Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Membentuk Organisasi Mafia


__ADS_3

Sejak kejadian penyerangan tersebut Alvonso merekrut orang-orang sebanyak-banyaknya. Bahkan orang-orang lulusan taekwondo, karate, Kung Fu, Judo, Muay thai dan kickboxing juga di rekrut oleh Alvonso.


Alvonso mendirikan dan membentuk organisasi mafia di negaranya dan menjadikan dirinya sebagai ketua mafia. Alvonso mendidik mereka yang tidak bisa bela diri dengan membekali ilmu bela diri agar menjadi kuat untuk melawan para musuh.


Alvonso juga mengikuti kursus bela diri lainnya hingga Alvonso sudah bisa menguasai beberapa seni bela diri.


Setiap ada yang bikin masalah dengan dirinya maka Alvonso tidak segan - segan memerintahkan ke para anggota mafianya untuk menculik, menyiksa, membunuh atau melakukan apapun atas perintah Alvonso.


Alvonso memberi gaji yang lumayan besar dan tidak begitu perhitungan dengan uang. Setiap ada anggota mafia membutuhkan uang dengan ringan tangan Alvonso membantunya tanpa banyak bertanya.


Hal itu tentu saja para anak buahnya sangat senang dan membuat mereka semakin setia dengan Alvonso sebagai ketua mafia mereka.


Biasanya ketua mafia sangat kejam dan sangat pelit hanya memikirkan dirinya sendiri namun berbeda dengan Alvonso.


Alvonso bisa melakukan itu semua karena kekayaan yang berlimpah dan tidak akan habis tujuh keturunan.


Hal itu dikarenakan tanpa sepengetahuan Papanya Alvonso kalau mamanya Alvonso menyimpan semua aset berharga nya yang di simpan oleh orang kepercayaan keluarga besarnya untuk diserahkan ke putra semata wayangnya.


Semua harta tersebut diberikan oleh orang kepercayaannya ketika Alvonso sudah berubah dan mau melanjutkan perusahaan milik keluarga besarnya secara turun temurun.

__ADS_1


Alvonso tidak seperti mafia lainnya yang menjual barang - barang ilegal tapi Alvonso hanya membunuh orang yang hanya mengusik dirinya dan keluarganya.


xxxx


Alvonso kini berada di perusahaan, banyak pekerjaan yang harus dikerjakan hingga tidak terasa hari sudah menjelang sore. Ketika dirinya sibuk mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba ponselnya berdering.


Ketika melihatnya ternyata telephone dari bodyguardnya sekaligus anggota mafia yang menjaga papanya di rumah sakit. Alvonso pun menggeser tombol hijau pada ponsel pintarnya.


("Ada apa?" tanya Alvonso tanpa basa basi).


("Maaf tuan muda, tuan besar meninggal." ucap bodyguard dengan nada gugup).


("Iya tuan muda, tuan besar tadinya sudah mulai sadar terus terkena serangan jantung. Kini tuan besar sudah berada di ruang jenasah." Jawab bodyguard.


("Baik, Aku akan segera ke sana." ucap Alvonso).


tut tut tut tut


Tanpa menunggu jawaban Alvonso memutuskan sambungan komunikasi kemudian mengambil jasnya yang tergeletak di kursi kebesarannya. Alvonso mengambil kunci mobil kemudian keluar dari ruangan kantor.

__ADS_1


Alvonso tanpa sengaja bertemu dengan asisten papanya yang baru saja keluar dari lift. Asisten tersebut menghampiri Alvonso yang sedang berjalan.


"Ada apa tuan?" tanya asisten papanya.


"Papa meninggal, aku mau ke rumah sakit." Jawab Alvonso dengan wajah sedih karena dirinya kehilangan papanya.


"Saya yang akan antar tuan muda ke rumah sakit." Ucap asisten papanya.


"Ini kunci mobilnya." ucap Alvonso sambil menyerahkan kunci mobilnya.


Mereka pun pergi ke rumah sakit, asisten papanya mengendarai mobil dengan kecepatan penuh sehingga hanya beberapa menit mereka sudah sampai di rumah sakit.


Mereka berdua masuk ke dalam ruangan jenasah sesuai perkataan bodyguardnya. Hatinya pedih melihat papanya terbaring kaku dengan wajah seperti menahan rasa sakit. Jenasah papanya di bawa ke mansion untuk di doakan dan besok paginya akan dimakamkan.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2