Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Kematian Mama Valen


__ADS_3

"Syukurlah di kandang yang kosong." Ucap Mama Valen dan Moko bersamaan sambil menghirup nafas dengan perasaan lega.


Walau nyawa mereka di ujung tanduk tapi setidaknya mereka masih hidup. Alvonso dan yang lainnya hanya tersenyum menyeringai mendengar ucapan mereka. Alvonso menekan tombol menggunakan pin kemudian sidik ibu jari milik Alvonso. Alvonso melakukan itu agar hanya dialah yang berhak melakukannya dan tidak ingin kejadian dulu terulang kembali.


xxxx Flash Back On xxxx


"Vincent, aku hari ini akan pergi ke luar negri, Mr. King Cobra masukkan saja ke kandang beruang." ucap Alvonso.


"Baik tuan." ucap Vincent orang kepercayaan Alvonso.


Vincent masuk ke dalam ruangan kandang beruang yang kosong kemudian Vincent duduk dengan santai. Tidak beberapa lama masuklah beberapa anak buah Alvonso sambil membawa seorang pria yang sudah terikat dia adalah Mr. King Cobra.


" Tuan, ampuni saya." pinta Mr. King Cobra.


"Bosku, memintaku agar Mr. King Cobra di masukkan ke dalam kandang beruang untuk menjadi santapan siang." ucap Vincent orang kepercayaan Alvonso.


"Akan saya kasih seratus juta buat tuan." tawar Mr. King Cobra.


"Maaf, Saya tidak tertarik" ucap Vincent orang kepercayaan Alvonso.


"Bagaimana kalau dua ratus juta?" tanya Mr. King Cobra yang tidak ingin mati di tangan beruang.


Vincent diam dan jujur dalam hatinya sangat tertarik dengan uang yang sangat besar. Sedangkan Mr. King Cobra. yang tahu di depannya mata duitan bicara kembali.

__ADS_1


"Satu miliar plus dua mansion yang berada di Grand Houstoon dan Grand Wich." tawar Mr. King Cobra.


"Ok. Deal, transfer sekarang dan Mr. King Cobra. saya bebaskan sisanya urus dua mansion agar menjadi namaku." ucap Vincent orang kepercayaan Alvonso.


"Ok deal, saya transfer setengah dulu dan sisanya menyusul. Sekarang yang terpenting Tuan bunuh beruang itu setelah beruang itu mati baru saya transfer sisanya." jawab Mr. King Cobra.


Bagi Mr. King Cobra uang segitu tidak seberapa dibandingkan dengan nyawanya yang sangat berharga.


"Ok." jawab Vincent singkat.


"Sekarang sebutkan nama, bank dan nomer rekeningnya? Karena sekarang juga Aku akan transfer." Ucap Mr. King Cobra sambil mengeluarkan ponsel mahalnya.


"Namanya Vincent, nama Bank xxxx dan nomer rekeningnya 12345678.'' Jawab Vincent.


"Ok, sekarang kita keluar dari sini." Ucap Vincent sambil berjalan diikuti oleh Mr. King Cobra bersama anak buah Alvonso.


Setelah keluar dari kandang Vincent pun memencet tombol dan tampak beruang itu yang tadi diam kini mulai bergerak - gerak dengan gelisah dan akhirnya beruang itu memukul kandang seperti ingin keluar tapi karena kandangnya sangat kuat membuat kandangnya tidak rusak.


Hingga terdengar suara kesakitan dari mulut beruang dan tidak membutuhkan waktu lama beruang itupun mati dengan cara mengenaskan tubuhnya terkena aliran panas dari sela-sela besi baja.


Vincent sengaja membuat ruangan di dalam kandang sangat panas sehingga beruang itu pun mati. Vincent mendapatkan sisa uang lima ratus juta. sesuai yang dijanjikan oleh Mr. King Cobra dan Mr. King Cobra pun dibebaskan.


Tanpa sepengetahuan Vincent salah seorang anak buahnya Alvonso yang paling setia melaporkan kejadian tersebut ke Alvonso.

__ADS_1


Alvonso yang mengetahui hal itu sangat marah dan langsung memesan beruang kembali ke sahabatnya yang suka mengoleksi binatang buas termasuk beruang.


Selesai mengerjakan tugasnya di luar kota, Alvonso langsung datang ke markasnya. Alvonso pura - pura tidak tahu siapa pelakunya. Alvonso menyuruh orang kepercayaannya untuk masuk ke dalam ruangan kandang untuk membersihkan dengan alasan besok sudah ada penghuni baru.


Tanpa curiga Vincent masuk ke dalam tanpa takut karena di dalamnya tidak ada beruang.


Tapi perkiraannya salah, 8 orang anak buah Alvonso membawa seekor Beruang dan di masukkan ke dalam kotak yang menuju ke dalam kandang dan Beruang itupun memakan Vincent hidup hidup.


Sejak saat itu hanya Alvonso lah yang bisa mengotrol semuanya dari suhu ruangan kandang dan termasuk makanan Beruang. Jika tidak ada makanan berupa daging manusia yang di makan beruang maka Alvonso memberikan sapi untuk makanan Beruang.


xxxx Flash Back Off xxxx


Mama Valen dan Moko kini sudah berada di dalam kandang kemudian Alvonso menekan tombol dan sidik ibu jarinya. Tidak berapa lama pembatas antara kandang yang kosong dan kandang yang ada beruang mendadak terbuka dengan perlahan membuat Moko dan Mama Valen berusaha berlari sambil menahan rasa sakit.


"Groarrrrr."


Beruang tersebut mengeluarkan suara yang bikin bulu kuduk berdiri terlebih beruang tersebut dengan langkah lebar mengejar salah satu dari mereka. Hingga akhirnya beruang tersebut memakan tubuh Mama Valen.


"Groarrrrr."


"Akhhhhhhhh..." Teriak Valen ketika tubuhnya ditangkap oleh beruang.


Beruang itupun langsung memakan tubuh Mama Valen hidup - hidup membuat Mama Valen berteriak kesakitan dan tidak berapa lama suara Mama Valen tidak terdengar lagi. Tanda Mama Valen mati mengenaskan di makan beruang yang sedang kelaparan.

__ADS_1


"Lepaskan Aku!" Teriak Moko sambil berusaha menarik-narik kandang agar terbuka.


__ADS_2