Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Jantungnya Berdetak Kencang


__ADS_3

Alvonso menutup pintu apartemen dan berjalan menuju ke kamarnya. Alvonso berbaring memikirkan mimpi bertemu dengan Brigitha.


"Kenapa aku mimpi seperti itu?" tanya Alvonso pada dirinya sendiri.


"Brigitha,kamu dimana? Sudah empat tahun aku menunggumu dan pergi ke tempat yang pernah kamu datangi tapi tidak pernah bertemu." keluh Alvonso.


xxxx


4 Bulan Kemudian


Brigitha masih belum tersadar dari komanya, semua keluarga besar Daddy Alvaro pindah ke negara mereka sedangkan Roberto dan dokter Jimmy kadang membantu menemani Bruno, Brian, Benediktus dan Briana bekerja di perusahaan jika ada masalah di perusahaan milik Daddy Alvaro.


Keluarga dokter Jimmy dan keluarga Roberto setiap ada kesempatan datang memberi semangat untuk Mommy Felicia dan keluarganya.


"Bagaimana Jim, Rob pekerjaan kantor? maaf aku ngerepotin kalian berdua untuk menemani ke empat anak kembarku." Ucap Daddy Alvaro merasa tidak enak hati.


"Tenang aja Al semua baik - baik saja, kita kan keluarga jadi kamu santai aja jangan banyak pikiran." ucap dokter Jimmy.


"Benar kata Jimmy kita kan satu keluarga, bagaimana dengan ponakanku Brigitha?" tanya Roberto.


"Masih belum sadar Rob?" ucap Daddy Alvaro.


"Mudah - mudahhan cepat sadar." ucap Roberto.


"Amin. Oh ya Jim, semua pesanan alat - alat kesehatan sudah komplit semua juga dokter dan perawat?" tanya Daddy Alvaro.


"Sudah komplit dan siap digunakan, mansionmu yang satunya mirip seperti tempat tinggal sekaligus rumah sakit." ucap dokter Jimmy


"Syukurlah, rencana lusa aku akan bawa Brigitha pindah ke mansion baru dan tinggal di mansion. Agar kami bisa tahu kondisi Brigitha tanpa perlu bolak balik dari rumah sakit ke mansion. Mungkin tinggal di mansion Brigitha tersadar dari komanya." ucap Daddy Alvaro penuh harap.


"Mudah - mudahan Al." ucap Dokter Jimmy dan Roberto bersamaan.


xxxxx


Di tempat yang berbeda tepatnya di perusahaan milik Alvonso di mana Alvonso duduk di kursi kebesaran sambil menanda tangani berkas - berkas dokumen.


tok tok tok tok


"Masuk." Jawab Alvonso sambil mengerjakan berkas - berkas dokumen.

__ADS_1


"Kak Alvonso, besok lusa kita ada klien dari Negara S tapi kliennya meminta meatingnya di negara S." ucap Michael asisten sekaligus adik sepupu Alvonso.


"Sebenarnya aku malas untuk pergi jauh karena masalah di perusahaan milik orang tuaku belum selesai." ucap Alvonso.


"Sekalian piknik siapa tahu kak Alvonso ketemu jodohnya." ucap Michael.


"Aku masih menunggu Brigitha, tidak ada gadis lain." ucap Alvonso dengan nada tegas


"Kak Alvonso masih menunggu?" tanya Michael.


"Ya, begitulah." ucap Alvonso.


"Siapa tahu disana ketemu kekasih Kakak yang bernama kak Brigitha." ucap Michael asal.


"Nanti aku pikirkan berikan aku waktu untuk berfikir." ucap Alvonso.


"Hmm, baiklah paling lama dua jam karena mereka menunggu kabar kita." ucap Michael.


"Hmm.. baiklah nanti aku kabarin, sekarang kamu pergilah." usir Alvonso.


"Kak Alvonso mengusirku!" tanya Michael


"Tidak ada." jawab Michael


" Ya sudah pergilah kerjakan tugasmu!" usir Alvonso lagi.


"Ok, aku pergi." ucap Michael dengan nada kesal.


Michael pun keluar dari ruangan Alvonso menuju ruangannya melanjutkan pekerjaannya.


"Apa aku harus ke negara S? di satu sisi aku merasa Brigitha ada di sana tapi di sisi lain masalah perusahaan di sini belum juga selesai." ucap Alvonso.


Alvonso berfikir apa yang harus dilakukan ke Negara S atau ke negara asal orang tuanya di mana perusahaannya mengalami masalah besar.


"Ke negara S sajalah. Siapa tahu ketemu dengan Brigitha selain itu aku juga ingin melihat perusahaanku di sana sekalian mampir ke mansion peninggalan orang tuaku." ucap Alvonso bicara pada diri sendiri


Alvonsopun menghubungi asisten Michael untuk memesan tiket untuk besok pagi.


Alvonso melanjutkan pekerjaannya kembali hingga tidak terasa sudah sore, Alvonso pun pulang menuju ke mansion peninggalan orang tua dari Ibunya atau Oma dan Opa nya yang sudah lama meninggal.

__ADS_1


xxxx


Alvonso dan Michael kini sudah tiba di negara S mereka menikmati keindahan di kota S.


"Kak Alvonso, aku ingin bertemu dengan sahabatku satu sekolah. Kak Alvonso mau ikut atau aku antar ke hotel?" tanya Michael.


"Ikut saja, aku di hotel juga ngapain?" ucap Alvonso


"Ok." jawab Michael


Michael mengendarai mobil dengan santai sambil menikmati pemandangan keindahan kota S.


"Kok kita ke rumah sakit?" tanya Alvonso dengan wajah bingung.


"Kan aku sudah bilang mau bertemu dengan sahabatku." Jawab Michael.


"Memang sahabatmu sakit apa?" tanya Alvonso.


'Kenapa jantungku berdetak kencang?' Tanya Alvonso dalam hati.


"Bukan sahabatku yang sakit tapi adiknya yang sakit." Jawab Michael.


Michael memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam sambil mengobrol dengan sepupunya yang bernama Alvonso.


"Kok ketemunya di rumah sakit bukan di cafe atau restoran? memang sahabatmu tidak punya saudara untuk menemani adiknya?" tanya Alvonso.


"Tidak ada keluarganya karena mereka yatim piatu jadi sahabatku tidak bisa meninggalkan adiknya." jawab Michael.


"Memang adiknya sakit apa?" tanya Alvonso.


"Jantung, sekarang sedang di rawat." Jawab Michael


"Oh." ucap Alvonso singkat.


Mereka akhirnya sudah sampai di depan ruang rawat, Michael menelephone sahabatnya kalau dirinya sudah sampai dan berada di depan ruangan rawat inap.


Alvonso mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan hingga tiba-tiba jantungnya berdetak kencang ....


deg

__ADS_1


deg


__ADS_2