
Moko sangat takut karena dirinya ingin hidup dan tidak di makan oleh beruang.
"Kandang itu sangat kuat jadi jangan sia-siakan tenagamu." Ucap Alvonso.
"Oh ya untuk hari ini Kamu selamat tapi tidak untuk besok karena Kamu akan jadi santapan beruangku." Sambung Alvonso sambil membalikkan badannya.
Alvonso menyuruh salah satu anak buahnya membawakan satu kotak ukuran sedang berisi makanan, kemudian meletakkannya dekat kandang agar Moko bisa mengambilnya.
"Saat ini makan yang banyak karena besok gantian beruang yang akan memakanmu." Ucap Alvonso dengan nada dingin.
Moko tidak memperdulikan ucapan Alvonso malah Moko meminta pertolongan agar dibebaskan tapi malah mereka semua menertawakannya.
"Jika Aku mati maka Aku akan menghantui kalian semuanya." ancam Moko.
"Silahkan kami tidak takut." Jawab mereka bersamaan karena saat ini Alvonso sudah pergi dari tempat tersebut.
xxxx
Di tempat lain, Brigitha setelah berpamitan dengan Alvonso, Brigitha melanjutkan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Brigitha yang menatap spion tampak mobil di belakang mengikutinya semula Brigitha tidak curiga tapi setiap Brigitha belok maka mobil berwarna hitam itu ikut belok dan selalu mengikuti mobil Brigitha.
Hampir satu jam Brigitha sengaja berputar - putar di tempat yang agak ramai dan mobil berwarna hitam tetap saja mengikutinya. Akhirnya Brigitha masuk ke dalam mall tempat dimana sahabat Mommynya yang bernama Feodora membuka toko perhiasan.
Mobil itupun ikut masuk ke dalam mall dan memarkirkan mobilnya agak menjauh dari Brigitha agar Brigitha tidak mengetahuinya. Brigitha memarkirkan mobilnya dan melihat mobil itu juga memarkirkan mobilnya agak menjauh.
'Kamu sengaja memarkir mobil agak menjauh dariku supaya tidak ketahuan aku, kita lihat siapa yang lebih pintar aku atau kamu.' Ucap Brigitha dalam hati.
Brigitha turun dari mobil dengan berjalan santai karena Brigitha yakin orang itu sedang mengawasi dirinya.
Sampai di depan butik, Brigitha masuk ke dalam toko perhiasan sedangkan para pelayan toko yang sudah mengenal Brigitha menyambut kedatangan Brigitha.
"Hallo nona Brigitha, mau belanja atau mau bertemu dengan Nyonya Feodora ?" tanya salah seorang karyawan Feodora dengan nada sopan.
"Mau bertemu dengan Tante Feodora." Jawab Brigitha.
"Nyonya Feodora ada, silahkan naik ke lantai dua." jawab karyawan itu.
__ADS_1
"Ok. Terima kasih." jawab Brigitha sambil tersenyum manis.
"Sama - sama nona." balas karyawan itu dengan ramah.
Brigitha menaiki anak tangga satu demi satu menujui ke lantai 2, sampai di depan pintu Brigitha mengetuk pintu terlebih dahulu.
Setelah terdengar suara untuk memintanya masuk barulah Brigitha masuk ke dalam ruangan Feodora. Tampak Feodora sangat sibuk membuat sketsa.
"Hallo Tante Feodora yang sangat cantik." sapa Brigitha ramah sambil mendekati Feodora.
"Hai, sayang apa kabar? masih ingat sama Tante." Ucap Feodora sambil berdiri dan berjalan ke arah Brigitha.
Brigitha mengecup punggung tangan Feodora kemudian memeluknya dan Feodora juga membalas pelukan Brigitha. Selesai berpelukan Feodora dan Brigitha duduk bersebelahan di sofa.
"Kabar baik Tante, ya ingatlah masa lupa sama Tante Feodora yang cantik ini." jawab Brigitha sambil menyandarkan kepalanya di bahu Feodora.
"Tidak terasa kamu sudah bertambah besar, Tante masih ingat dulu kamu masih bayi yang sangat mungil sekarang sudah tinggi hampir menyamai Tante dan wajahmu sekarang lebih mirip ke mommy karena dulu mirip daddymu." ucap Feodora sambil mengusap rambut Brigitha dengan lembut.
Brigitha dan Briana selalu manja dengan Feodora dan dokter Fransiska karena ke dua wanita itu sangat menyayangi mereka seperti putri kandungnya. Sedangkan Brigitha yang mendengar ucapan Feodora hanya tersenyum mendengar cerita Feodora.
"Tante, bisa minta tolong tidak?" tanya Brigitha penuh harap sambil duduk dengan tegak dan wajahnya yang serius.
"Tante, dari tadi mobilku diikuti terus. Aku pikir perasaanku saja tapi setiap aku belok mobil itu ikut berbelok sampai aku putar - putar satu jam mobil itu tetap mengikutiku akhirnya aku ke sini aja Tante." ucap Brigitha menjelaskan.
"Kenapa, kamu tidak telp daddy atau salah satu ke tiga kakak kembarmu? Atau Brigitha telpon paman Jimmy atau paman Roberto?" tanya Feodora memberikan usulan.
"Jangan Tante, yang ada nanti mereka tidak boleh mengijinkan aku pergi keluar lagi, masa setiap pergi harus di kawal, kan bosan Tante." ucap Brigitha dengan wajah cemberut.
"Kenapa kamu tidak minta jemput salah satu ke tiga kakak kembarmu Bruno atau Brian atau Benediktus? Tante sih mau saja anter kamu." ucap Feodora.
"Benar juga, untung Tante ku yang sangat cantik sangat pintar." ucap Brigitha memuji.
Feodora hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat ponakannya yang sangat menggemaskan.
("Hallo kak Bruno." Panggil Brigitha).
("Hallo dek, ada apa?" tanya Bruno tanpa basa basi).
__ADS_1
("Kak Bruno, aku di tempat Tante Feodora tiba - tiba kepalaku pusing. Aku minta tolong Kak Bruno, bisa tidak jemput aku? Aku mau mengendarai mobil takut terjadi sesuatu. Ucap Brigitha berbohong untuk pertama kalinya).
("Apa sih yang tidak bisa buat adikku yang tersayang, nanti kakak jemput, tungguin kakak ya?" ucap Alvonso).
("Baik kak, Aku tunggu." ucap Brigitha).
tut tut tut tut
Brigitha duduk menunggu kakaknya datang untuk menjemput dirinya. Hingga lima belas menit kemudian ....
tok tok tok
ceklek
Pintu terbuka ketika mendengar suara Feodora memintanya untuk masuk. Tampak kakaknya yang bernama Bruno sudah datang bersama ke dua adik kembarnya yang bernama Brian dan Benediktus. Feodora melihat ke tiga ponakannya datang membuatnya berdiri untuk menyambut kedatangan mereka.
Bruno, Brian dan Benediktus mengecup punggung tangan Feodora kemudian mereka duduk bersama saling berhadapan dan hanya di batasi oleh meja.
"Kepalamu masih sakit Brigitha?" tanya Bruno dengan nada kuatir sambil memegang tangan adiknya.
"Mana yang sakit?" tanya Brian dan Benediktus bersamaan sambil memegang kening adiknya.
"Maaf Kak Brigitha terpaksa berbohong." ucap Brigitha.
"Kenapa Kamu berbohong?" Tanya ke tiga kakak kembar nya bersamaan.
Ke tiga pemuda tampan tersebut tidak marah ketika mengetahui adik kembarnya berbohong karena mereka tahu pasti ada alasannya.
"Mobilku diikuti Kak." Jawab Brigitha sambil berdiri ke arah jendela untuk mengintip.
Toko tempat Feodora dekat dengan tempat parkiran mobil jadi mereka bisa melihat semua mobil yang terparkir.
"Apa? Apakah mobilnya masih di sini?" Tanya Bruno sambil berdiri dan berjalan ke arah jendela diikuti oleh lainnya.
"Masih Kak, di tempat parkiran mobil." Jawab Brigitha sambil menunjuk ke arah mobil hitam yang masih terparkir.
Ke tiga pemuda tampan melihat salah satu pria tersebut mendongakkan kepalanya ke atas seperti mencari sesuatu. Untunglah mereka bisa melihat dari luar sedangkan dari luar tidak bisa melihat mereka dari balik kaca jendela.
__ADS_1
"Lebih baik Kita hubungi Daddy." Ucap Bruno.