
"Brigitha jika aku bertemu denganmu lagi maka kamu akan kuberikan pada binatang kesayanganku namun sebelumnya aku akan menikmati tubuhmu terlebih dahulu. Hahahhahah..." ucap Alvonso sambil tertawa jahat namun terlihat jelas wajah kesedihan dan kecewa yang teramat sangat terhadap Brigita.
Alvonso dengan perasaan kecewa dan amarah seketika mempunyai ide jahat. Alvonso keluar dari mobilnya menuju ke markasnya. Alvonso memerintahkan anak buah mafianya untuk mengerjakan sesuatu.
Setelah selesai dengan urusan Alvonso kembali pulang menuju ke apartemen miliknya untuk menenangkan emosinya karena jika berada di mansion yang ada nanti para pelayan kena amarahnya dan berakhir di ranjang rumah sakit.
"Saat ini, aku jalankan rencana A dulu kalau gagal masih ada rencana B." ucap Alvonso sambil mencengkram kemudi mobil dengan sangat kuat menahan rasa amarahnya.
"Brigitha, Aku sangat kecewa padamu jadi jangan salahkan Aku jika Aku akan menghancurkan mu." ucap Alvonso.
xxxx
Di Tempat berbeda tepatnya di mana Bruno, Brian, Benediktus dan Brigitha masih mengendarai mobil. Hingga tiba - tiba ponsel milik Brigitha berdering.
Brigitha membuka tasnya dan mengambil ponselnya, tampak di layar tampak tulisan Mommy Cantik Memanggil, Brigitha pun menggeser tombol warna hijau.
📱"Hallo Mommy." panggil Brigitha.
📱"Sayang, sudah jam berapa ini? Kok belum pulang dan ke tiga kakakmu juga sama belum pulang. Mommy sejak tadi telepon mereka tidak di angkat." ucap Mommy Felicia sambil mengomel.
📱"Ini Kami lagi di jalan Mom." Jawab Brigitha.
__ADS_1
📱" Kami?" Tanya ulang Mommy Felicia dengan nada bingung.
📱"Iya kami mom, Kak Bruno, Kak Brian, Kak Benediktus dan Brigitha yang sangat cantik." ucap Brigitha memuji dirinya sendiri.
📱"Idih pede sekali." ledek Bruno, Brian dan Benekditus bersamaan sambil mengacak - ngacak rambut adiknya.
"Ish Kak Bruno, Kak kak Brian dan Kak Benediktus rambutku berantakan tahu." omel Brigitha.
📱" Bruno, Brian, Benediktus dan Brigitha!!" teriak daddy Alvaro dari sebrang telepon.
Ternyata Daddy Alvaro ada di sebelah Mommy Felicia. Sontak Brigitha menjauhkan ponselnya dari telinganya.
📱"Aish Daddy, kenapa sih teriak - teriak emangnya hutan?" Tanya Brigitha sambil mengelus dadanya dengan nada kesal.
📱"Kalian ya, sudah tahu Mommymu nanya malah kalian berempat asyik ngobrol." omel Daddy Alvaro.
📱" Cepat pulang, jangan keluyuran karena besok adikmu Brigitha berangkat ke luar negri biar istirahat di rumah!" perintah Daddy Alvaro.
📱"Baik ..." ucapan mereka berempat terputus karena di depan ada 3 mobil yang menghalangi mereka jalan.
ciiitttttt
__ADS_1
"Brigitha, kamu di dalam saja biar Kak Bruno, Kak Brian dan Kak Benediktus yang menghalangi mereka." pinta Bruno.
"Tidak kak mereka banyak jadi kita mesti melawan mereka bersama - sama." jawab Brigitha.
"Tapi dek Kami tidak ingin kamu terluka, jadi lebih baik kalau kamu berada di dalam mobil." Ucap Brian.
Selesai mengatakan hal itu Brian membuka pintu mobil diikuti oleh Bruno dan Benediktus yang juga keluar dari mobil. Tapi sebelum menutup pintu Brigitha bicara kembali.
"Brigitha juga sama tidak ingin ke empat Kakakku juga terluka." jawab Brigitha.
📱"Bruno, Brian, Benediktus dan Brigitha!! Ada apa?" Tanya Daddy Alvaro dengan nada panik.
Brigitha tersadar ketika Daddy Alvaro berteriak lagi dan ponselnya masih terhubung dengan Daddy Alvaro.
"Daddy, kami di serang, Kak Bruno, Kak Brian dan Kak Benediktus baru saja keluar dari mobil." ucap Brigitha menjelaskan.
"Baik Daddy dan Mommy akan ke sana." ucap Daddy Alvaro
tut tut tut
Daddy Alvaro langsung mematikan ponselnya dan menarik tangan istrinya menuju ke arah garasi mobilnya sambil menceritakan apa yang terjadi dengan ke empat anak kembarnya.
__ADS_1
Daddy Alvaro juga menghubungi ke dua sahabatnya siapa lagi kalau bukan Roberto dan dokter Jimmy.
'Semoga kalian baik-baik saja.' Ucap Daddy Alvaro dalam hati.