Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Kok Kamu belain Dia?


__ADS_3

"Bilang saja masih kangen pengen ngobrol atau apa saja terserah cari alasan yang tepat." ucap Alvonso dengan nada santai.


Michael hanya diam dan tidak membalas jawaban Alvonso. Michael berjalan meninggalkan Alvonso sendirian untuk menemui sahabatnya.


Alvonso mendekati mc dan membisikan sesuatu. Mc itupun menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Karena ada permintaan nona yang tadi bernyanyi Sealed With A Kiss maju ke depan untuk menyumbangkan satu lagu lagi bersama seseorang, apakah bersedia?" tanya pembawa acara.


Gadis itu bertanya sambil berbisik pada ke tiga pemuda tampan dan seorang gadis dan semua tak luput dari pandangan Alvonso.


'Apakah mereka berlima adalah anak kembar kakak beradik, Aku harap benar.' Ucap Alvonso dalam hati.


Gadis itu maju ke panggung sambil mengambil mic yang diberikan oleh pembawa acara. Alvonso yang melihat gadis itu memegang mic membuat Alvonso pun maju ke panggung dan pembawa acara memberikan micnya ke Alvonso.


Alvonso membisikkan sesuatu ke gadis itu, awalnya gadis itu terkejut tapi berusaha bersikap biasa saja sedangkan Alvonso yang mencium parfum milik gadis itu merasa yakin kalau gadis itu adalah Brigitha.


Iringan mulai dilantunkan semua mata memandangi ke dua orang itu. Alvonso memandang gadis itu sambil menggenggam tangan gadis itu. Gadis itupun merasa risih dan ingin rasanya melepaskan genggamannya tapi semua orang menatap mereka membuat gadis tersebut membiarkannya.


Cinta Kita Feat Teuku Wisnu (Ost Cinta Fitri)


Inilah aku apa adanya


Yang ingin membuatmu bahagia


Maafkan bila ku tak sempurna


Sesempurna cintaku padamu


Ini cintaku apa adanya


Yang ingin selalu di sampingmu


Ku tahu semua tiada yang sempurna


Di bawah kolong langit ini


Jalan kita masih panjang


Ku ingin kau selalu di sini


Biar cinta kita tumbuh harum mewangi


Dan dunia menjadi saksinya


Untuk apa kita membuang-buang waktu


Dengan kata kata perpisahan


Demi cinta kita aku akan menjaga

__ADS_1


Cinta kita yang t'lah kita bina


Walau hari terus berganti hari lagi


Cinta kita abadi selamanya


Jalan kita masih panjang


Ku ingin kau selalu di sini


Biar cinta kita tumbuh harum mewangi


Dan dunia menjadi saksinya


Untuk apa kita membuang-buang waktu


Dengan kata kata perpisahan


Demi cinta kita aku akan menjaga


Cinta kita yang t'lah kita bina


Walau hari terus berganti hari lagi


Cinta kita abadi selamanya


Alvonso menatap gadis itu yang wajahnya tertutup dengan topeng sedangkan gadis tersebut hanya menundukkan wajahnya.


"Maaf aku ingin menemui ke tiga kakakku dan adikku" ucap gadis itu.


"Tunggu siapa namamu?" tanya Alvonso.


"Brigitha, maaf aku pergi dulu." ucap Brigitha sambil berjalan meninggalkan Alvonso


Brigitha merasa jantungnya berdebar kencang ketika berdekatan dengan pria itu karena itulah Brigitha segera menghindar.


Brigitha berjalan dan menemui ke tiga kakaknya dan adik kembar nya, Mereka saling bercanda dan tertawa bersama dan semua tidak luput dari Alvonso.


Kini tibalah acara dansa dan kebetulan dansa itu saling berganti pasangan dan Alvonso sangat berharap bisa berdansa dengan gadis itu yang bernama Brigitha.


Alvonso berdansa dengan gadis lain, gadis itupun sangat senang tapi Alvonso tidak dan sampailah waktunya Alvonso berdansa dengan Brigitha.


"Brigitha." panggil Alvonso


"Ya." jawab Brigitha sambil tersenyum


"Masih ingat Aku, Alvonso?" tanya Alvonso.


"Alvonso? Alvonso siapa ya?" tanya balik Brigitha.

__ADS_1


Alvonso bingung dengan ucapan Brigitha membuat Alvonso nekat membuka penutup wajah atau topeng milik Brigitha dengan menggunakan tangan satunya.


"Maaf, apa yang Anda lakukan?" tanya Brigitha bingung.


"Lihat Aku, kamu memanggilku dengan sebutan Kak Alvonso. Apakah kamu lupa?" tanya Alvonso sambil melepaskan topengnya.


Brigitha dan Alvonso di tarik oleh peserta lain tapi Alvonso menghempaskan tangan orang tersebut dan menepiskan tangan pria yang ingin memegang tangan Brigitha.


Musik pun berhenti seketika dan semua orang memperhatikan mereka termasuk ke empat saudara kembarnya yang menatap Alvonso dengan tajam menahan amarahnya.


"Brigitha kamu masih ingat Akukan?" tanya Alvonso.


Brigitha menatap Alvonso sambil memegangi kepalanya hingga muncul bayangan hitam yang tidak jelas. Tampak sebuah rumah makan lalu wanita itu memeluk seorang pria tapi bayangannya masih gelap.


" Aku..." ucap Brigitha terputus bersamaan tubuhnya ambruk seperti tidak bertulang.


Bruk


Rasa pusing yang teramat sangat membuat Brigitha tidak sadarkan diri dan Alvonso langsung menahan tubuh Brigitha. Namun ketika ingin menggendongnya tiba-tiba dirinya di tahan oleh tiga pemuda yang memakai topeng dan satu gadis.


"Alvonso!!!" teriak ke tiga pria tersebut bersamaan.


bugh


bugh


Brian menarik tangan Brigitha kemudian menggendongnya sedangkan Bruno dan Benediktus memukul Alvonso. Alvonso yang belum siap langsung jatuh kemudian Alvonso terbangun namun hanya diam dan tidak melawan sedangkan sudut bibirnya berdarah.


"Kamu dari dulu selalu cari masalah dulu dengan kakakku sekarang dengan adikku, apa maumu hah?" bentak Benediktus sambil menarik krah kemeja baju milik Alvonso.


"Kak Benediktus sudah kita pergi bawa kak Brigitha ke rumah sakit dan telephone mommy dan Daddy dan juga paman Jimmy." Ucap Briana.


Benekditus langsung melepaskan krah baju milik Alvonso dan mengikuti kakaknya Brian sambil menghubungi Mommy Felicia dan juga paman Jimmy.


Alvonso hanya diam sambil berdiri dan menyeka mulutnya sambil memandangi mereka berempat yang sedang berjalan semakin menjauh. Michael yang melihat itu langsung memapah Alvonso dan membawa pulang tapi Alvonso meminta agar mengikuti mereka. Michael pun mengikuti mereka tanpa bicara.


Bruno mengendari mobil dengan kencang karena kuatir dengan adiknya Brigitha. Hingga lima belas menit kemudian Mereka sudah sampai di rumah sakit milik paman Jimmy.


Brigitha di bawah keruangan ugd sedangkan ke empat anak kembar duduk menunggu di ruang ugd.


"Lain kali Aku akan beri pelajaran." Ucap Bruno sambil menahan amarahnya.


"Iya Kak, Kita beri pelajaran agar tidak mengusik adik Kita." Ucap Brian.


"Aku setuju Kak." Ucap Benediktus.


"Sudahlah Kak, Kak Alvonso juga tidak menyakiti Kak Brigitha apalagi Kak Alvonso tidak tahu kalau Kak Brigitha hilang ingatan." Ucap Briana yang tidak suka bertengkar kecuali terpaksa banget.


"Kok Kamu belain Dia?" Tanya Ke tiga kakak kembarnya bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2