangan papahnya kemudian mengecup punggung tangan papanya.


"Papa sebenarnya ada apa denganmu? Kemarin aku melihat papa sehat - sehat saja?" tanya Alvonso dengan wajah sendu.


"Kata dokter papa terkena serangan jantung dan bisa saja kemungkinan mendengar berita buruk? tapi berita buruk apa Pa? Semua pekerjaan kantor, Alvonso sudah bisa menghandle malah papa kebanyakan istirahat menikmati masa tua Papa. Kalau soal makanan papa selalu makan makanan sehat." sambung Alvonso.


"Apa mama Valen berbuat sesuatu dengan papa?" tanya Alvonso dengan nada curiga.

__ADS_1


"Kalau itu benar Alvonso tidak akan mengampuni Dia, Pa." ucap Alvonso sambil menahan amarahnya.


Selesai berbicara Alvonso ke luar dari ruangan icu dan menelephone asisten papanya untuk datang ke rumah sakit.


Tidak berapa lama asisten itupun datang dengan membawa laptop sesuai permintaan Alvonso.


"Tuan muda Alvonso." panggil asisten papanya.


"Coba kamu cek rekaman cctv di mansion dua hari dari sekarang!" perintah Alvonso dengan nada dingin.


"Ada masalah apa tuan?" tanya asisten papanya.


"Saya ingin tahu apa ada kejadian yang tidak Aku ketahui dengan kejadian yang membuat papaku koma." Jawab Alvonso.


"Baik tuan." ucap asisten papanya dengan patuh.


Asisten tersebut membuka laptopnya untuk mengecek rekaman cctv di mansion milik Papanya Alvonso.


Setelah agak lama rekaman cctv muncul di layar laptop milik asisten papanya. Tidak ada tanda - tanda yang mencurigakan kemudian di hari ke dua pun juga sama tapi dengan tatapan elangnya Alvonso melihat di pertengahan rekaman cctv jamnya meloncat seperti terpotong.


"Tunggu kenapa tadi jam 13.05 langsung meloncat jadi jam 13.45?" tanya Alvonso sambil menatap ke arah asistennya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2