
Brigitha mengutak atik kembali cctv rekaman di kamar orang tua Alvonso.
xxxx Rekaman CCTV On xxxx
Mama Siska berjalan menuju ke meja nakas kemudian memasukkan obat ke dalam gelas milik suaminya. Mama Siska duduk di ranjang setelah melakukan tugasnya.
ceklek
Pintu terbuka tampak papa Alvonso keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk dan mendekati mama Siska di ranjang.
Mama Siska yang melihat suaminya keluar dari kamar mandi memberikan minuman yang sudah berisi racun.
" Sayang minum dulu." ucap Mama Siska
" Nanti saja, aku ingin memakanmu lebih dulu." ucap papa Alvonso sambil mengambil gelas yang di pegang mama Siska.
Papa Alvonso mencium dan ********** mereka pun melakukan kegiatan panas mereka setelah mengeluarkan laharnya barulah mereka berhenti.
" Ayolah sayang, minumlah." pinta mama Siska.
__ADS_1
" Kenapa kamu ingin aku meminumnya?" tanya papa Alvonso
" Minuman ini ada obat kuatnya karena aku ingin main lagi bersama suamiku tersayang." ucap mama Siska sambil memamerkan tubuhnya.
" Baiklah sayang akan aku minum, aku juga ingin main bersamamu lagi." jawab papa Alvonso.
Papa Alvonso pun meminumnya hingga habis kemudian meletakkannya di meja dekat ranjang. Mama Siska berdiri sambil memamerkan tubuhnya ke arah suaminya kemudian memeluknya.
Papa Alvonso pun membalas pelukan istrinya dan menciumnya namun lima menit kemudian papanya Alvonso merasakan sakit pada dadanya membuat Papanya Alvonso memegangi dadanya sambil meremasnya.
"Dadaku sakit sekali." Rintih papanya Alvonso sambil melepaskan pelukannya dan memegangi dadanya dengan ke dua tangannya.
Mama Valen ikut melepaskan pelukannya sambil tersenyum sinis.
"Cuih ... Aku tidak sudi segera matilah kamu laki - laki tua." ucap mama Valen tanpa dosa.
"Kau... Kenapa melakukan ini padaku? apa salahku?" tanya Papanya Alvonso dengan wajah sangat terkejut.
"Aku sudah bosan denganmu, apalagi semua harta yang Aku inginkan diwariskan ke anakmu Alvonso sedangkan Aku? Sama sekali tidak mendapatkan apa - apa. Karena itu aku bekerjasama dengan asistenmu yang bernama Moko untuk menguras semua harta milikmu dan juga milik anakmu selain itu juga Aku berselingkuh di belakangmu dengan asiatenmu Moko." ucap Mama Valen dengan nada santai tanpa merasa berdosa sedikitpun.
__ADS_1
"Akhhhhhhh..." Teriak Papanya Alvonso.
Bruk
Papanya Alvonso berteriak kesakitan dan tidak berapa lama ambruk tidak sadarkan diri. Sedangkan Mama Valen menarik Papanya Alvonso dengan tubuh masih polos begitu pula dengan Mama Valen menuju ke arah kamar mandi.
Sampai di kamar mandi Nama Valen memakai pakaiannya dan meneteskan obat tetes mata agar kelihatan habis menangis.
Mama Valen keluar dari kamar mandi kemudian berjalan ke arah pintu kamarnya. Mama Valen membuka pintu kamarnya dan berteriak memanggil kepala pelayan. Tidak berapa lama kepala pelayan datang dan langsung menghubungi bodyguard yang berjaga di gerbang.
Dua Menit kemudian dua orang bodyguard datang dan membawa Papanya Alvonso ke ranjang dan memakaikan bajunya dan di bawa keluar kamarnya.
xxxx Rekaman CCTV OFF xxxx
Hati Alvonso sangat marah melihat kenyataan kalau mama Valen dan asisten Moko ternyata berkerja sama untuk membunuh papanya.
Sedangkan Brigitha sejak melihat cctv ke dua orang tua Alvonso bercin*a langsung memalingkan wajahnya. Untunglah Alvonso tidak memperhatikan dirinya karena saat ini wajah Brigitha memerah.
"Tanggal berapa Papanya Kak Alvonso meninggal?" tanya Brigitha setelah rekaman terhenti.
__ADS_1
"Buat apa? Bukankah sudah jelas karena pengaruh obat itu? Apalagi Aku sudah tahu siapa pelakunya yaitu wanita ular itu dan pria si alan itu." ucap Alvonso sambil menahan amarahnya terhadap mama Valen dan asisten kepercayaannya yang bernama Moko.
Kejahatan Mama Valen dan Moko tidak dapat dimaafkan membuat Alvonso ingin menghukum mereka yang tidak pernah mereka bayangkan seumur hidupnya.