
"Tapi Daddy, Bela pertama kali melihatnya dan langsung jatuh cinta." ucap Bela dengan nada manja.
"Kalau kamu cinta tahan perasaanmu yang ada nanti tuan Alvonso menjadi tidak suka padamu." ucap Daddy Richard.
"Daddy, pokoknya bagaimana caranya Daddy harus menjodohkan aku dengannya." ucap Bela tanpa memperdulikan ucapan Ayahnya.
"Umurmu masih enam belas tahun dan kamu masih sekolah jadi tidak mungkin kamu menikah umur segitu, minimal delapan belas tahun bisa menikah." ucap Daddy Richard sabar menasehati putri kesayangannya.
"Tunangan dulu dad, setelah itu nanti umur tujuh belas tahun baru menikah." Ucap Bela mencoba bernegosiasi dengan Ayahnya.
" Tapi..." ucapan terpotong karena istrinya memotong perkataannya.
"Sudah daddy turuti saja permintaan anak kita." ucap istrinya.
"Hah baiklah terserah kalian sajalah, sudah diam orangnya datang." ucap daddy Richard.
Alvonso berjalan menuju kursi yang agak jauh dari Bela membuat mereka bertiga terkejut terlebih Bela. Bela tanpa punya rasa malu langsung berdiri ingin duduk dekat dengan Alvonso.
"Maaf, saya tidak biasa duduk dekat wanita, silahkan nona Bela duduk kembali." ucap Alvonso dengan nada tegas.
"Tapi.." ucap Bela terpotong karena Alvonso memotong pembicaraannya.
"Kalau tetap memaksa saya tidak jadi makan dan kita batalkan kerjasama kita tuan Richard." ucap Alvonso yang sudah mulai kesal dengan sikap Bela.
__ADS_1
"Maafkan putri saya tuan Alvonso, Bela duduk di tempatmu!!" perintah daddy Richard dengan nada tegas.
"Baik dad." jawab Bela dengan wajah cemberut.
Alvonso menikmati makanannya dan tidak memperdulikan Bela yang sedang menatapnya dengan tatapan kesal.
Selesai makan tuan Richard meminta Alvonso untuk masuk ke dalam ruangan kerja miliknya untuk membicarakan bisnisnya.
Selesai membicarakan bisnisnya dan menandatangani kerjasamanya mereka berdua mengobrol secara santai.
"Maaf, apakah tuan Alvonso tidak tertarik dengan putriku Bela?" tanya tuan Richard tanpa punya rasa malu sedikitpun.
"Bukannya saya tidak tertarik, karena saya masih kuliah dan bekerja jadi saya belum memikirkan untuk menikah." jawab Alvonso menjelaskan.
"Maaf umur saya masih muda dan saya belum ada keinginan untuk menikah. Target saya menikah di usia 30 tahun baru saya memikirkannya." Jawab Alvonso.
"Jadi kalau nona Bela mau menunggu silahkan saja tapi saya tidak bisa janji, apakah saya menikah dengan putrimu atau tidak karena kita tidak tahu masa depan." Sambung Alvonso menjelaskan panjang kali lebar.
"Apakah tidak terlalu lama?" tanya tuan Richard tanpa memperdulikan kalimat terakhir Alvonso.
"Kalau nona Bela menemukan jodoh yang lebih baik silahkan saja karena saya tidak akan marah." jawab Alvonso dengan nada santai.
"Baiklah nanti saya akan sampaikan pada putriku Bela." jawab tuan Richard pasrah.
__ADS_1
"Ok. Karena tidak ada pembicaraan lagi saya akan pergi karena saya ada janji dengan klien lagi." ucap Alvonso tanpa basa basi pasalnya Alvonso sudah mulai jengah.
"Ok silahkan, senang bekerja sama dengan tuan Alvonso." jawab tuan Richard.
Mereka berjabat tangan dan kemudian Alvonso pergi meninggalkan rumah tuan Richard.
xxxx
Kini Alvonso sudah sampai di restoran xxx karena Alvonso ada janji temu dengan kliennya. Alvonso memesan meminumnya sambil menunggu kliennya datang.
Alvonso menunggu lama pasalnya Alvonso datang lebih awal seharusnya bertemu jam satu siang sedangkan Alvonso datang jam dua belas siang.
'Gara - gara tuan Richard menjodohkan ku dengan gadis yang tidak punya malu dan gadis murahan itu. Membuatku terpaksa pergi dari rumah itu sebab kalau kelamaan ulet bulu itu nempel terus..ih dasar tidak punya malu.' Ucap Alvonso dalam hati sambil menahan amarahnya.
Seorang gadis pelayan restoran membawa nampan yang berisi dua gelas yang tinggal sedikit airnya dan berjalan hendak melewati Alvonso. Gadis pelayan tersebut yang melihat Alvonso sangat terpesona akan ketampanan Alvonso membuatnya tidak konsentrasi hingga tidak sengaja menabrak kursi restoran.
bruk
"Akhhhhhhhh..." Teriak Alvonso dan gadis pelayan bersamaan.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1