Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Maafkan Aku


__ADS_3

"Kak Alvonso, tolong Aku ..." Mohon Brigitha.


Tes


Tes


Tes


Deg


Deg


Tiba-tiba Brigitha mengeluarkan air matanya membuat jantung Alvonso berdetak kencang dan tersadar dari pikiran mesumnya.


"Maafkan Aku." Ucap Alvonso sambil menghapus air mata Brigitha dengan menggunakan ke dua ibu jari tangannya.


Alvonso langsung menggulingkan tubuhnya ke arah samping kemudian duduk di samping Brigitha. Alvonso merapikan pakaian milik Brigitha dengan susah payah karena Alvonso menahan hasrat nya ketika Alvonso memakaikan kembali segi bermuda milik Brigitha dan merapikan pakaian milik Brigitha.


"Sial, hampir saja kebablasan." Ucap Alvonso dengan nada kesal.


ting tong ting tong


"Gara-Gara sering melihat Papa dan Mama Valen melakukan hubungan suami istri membuatku ingin merasakan nya." Ucap Alvonso sambil menyelimuti tubuh Brigitha sampai ke pinggang.


Ting tong ting tong


Bel pun berbunyi kembali, Alvonso buru - buru menarik resleting celananya dan berjalan ke arah pintu apartemen dan membukanya. Tampak dokter menatap kesal pasalnya lama dibukakan pintunya.


"Lama sekali buka pintunya." omel dokter tersebut yang merupakan dokter keluarga.

__ADS_1


" Hehehe... maaf." ucap Alvonso sambil cengir kuda menatap dokter tersebut yang sedang kesal.


"Kamu sehat, kenapa memanggilku?" tanya dokter dengan wajah bingung.


"Bukan aku yang sakit tapi seseorang, ayo ikut." jawab Alvonso.


"Kekasihmu? tapi tidak mungkin kamukan tidak suka wanita." sindir dokter keluarga yang sudah menganggap Alvonso putranya.


"Sial*n aku pria normal kali." ucap Alvonso dengan nada kesal


Kini mereka berdua sudah berada di kamar Alvonso. Dokter itu terkejut pasalnya baru kali ini sahabatnya membawa seorang gadis ke kamarnya karena seumur - umur belum pernah sekalipun Alvonso membawa seorang gadis di pesta atau tempat reuni apalagi dikamarnya sungguh suatu hal yang sangat langka.


Dokter pribadi tersebut mengecek kondisi Brigitha dan mengambil peluru yang berada di punggung Brigitha.


Setelah selesai, dokter tersebut memasang perban kemudian memberikan obat pehilang rasa nyeri. Dokter keluarga tersebut selain dokter dia juga apotik berjalan selalu membawa obat yang di kira - kira dibutuhkan oleh pasien.


"Itu kekasihmu?" tanya dokter tersebut.


"Kalai begitu aku mau kenalan dan terus mau aku jadikan kekasih." ucap dokter tersebut dan dengan sengaja memanasi karena dia tahu sifat Alvonso.


"Enak aja tidak boleh." jawab Alvonso dengan nada ketus.


"Kenapa? Kan Dia bukan kekasihmu? Kenapa mesti marah?" tanya dokter tersebut pura - pura tidak tahu.


"Aku sangat suka padanya tapi aku belum menyatakan cintanya dan aku takut di tolak." jawab Alvonso akhirnya mengaku.


"Hahahha seorang ceo, sangat tampan, idola para wanita, kaya takut di tolak?" ucap dokter tersebut sambil mentertawakan Alvonso.


Alvonso langsung menutup mulut dokter tersebut karena takut Brigitha terbangun, setelah dokter tersebut berhenti tertawa barulah dilepasnya.

__ADS_1


"Tadi aku pas cek kekasihmu dan aku tidak sengaja melihat dua gunung kembarnya ada tanda merahnya, itu ulahmu atau ulah pacarnya?" bisik dokter tersebut kepo.


"Ulahku .... Sial*n!" omel Alvonso sambil memukul dokter tersebut.


"Kekasihmu tidak apa - apa sebentar lagi sadar, enakkan kalau mau main pas dia sadar." ucap dokter tersebut ceplas ceploss sambil berlari karena di kejar oleh Alvonso.


"Sial*n Kamu pergi sana , Kamu bikin otakku jadi mesum." ucap Alvonso sambil menedang bokong dokter tersebut.


Dokter itupun berlari keluar dari apartemen Alvonso setelah bokongnya di tendang. Dokter tersebut sangat senang karena Alvonso akhirnya bisa melabuhkan hatinya ke seorang gadis.


Alvonso kembali ke ruangan kamar pribadinya dan duduk di samping Brigitha menatap Brigitha. Hingga tidak berapa lama tampak Brigitha menggerakkan tangannya dan membuka perlahan matanya. Brigitha sangat terkejut melihat Alvonso berada dihadapannya.


"Jangan takut, kamu ada di apartemenku, maaf aku tidak tahu alamatmu karena itu aku bawa kamu ke apartemenku." ucap Alvonso dengan nada lembut.


Brigitha matanya melirik ke arah kanan dan kiri memang kamarnya terasa asing baginya.


"Terima kasih, maaf aku ingin pulang." ucap Brigitha berusaha duduk sambil meringis karena punggungnya masih terluka sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.


"Istirahatlah dulu, punggungmu masih terluka terkena luka tembak." Ucap Alvonso sambil menahan tubuh Brigitha.


"Aku baik - baik saja, Aku ingin pulang." jawab Brigitha.


"Baiklah." ucap Alvonso dengan nada kecewa sambil berdiri dan pindah ke arah samping agar tidak menghalangi langkah Brigitha.


Brigitha yang melihat Alvonso sudah berdiri, dengan perlahan Brigitha menurunkan ke dua kakinya setelah ke dua kakinya turun barulah Brigitha berusaha untuk berdiri dengan tubuh oleng.


Brigitha memaksakan untuk bisa berjalan dengan tegap kemudian Brigitha mulai berjalan dengan perlahan namun baru dua langkah ...


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2