
Brigitha perlahan membuka matanya kemudian menatap satu persatu wajah - wajah orang yang sangat disayanginya."
"Sayang apakah ada yang sakit?" tanya Mommy Felicia dengan wajah kuatir.
"Kepala Brigitha masih pusing mom." jawab Brigitha.
"Apakah kamu sudah mulai mengingat semuanya?" tanya Mommy Felicia.
"Maaf Mom, Brigitha sama sekali belum mengingat semuanya." jawab Brigitha dengan sedih.
" Sudah jangan dipaksakan nanti kepalamu tambah sakit." ucap Mommy Felicia sambil tersenyum memandangi putrinya sambil mengelus kepala Brigitha dengan lembut.
"Terima kasih Mom." ucap Brigitha sambil tersenyum tulus.
"Oh ya sudah malam, kami pulang ya." pamit Feodora.
"Terimakasih Tante sudah nengokin Brigitha." ucap Brigitha.
"Sama - sama sayang." jawab Feodora.
Feodora pun berpamitan dengan Mommy Felicia, Daddy Alvaro dan juga yang lainnya. Selesai berpamitan Mereka pergi meninggalkan ruang perawatan menuju ke mansion Mereka untuk beristirahat.
"Sayang Tante dan paman Ronald mau pulang, cepat sembuh ya?" ucap dokter Fransiska setelah beberapa saat Feodora pulang bersama suaminya.
"Terima kasih Tante." ucap Brigitha sambil tersenyum.
"Sama - sama sayang." jawab dokter Fransiska sambil berpamitan dengan yang lainnya.
"Bruno, Brian, Benediktus dan Brigitha kalian juga pulang biar mommy yang jaga Brigitha." pinta Mommy Felicia ketika melihat dokter Fransiska dan suaminya pulang.
"Baik Mom." Jawab Bruno, Brian, Benediktus dan Brigitha bersamaan.
__ADS_1
"Daddy, temani Mereka pulang." Pinta Mommy Felicia.
"Sayang, kamu tidak apa - apa di tinggal?" tanya Daddy Alvaro.
"Tidak apa - apa sayang, justru Mommy kuatir jika Bruno, Brian, Benediktus dan Brigitha berjalan sendiri." ucap Mommy Felicia.
"Oke deh Daddy pulang, nanti Daddy ke sini lagi." ucap Daddy Alvaro.
" Oke." jawab Mommy Felicia singkat.
"Mommy dan Daddy, Kami sudah besar jadi biarkan Daddy tinggal di sini bersama Mommy dan Brigitha." Ucap Bruno.
"Benar Mom, apa yang dikatakan sama Kak Bruno." Ucap Brian.
"Iya Mom, lebih baik Daddy temani Mommy." Sambung Benekditus dan Briana bersamaan.
"Mommy tidak apa-apa di sini sendirian apalagi kan di luar ada bodyguard." Ucap Mommy Felicia.
"Tidak ada penolakan, Kalian pulang ditemani Daddy." Ucap Mommy Felicia dengan nada tegas.
"Daddy." Panggil ke empat anak kembarnya.
"Turuti apa kata Mommy." Ucap Daddy Alvaro.
Ke empat anak kembarnya hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian Mereka berpamitan dengan Mommy Felicia.
Mereka pun pergi meninggalkan ruangan perawatan dan kini tinggal Mommy Felicia menemani Brigitha di ruang perawatan.
Brigitha sudah tertidur dengan pulas sedangkan Mommy Felicia membuka aplikasi noveltoon untuk mengusir kebosanan dengan membaca novel karangan Yakasa.
ceklek
__ADS_1
Mommy Felicia menengok ke arah pintu kamar vvip yang di buka oleh seorang remaja pria, remaja itu berjalan masuk ke dalam kamar perawatan anaknya Brigitha.
"Maaf, Anda siapa ya? Sepertinya salah masuk kamar?" tanya Mommy Felicia.
"Maaf Tante, Saya Alvonso teman Brigitha. Bolehkah Saya menemui anak Tante?" tanya Alvonso penuh harap.
"Boleh, silahkan." Jawab Mommy Felicia.
"Terima kasih Tante." ucap Alvonso dengan nada ramah.
Alvonso pun berjalan ke arah Brigitha yang sedang tertidur pulas.
"Nak Alvonso, kenal dengan putri Saya di mana?" tanya Mommy Felicia dengan nada masih lembut.
"Tiga tahun yang lalu Tante, kami berkenalan." Jawab Alvonso ramah.
"Sepertinya anak Saya lupa denganmu." ucap Mommy Felicia.
"Kenapa bisa Tante?" tanya Alvonso bingung
"Waktu anak - anak Tante Bruno, Brian, Benekditus, Brigitha dan sedang bernyanyi di kafe lampu di kafe terlepas dan menimpa putriku Brigitha dan ketika Brigitha di bawa rumah sakit dokter mengatakan sebagian memorinya hilang." Jawab Mommy Felicia.
Alvonso sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Mommy Felicia membuat Alvonso menatap ke arah Brigitha dengan tatapan sendu. Dirinya tidak menyangka bertemu kembali dengan Brigitha dalam kondisi Brigitha kehilangan ingatan.
"Oh ya kalau tidak salah nak Alvonso yang bertemu di pesta, sebenarnya apa yang nak Alvonso katakan pada anakku?" tanya Mommy Felicia.
"Maaf Tante waktu di pesta Saya mendengar suara Brigitha yang sedang bernyanyi dan Saya sangat hapal suaranya walau Brigitha memakai topeng." Jawab Alvonso.
"Lalu?" tanya Mommy Felicia.
"Ketika berdansa Aku membuka topengku dan juga topeng Brigitha lalu Aku menanyakan ke Brigitha tapi tiba-tiba Brigitha memegangi kepalanya lalu tidak sadarkand diri." Jawab Alvonso menjelaskan.
__ADS_1
"Apakah Nak Alvonso menyukai putriku, Brigitha?" Tanya Mommy Felicia sambil menatap ke arah Alvonso yang sedang menatap dirinya.